Info Sehat

Awas, Kenali Bahaya Memakai Kuku Palsu dan Kuteks Terlalu Sering!

August 19, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Meski terlihat cantik, pemakaian kuku palsu dan kuteks yang terlalu sering bisa berbahaya, lho. Oleh karena itu, sebelum mempercantik kuku maka kenali terlebih dahulu bahaya di baliknya yang mungkin terjadi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak berikut beberapa bahaya yang mungkin terjadi akibat pemakaian kuku palsu dan kuteks.

Baca juga: Jangan Dipencet! Ini Cara Tepat Mengobati Jerawat Meradang dan Bernanah

Bahaya pemakaian kuku palsu dan kuteks terlalu sering

Kuku tiruan bisa memanjangkan kuku yang pendek dan membuat jari-jari terlihat lebih ramping serta panjang. Akan tetapi, jika ingin kuku palsu menempel maka permukaan kuku asli harus dikikir sehingga bisa menipiskan dan membuatnya lemah.

Menurut American Academy of Dermatology, bahan kimia dalam produk yang digunakan untuk mengaplikasikan kuku palsu dapat mengiritasi kulit di sekitarnya.

Nah, ada beberapa bahaya yang mungkin disebabkan oleh pemakaian kuku palsu dan kuteks untuk jangka waktu panjang, antara lain:

Merusak struktur kuku

Untuk menghilangkan kuku palsu, kamu harus merendamnya dalam aseton atau mengikirnya. Jika ingin memakai kuku palsu selama lebih dari beberapa minggu, maka memerlukan perbaikan setiap 2 hingga 3 minggu untuk mengisi celah yang muncul saat kuku tumbuh.

Nah, sentuhan inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada kuku asli dan bisa membuatnya terlihat lebih tipis, rapuh, dan kering. Jika kuku palsu rusak, celah dapat terbentuk antara kuku palsu dan asli. Celah tersebut kemudian bisa memberikan lingkungan yang lembap dan hangat. 

Selain cat kuku, kuteks juga perlu diperhatikan frekuensi pemakaiannya karena bisa menyebabkan kerusakan akibat bahan kimia yang terkandung.

Pembersihan kuteks harus benar karena penghilang cat kuku bisa bersifat keras dan tidak baik untuk kesehatan kulit jika digunakan terlalu sering.

Memicu risiko infeksi

Kuku tiruan terbuat dari berbagai bahan yang mungkin tidak merusak kuku alami, namun terkadang bisa juga menyebabkan masalah infeksi. Jenis kuku palsu yang populer, yakni kuku akrilik dan gel di mana keduanya membutuhkan pengawetan dengan sinar ultraviolet. 

Ketika kuku ini mengalami kerusakan maka akan muncul celah yang bisa memberikan lingkungan menjadi lembap dan hangat, sehingga infeksi mudah berkembang. Tak hanya itu, infeksi juga bisa terjadi jika kuku palsu terlalu panjang dan kaku, atau dioleskan dengan alat yang tidak sehat.

Penggunaan kuteks dengan bahan kimia juga bisa menyebabkan infeksi yang akan ditandai dengan kemerahan, bengkak, hingga bernanah.

Jika dibiarkan, infeksi jamur ini bisa memicu rasa gatal hingga berisiko menyebabkan kuku menguning dan rapuh.

Munculnya reaksi alergi

Bahaya pemakaian kuku palsu dan kuteks lainnya yang perlu diketahui adalah reaksi alergi. Alergi sendiri dapat terjadi ketika bahan yang digunakan pada kuku palsu dan kuteks tidak dapat diterima oleh tubuh sehingga memicu reaksi alergi. 

Pada cat kuku, alergen utama yang menyebabkan dermatitis kontak adalah resin tosylamide formaldehyde. Jika kamu memiliki kulit yang sensitif, biasanya akan timbul reaksi alergi seperti kuku memerah, bengkak, dan gatal.

Untuk itu, selalu pastikan kandungan dalam cat kuku agar terhindar dari alergi. Apabila gejala akibat alergi semakin parah, maka segera periksakan dengan dokter untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Baca juga: Simak Begini Cara Menggemukan Badan dengan Makanan Sehat!

Cara meminimalkan bahaya penggunaan kuku palsu dan kuteks

Bahaya dan risiko penggunaan kuku palsu dan kuteks bisa dikurangi dengan memerhatikan beberapa hal. Beberapa tips yang bisa diikuti antara lain sebagai berikut:

Pilih jenis kuku palsu yang aman

Kuku gel rendam sedikit lebih mudah dipasang dibandingkan kuku akrilik karena fleksibel. Hal ini berarti jenis kuku palsu tersebut cenderung menjadi tidak cepat retak dan mencegah infeksi muncul. Lakukan perawatan kuku dengan ahlinya untuk menghindari risiko bahaya lainnya.

Gunakan lampu LED untuk mengerasskan kuku di salon

Biasanya kuku gel membutuhkan sinar ultraviolet atau UV yang tersedia di salon untuk mengeraskan. LED di salon memancarkan tingkat radiasi lebih rendah sehingga menghindari paparan berbahaya lain yang mungkin terjadi.

Hindari memangkas kutikula

Bahaya bisa dihindari dengan meminta teknisi kuku untuk melewati pemotongan kutikula. Kutikula sendiri berguna untuk melindungi kuku dan kulit di sekitarnya dari infeksi. Saat kutikula dipotong, bakteri dan kuman menjadi lebih mudah masuk sehingga mengakibatkan infeksi.

Demikian informasi tentang bahaya di balik pemakaian kuku palsu dan kuteks berlebihan bagi kesehatan. Gunakan secara wajar hanya di salon yang terpercaya dan konsultasikan ke dokter jika timbul reaksi alergi,

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. American Academy of Dermatology, diakses 18 Agustus 2020. ARTIFICIAL NAILS: DERMATOLOGISTS’ TIPS FOR REDUCING NAIL DAMAGE
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 18 Agustus 2020. Can I harm my natural nails by wearing artificial nails?
  3. US National Library of Medicine (2017), diakses 18 Agustus 2020. Allergy to hypoallergenic nail polish: does this exist?
    register-docotr