Info Sehat

Bau Kentut Tidak Wajar? Ini 6 Penyebabnya

September 23, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kentut merupakan proses biologis yang alami terjadi pada tubuh untuk melepaskan gas yang dihasilkan dari proses pencernaan. Meskipun demikian, kentut menjadi tidak nyaman ketika terdengar keras dan berbau tidak wajar.

Pada beberapa kasus, kentut sama sekali tidak berbunyi dan berbau. Tapi beberapa kali tentu kamu merasakan hal yang tidak normal karena bau kentut kamu tidak wajar.

Bau kentut dipengaruhi oleh makanan dan obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh kamu. Ada juga kondisi kesehatan seperti infeksi atau masalah di saluran pencernaan yang dapat menyebabkan kentut berbau tidak wajar.

Penyebab bau kentut tidak wajar

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penyebab dari bau kentut yang tidak wajar yang bisa terjadi pada siapa saja:

1. Makanan kaya serat

Banyak makanan kaya serat yang dapat membuat produksi gas di dalam tubuh menjadi lebih tinggi. Hal ini karena jenis makanan ini membutuhkan waktu lama untuk diurai, dan pada waktu itu makanan ini akan terfermentasi di saluran pencernaan.

Makanan kaya serat juga terkadang berbau, sehingga kentut kamu pun akan terpengaruh oleh makanan ini. Apalagi jika jenis makanan itu adalah sayuran yang memiliki bau yang keras, seperti:

Makanan kaya serat juga mengandung sulfur, itu sebabnya kentut kamu akan beraroma telur busuk. Sulfur sendiri merupakan komponen alami yang baunya menyerupai telur busuk, sementara banyak sayuran yang mengandung komponen ini.

2. Intoleransi terhadap makanan tertentu

Intoleransi atau ketidakcocokan makanan tertentu terhadap tubuh bisa menghadirkan bau kentut yang tidak wajar, lho. Contohnya, jika kamu memiliki intoleransi laktosa, kamu tidak akan bisa mengurai laktosa, efeknya, senyawa ini akan difermentasi bakteri di usus.

Selain laktosa, beberapa orang juga memiliki intoleransi terhadap gluten dan penyakit celiac. Kedua kondisi ini bisa menyebabkan bau kentut menjadi tidak wajar.

Penyakit celiac sendiri merupakan penyakit autoimun yang membuat sistem imun merespon protein gluten. Kondisi ini menyebabkan inflamasi dan dan cedera di usus, sehingga terjadi malabsorpsi.

3. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan tertentu dapat menghasilkan gas saat sedang dicerna oleh tubuh. Salah satu contoh obat ini adalah antibiotik.

Antibiotik juga bisa membunuh beberapa bakteri baik di saluran pencernaan saat mereka bekerja menghancurkan infeksi di dalam tubuh. Dan hal ini membuat ketidakseimbangan di dalam saluran pencernaan.

Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan tubuh kamu menghasilkan bau kentut yang tidak wajar. Dan gas yang berlebihan ini juga bisa menghasilkan sensasi kembung dan konstipasi yang tidak nyaman.

4. Konstipasi

Saat konstipasi, artinya kamu memiliki tumpukan kotoran di usus besar. Ketika kamu tidak bisa buang air besar secara teratur, artinya kondisi ini akan menyebabkan pertumbuhan bakteri dan bau.

Dengan demikian, kentut kamu pun akan berbau tidak wajar. Untuk mengatasi konstipasi, obat paling mudah adalah dengan mengonsumsi laksatif.

5. Tumpukan bakteri dan infeksi saluran pencernaan

Saat tubuh mencerna makanan, nutrisi akan diekstrak dan disalurkan ke aliran darah. Lalu sampah atau sisa pencernaan akan dibawa ke usus besar, nah kalau ada gangguan dalam proses pencernaan ini, maka akan menyebabkan bakteri tumbuh dengan pesat.

Beberapa bakteri akan menyebabkan infeksi di usus dan saluran pencernaan, kondisi ini akan menghasilkan volume gas yang lebih banyak daripada kondisi normal dan baunya pun tidak wajar. 

Segera cari pertolongan medis untuk mengetahui apakah kamu menderita infeksi bakteri di dalam saluran pencernaan. Supaya dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat.

6. Kanker usus

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang yang mengidap kanker usus dapat mengalami bau kentut yang tidak wajar. Polip atau tumor yang tumbuh karena kanker dapat menyumbat saluran pencernaan dan membuat gas bertumpuk di usus.

Salah satu tanda awal dari penyakit ini adalah ketika kamu mengganti makanan atau obat-obatan untuk menghilangkan bau kentut, tapi tidak ada efek sama sekali. Dalam kondisi seperti ini, segeralah cari pertolongan medis dan hubungi dokter.

Pengobatan untuk kanker usus ini bergantung pada tingkat stadium kanker tersebut. Bisa saja dilakukan operasi pengangkatan tumor dan kamu diminta menjalani kemoterapi untuk membunuh sel kanker.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses 22 September 2020. Smelly Farts
  2. Medicalnewstoday.com (2020) diakses 22 September 2020. How do you stop smelly farts?
    register-docotr