Info Sehat

Benarkah Mendengar Suara Hujan Bikin Orang Cepat Tidur? Ini Faktanya

November 24, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Banyak sebagian dari kita yang membuat suara hujan dipakai sebagai media untuk membantu agar cepat terlelap tidur. Suara ini dianggap membuat pikiran rileks dan tenang.

Tapi apakah faktanya suara hujan benar-benar membuat kamu mudah tidur?

Mengapa orang lebih cepat tertidur saat hujan?

Dilansir The University of Melbourne, ada beberapa alasan tersendiri bahwa memang benar adanya suara hujan mampu membuat seseorang cepat tertidur. Berikut ini alasan dasarnya: 

Peningkatan kandungan ion negatif di udara

Kandungan ion negatif di udara meningkat saat hujan. Kilat dan gesekan antara hujan dan udara dapat menghasilkan ion negatif dalam jumlah besar di hari hujan.

Peningkatan ion negatif secara signifikan dapat meningkatkan sistem saraf manusia, sistem kardiovaskular, sistem darah, dan sistem pernapasan. Kondisi ini pun akan membuat tubuh merasa lebih nyaman.

Terlebih lagi, ion negatif memiliki efek menenangkan dan hipnosis. Ini adalah salah satu faktor yang membantu orang tertidur dengan mudah.

Suara hujan seperti lagu pengantar tidur

Suara hujan adalah suara detak ritmis, yang terdengar seperti lagu pengantar tidur indah yang dapat membantu orang tertidur dengan cepat.

Penelitian telah menemukan bahwa ketika suara hujan memasuki otak manusia, secara tidak sadar otak menjadi rileks dan menghasilkan gelombang alfa, yang sangat dekat dengan keadaan otak saat manusia tidur.

Suara hujan biasanya antara 0 dan 20 kHz, sehingga membuat orang nyaman. Namun, jika tiba-tiba ada suara guntur di tengah suara hujan akan membuat orang stres. Di saat yang sama, kadar kortisol dalam tubuh manusia akan tinggi.

Perlu kamu ketahui bahwa otak kita mengartikan berbagai jenis suara yang didengar saat terbangun maupun saat tertidur menjadi sesuatu yang berbahaya atau tidak.

Kadar oksigen di udara menurun

Oksigen dapat merangsang otak dan membuat kita merasa segar. Saat hujan, ada lebih banyak uap air di udara, hal ini menyebabkan tekanan udara lebih rendah dan kandungan oksigen relatif menurun. Dalam situasi seperti ini, otak mulai mengendur dan orang akan merasa mengantuk.

Baca juga: Penyebaran Corona di Musim Hujan Lebih Mudah? Ini Fakta dan Cara Mencegahnya!

Peningkatan sekresi melatonin

Otak manusia dapat mengeluarkan hormon yang berhubungan dengan tidur, melatonin, yang disekresikan dalam gelap atau saat terang gelap.

Di hari hujan, awan gelap menghalangi matahari, dan lingkungan menjadi redup. Saat ini, melatonin yang disekresikan oleh otak meningkat, membuat orang mengantuk.

Pada saat yang sama, protein yang berhubungan dengan tidur juga diproduksi oleh mata kita. Menarik bahwa semakin terang cahayanya, semakin sedikit protein yang akan disintesis.

Sebaliknya, semakin gelap cahayanya, semakin banyak protein yang akan disintesis. Sudah pasti kantuk akan segera datang.

Aktivitas manusia dibatasi

Saat hujan, ada batasan aktivitas masyarakat. Banyak latihan luar ruangan yang tidak bisa dilakukan. Bagi orang yang tidak punya pekerjaan, tidur mungkin adalah pilihan yang baik. Semua orang menyukai keadaan nyaman dan tidur adalah sejenis kenikmatan.

 Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Reference
  1. Blogs.unimelb.edu.au (2019) diakses pada 23 November 2020. Why do people fall asleep more quickly when it rains?
  2. Livescience.com (2016) diakses pada 23 November 2020. Why Does the Sound of Water Help You Sleep? 
    register-docotr