Info Sehat

Awas Tertukar, Ini Perbedaan Sakit Perut akibat Virus dan Keracunan Makanan

October 27, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat kamu mengalami sakit perut hingga muntah atau diare yang parah, bisa jadi kamu sedang terkena keracunan makanan. Penyebab lainnya bisa juga karena virus. Agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang akurat, kamu perlu mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Definisi sakit perut akibat virus dan keracunan

Dilansir dari Medicalnewstoday, infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan biasa disebut dengan istilah virus lambung. Nama lainnya adalah viral gastroenteritis, dan ini memiliki beberapa strain yang berbeda.

Beberapa orang juga terkadang menyebutnya sebagai ‘flu perut’. Padahal ini menyesatkan, karena influenza sendiri adalah nama gangguan kesehatan yang menyerang sistem pernapasan.

Padahal keracunan makanan merupakan kondisi di mana kamu mengalami sakit perut akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Ini bisa terjadi akibat kondisi makanan yang telah rusak, disiapkan secara tidak higienis, atau terkontaminasi virus atau bakteri.

Baca juga: Kamu Sering Sakit Perut? Yuk, Kenali Jenis Obat Sakit Perut Berikut Ini

Penularan sakit perut akibat virus

Virus lambung memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, dan bisa menyebar dengan cepat.

Awal mula penularannya bisa terjadi sejak orang yang terinfeksi merasa sakit, atau selama beberapa hari pertama setelah masa penyembuhan. Virus ini menyebar dengan beberapa cara yakni:

  1. Makan makanan atau minum cairan yang telah terkontaminasi virus
  2. Melakukan kontak mulut langsung atau tidak langsung dengan orang yang terinfeksi
  3. Menyentuh permukaan benda yang terpapar virus
  4. Terkena muntahan dan kotoran orang yang terinfeksi.

Bagaimana sakit perut akibat keracunan makanan menular?

Bakteri dapat berkembang pesat jika makanan termasuk daging, produk susu, dan saus, tidak disimpan pada suhu yang tepat. Pada titik ini mereka akan menghasilkan zat beracun pada makanan lalu menyebabkan radang usus saat dimakan.

Kontaminasi silang sering menjadi penyebab terjadinya sakit perut akibat keracunan makanan. Hal ini disebabkan bakteri bisa dengan sangat mudah berpindah dari satu makanan ke makanan lainnya.

Gejala sakit perut karena virus vs keracunan makanan

Meski gejala keduanya sangat mirip satu sama lain, tetapi sakit perut akibat virus biasanya dicirikan dengan gejala-gejala meliputi:

  1. Diare yang mungkin berair atau berdarah
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Mual atau muntah
  4. Kram perut, atau nyeri otot
  5. Demam ringan
  6. Sakit kepala, dan
  7. Pusing.

Gejala-gejala di atas biasanya berlangsung selama 3-4 hari, tetapi dapat bertahan hingga 14 hari. Virus perut biasanya tidak menyebabkan tinja berdarah, tetapi jika ternyata ditemukan kotoran yang mengandung darah, hal ini bisa menandakan adanya infeksi yang lebih serius.

Gejala sakit perut karena keracunan makanan, bisa terjadi dalam beberapa jam setelah kamu selesai makan dan ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Diare berair atau berdarah
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Sakit perut dan kram
  5. Demam, menggigil, dan nyeri tubuh
  6. Pusing akibat dehidrasi

Gangguan perut akibat keracunan makanan bisa berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Salad, unggas mentah atau setengah matang, telur, makanan laut, dan produk berbahan dasar susu lainnya adalah makanan berisiko tinggi untuk terkontaminasi bakteri.

Baca juga: Muntah hingga Dehidrasi, Ciri-Ciri Keracunan Makanan Ini Patut Diwaspadai

Penanganan yang dapat dilakukan

Perawatan sakit perut akibat kedua hal di atas sangat tergantung pada organisme penyebab terjadinya infeksi. Namun secara ringkas, terapi suportif adalah langkah utama untuk mengatasi masalah kesehatan ini.

Terapi ini biasanya mencakup peningkatan hidrasi, istirahat, pengisian elektrolit, dan pengobatan demam. Cara ini biasanya diperlukan untuk menangani sakit perut akibat virus, karena virus tidak merespons antibiotik dan hanya bisa mati oleh kekebalan tubuh.

Namun apabila penyebabnya adalah keracunan makanan akibat keracunan, maka antibiotik atau obat antiparasit mungkin dapat diresepkan untuk mengatasinya.

Kapan perlu ke dokter

Segera periksakan diri kamu apabila setelah mengalami sakit perut, kamu mengalami tinja berdarah, muntah, tidak dapat menahan cairan selama 12 sampai 24 jam, pusing, demam di atas 40 derajat Celsius, dan sakit perut yang parah.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr