Info Sehat

Sering Alami Kedutan pada Mata? Ini Penjelasan Medis

May 30, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Berbagai mitos mengenai arti kedutan mata banyak berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Mitosnya mulai dari akan mendapat rezeki, hingga disebut akan bertemu dengan keluarga jauh. 

Meski seringkali dikaitkan dengan mitos, namun kedutan mata dapat dipahami dari sisi medis, lho. Kedutan pada mata mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu yang sedang kamu alami.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai arti kedutan mata dari sisi kesehatan? Yuk, simak penjelasan berikut.

Arti kedutan mata dari sisi kesehatan

Kedutan pada mata biasanya bukan pertanda penyakit serius. Namun ada beberapa kasus yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

Dari sisi kesehatan, seperti dikutip dari My.clevelandclinic.org, setidaknya ada tiga jenis kedutan mata yang paling sering terjadi.

Jenis kedutan mata

Blepharospasm

Kedutan jenis ini bisa terjadi pada salah satu mata, namun kadang terjadi pada kedua mata sekaligus. Kedutan jenis ini akan membuat kelopak mata bergerak (berkedut) terus menerus selama satu hingga dua menit. 

Kedutan biasanya akan berhenti atau ada jeda beberapa detik sebelum kembali berkedut. Biasanya kondisi ini tidak menyakitkan dan tidak berbahaya.

Namun ada pasien yang mengalami kedutan hingga matanya tidak bisa dibuka selama beberapa jam. Sehingga kejadian ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kedutan jenis ini biasa disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelelahan, stres dan kurang tidur. Artinya seseorang yang mengalami kedutan jenis ini butuh lebih banyak waktu beristirahat.

Bisa juga disebabkan oleh penggunaan alkohol, kafein ataupun efek dari tembakau. Atau penyebab lain yang umum ditemukan yaitu iritasi kornea mata atau konjungtiva (selaput yang melapisi mata). 

Pada kasus tertentu kedutan jenis ini bisa menjadi tanda peradangan kelopak mata, masalah pada sensitivitas cahaya dan adanya penyakit menular. 

Selain itu ada juga penyebab lain, yaitu gangguan kesehatan otak dan juga sistem saraf seperti bell’s palsy, dystonia, parkinson dan sindrom tourette. 

Meskipun jarang terjadi, tapi dokter akan memberikan perawatan bagi kedutan yang dianggap dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Dokter akan memberikan pereda kedutan agar otot mata lebih tenang. 

Myokymia

Kedutan jenis ini seringkali dianggap versi lebih ringan dari blepharospasm. Dari sisi medis kedutan jenis ini dijelaskan sebagai terjadinya kontraksi otot secara spontan dan biasanya terjadi hanya pada satu bagian mata. 

Kedutan jenis ini bisa terjadi pada kelopak atas atau bagian bawah mata. Dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat, tidak sampai berhari-hari.

Dalam banyak kasus, kedutan jenis ini bersifat jinak. Myokymia juga biasanya tidak dikaitkan dengan adanya kondisi medis tertentu.

Dari sisi medis belum diketahui pasti penyebab terjadinya myokymia, namun sama seperti blepharospasm, biasanya akan dikaitkan dengan kelelahan, stres, kelebihan kafein, alkohol atau mata kering. 

Hemifacial spasm

Hemifacial spasm atau bahasa umumnya adalah kejang atau kedutan di bagian wajah. Bisa terjadi di separuh area wajah atau pada bagian tertentu di wajah, termasuk di bagian mata. 

Penyebabnya terkadang tidak dapat diidentifikasi. Namun dalam beberapa kasus biasanya karena adanya masalah pada saraf wajah pasien. Atau adanya tumor di daerah wajah. 

Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan obat untuk meredakan kedutan. Bisa juga dengan tindakan injeks, untuk melumpuhkan otot sementara waktu. 

Atau pada kasus tertentu dokter mungkin akan menganjurkan dilakukannya bedah dekompresi mikrovaskular yakni pembedahan di bagian kepala untuk mengatasi masalah saraf wajah.  

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd.com diakses 27 Mei 2020 Why Does My Eye Twitch? 
  2. Mayoclinic.org diakses 27 Mei 2020 Eye Twitching
  3. Clevelandclinic diakses 27 Mei 2020 Eyelid Twitching 
    register-docotr