Info Sehat

Bahaya Botol Plastik Isi Ulang Bisa Sebabkan Penyakit Serius

October 24, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penggunaan botol plastik secara berulang terus menjadi perbincangan. Pemakaian botol lebih dari satu kali dinilai dapat membantu menyelamatkan dan menjaga lingkungan. Di sisi lain, ada sejumlah bahaya botol plastik isi ulang yang mengintai setiap saat.

Bahaya tersebut berhubungan dengan kesehatan dan risiko munculnya berbagai penyakit serius. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Setop Gunakan Plastik untuk Membungkus Makanan Panas, Ini Bahayanya!

Bahan botol plastik minuman kemasan

bahaya botol plastik isi ulang
Simbol kode angka pada botol. Sumber foto: www.methodrecycling.imgix.net

Sebelum mengetahui berbagai bahaya dari botol plastik, kamu perlu tahu bahan apa yang dipakai untuk membuat wadah air tersebut. Dilansir dari Healthline, botol plastik terbuat dari berbagai resin (zat padat tanpa bentuk) dan senyawa organik yang dapat diolah menjadi polimer sintetis.

Botol plastik memiliki kode daur ulang (recycling code) yang tercetak pada kemasannya. Kode ini bisa menginformasikan dari jenis plastik apa botol itu dibuat. Kode itu terdiri dari angka-angka berikut:

  • Angka 1: Polietilena tereftalat (PET atau PETE)
  • Angka 2: Polietilena densitas tinggi (HDPE)
  • Angka 3: Polivinil klorida (PVC)
  • Angka 4: Polietilena densitas rendah (LDPE)
  • Angka 5: Polipropilena (PP)
  • Angka 6: Polistirena (PS)
  • Angka 7: Bahan lainnya

Kebanyakan botol plastik minuman kemasan terbuat dari dari bahan nomor 1, 2, dan 7. Food and Drug Administration (FDA) telah menyerukan untuk pembatasan penggunaan berulang pada botol dengan kode tersebut.

Artinya, jika kamu membeli air kemasan yang mencantumkan tiga kode tersebut, sebaiknya hindari untuk menggunakannya secara berulang. Pemakaian berulang dapat menyebabkan reaksi dan perubahan zat pembentuk plastik yang bisa mengontaminasi air.

Bahaya botol plastik isi ulang

Seperti yang telah disebutkan, botol minuman kemasan sebaiknya tidak digunakan secara berulang, karena terbuat dari bahan sekali pakai. Beberapa efek negatif dari botol plastik isi ulang yang bisa terjadi di antaranya adalah:

1. Penyakit kanker

Salah satu bahaya botol plastik isi ulang yang jarang diketahui banyak orang adalah risiko penyakit kanker. Ini disebabkan oleh antimon, senyawa logam yang bisa menjadi zat karsinogenik.

Menurut sebuah penelitian pada 2011, antimon yang banyak ditemukan di botol plastik PET bisa larut ke dalam air dan mengontaminasi. Proses pelarutan ini dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah paparan suhu panas.

Itulah alasan mengapa sebaiknya kamu tidak meletakkan botol plastik berisi air di tempat panas atau meninggalkannya di dalam mobil dalam waktu yang lama.

Baca juga: Hati-hati, Ini Deretan Makanan Pemicu Kanker!

2. Infeksi bakteri

Bahaya botol plastik isi ulang berikutnya adalah bisa meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri. Mengutip Verywell Fit, botol yang telah dibuka rentan terpapar bakteri dan jamur dari luar, meski kamu menutupnya kembali setelah minum.

Bakteri bahkan bisa berasal dari tubuhmu sendiri, seperti tangan dan mulut. Menurut sebuah riset, penggunaan botol secara berulang bisa menciptakan celah atau keretakan di dinding botol. Hal ini dapat menjebak bakteri sehingga sulit untuk dihilangkan.

3. Masalah kesehatan lainnya

Dampak buruk dari penggunaan botol plastik berulang yang terakhir adalah dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius. Botol yang memiliki kode angka 7 misalnya, biasanya terbuat dari plastik polikarbonat dan jenis resin tertentu yang mengandung bisfenol A (BPA).

Dalam jumlah kecil, BPA tetap dapat larut ke dalam wadah plastik, meski bukan hanya yang sekali pakai. Dalam jangka panjang, penumpukan BPA di dalam tubuh dapat menyebabkan banyak masalah, seperti infertilitas pada pria dan wanita, gangguan prostat, hingga kanker payudara.

Selain itu, kandungan BPA juga bisa menyebabkan anak-anak mengalami pubertas dini. Dampak yang paling buruk dapat terjadi pada janin dan bayi, di mana perkembangan otaknya menjadi terganggu. Hal tersebut akan memengaruhi kemampuan kognitif dan perilaku anak.

Jika kamu ingin membeli botol yang bisa dipakai secara berulang, pastikan ada tulisan ‘BPA Free’ pada kemasannya.

Nah, itulah beberapa bahaya botol plastik isi ulang yang perlu kamu tahu. Selalu periksa kode angka di kemasan botol saat membelinya, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 13 Oktober 2020, Is It Safe to Reuse Plastic Bottles?
  2. Verywell Fit, diakses 13 Oktober 2020, Can I Reuse My Plastic Water Bottles?
  3. The University of Melbourne, diakses 13 Oktober 2020, Should you worry about reusing a plastic water bottle?
  4. Centre for Food Safety, diakses 13 Oktober 2020, Risk in Brief (Food Contact Materials).
  5. Food and Drug Administration (FDA), diakses 13 Oktober 2020, Bottled Water Everywhere: Keeping it Safe.
  6. Food and Drug Administration (FDA), diakses 13 Oktober 2020, CFR – Code of Federal Regulations Title 21.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 13 Oktober 2020, Bottled water: how safe is it?
  8. Tandfonline, diakses 13 Oktober 2020, Migration of antimony from PET bottles into beverages: determination of the activation energy of diffusion and migration modelling compared with literature data.

    register-docotr