Info Sehat

Apa Itu Overdosis Obat: Kenali Ciri-ciri, Pertolongan Pertama dan Cara Pencegahannya

August 19, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mengonsumsi obat lebih dari dosis yang seharusnya hingga menimbulkan efek buruk bagi kesehatan disebut sebagai overdosis obat. Kondisi ini bisa terjadi karena disengaja karena kecanduan obat,contohnya psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

Namun, bisa juga terjadi karena tidak sengaja, seperti minum obat tidak sesuai dengan yang telah diresepkan. Disengaja atau tidak, kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh. Untuk lebih mengenal tentang overdosis obat, yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal ciri-ciri overdosis obat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, overdosis obat bisa menyebabkan masalah kesehatan. Walau cirinya berbeda-beda tergantung dari obat yang dikonsumsi, jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan hal yang berbahaya bagi tubuh, termasuk kematian.

Untuk lebih mewaspadai terjadinya overdosis obat, berikut beberapa ciri-ciri umum dari seseorang yang mengalaminya.

Ada masalah tanda vital tubuh

Masalah tanda vital bisa berupa denyut nadi yang lambat, lebih cepat atau tidak teratur. Bisa juga masalah suhu tubuh, seperti hipertermi atau saat suhu tubuh terlalu tinggi biasanya melampaui 40 derajat Celcius.

Atau bisa juga terjadi hipotermia atau saat suhu tubuh mendadak turun drastis di bawah suhu normal, yaitu rata-rata 37 derajat Celcius..

Gangguan pernapasan

Seseorang yang overdosis obat juga bisa menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Bisa berupa kesulitan bernapas atau sesak napas. Atau seseorang juga akan bernapas dengan cepat saat mengalami overdosis obat.

Perubahan warna kulit

Overdosis bisa menunjukkan gejala kulit yang memucat atau terlihat kebiruan jika obat memengaruhi pernapasan. Bisa juga terlihat memerah, jika terkait dengan sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Hilang kesadaran

Overdosis obat juga dapat menyebabkan kebingungan dan juga tidak responsif. Bahkan bisa sampai menyebabkan orang kehilangan kesadaran, baik itu pingsan hingga koma.

Ciri-ciri lainnya

Kondisi yang mungkin terjadi saat seseorang mengalami overdosis obat antara lain:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Muntah darah
  • Darah pada feses
  • Nyeri dada

Jika overdosis obat terjadi pada mereka yang kecanduan NAPZA, risikonya lebih berbahaya. Apalagi untuk mereka yang menggunakan jarum suntik sebagai alat memasukkan obat. Obat yang disuntikkan atau intravena akan menunjukkan reaksi lebih cepat daripada obat-obatan yang diminum.

Apa yang harus dilakukan jika ciri-ciri overdosis obat terjadi?

Dilansir dari Amerika Addiction Centers, jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami overdosis obat, segera cari bantuan medis. Jika terjadi pada orang lain, jangan tinggalkan orang tersebut sampai petugas medis tiba.

Hal lain yang bisa kamu lakukan jika bersama dengan orang yang mengalami overdosis obat antara lain:

  • Jika orang tersebut dalam kondisi pingsan, kamu perlu berjaga-jaga jika sewaktu-waktu orang tersebut muntah. Muntah harus dikeluarkan, karena jika muntahan kembali tersedot ke dalam tubuh dapat masuk ke paru paru dan membahayakan orang tersebut.
  • Jika kamu mengetahui obat-obatan yang diminum, segera sampaikan kepada petugas medis. Ini akan membantu mempercepat penanganan.
  • Apabila orang tersebut masih dalam kondisi sadar, jangan beri makan atau minuman apapun. Tunggu sampai petugas medis datang dan memberi bantuan.

Pertolongan yang umum dilakukan petugas medis

Jika petugas medis mendapat laporan mengenai kasus overdosis obat, kemungkinan mereka akan melakukan:

  • Memompa perut. Ini dilakukan untuk mengeluarkan zat-zat dari perut.
  • Pemberian arang aktif. Arang aktif dapat menyerap obat yang sudah berada di saluran pencernaan.
  • Memancing muntah. Petugas medis akan membuat orang yang overdosis obat memuntahkan isi perutnya, untuk mengeluarkan zat-zat yang membahayakan.
  • Memberikan bantuan napas. Membersihkan saluran napas atau menggunakan selang pernapasan mungkin dilakukan jika terjadi masalah pada pernapasan.
  • Terakhir, pemberian obat tambahan. Pada kasus overdosis tertentu petugas medis mungkin saja akan memberikan obat lain yang berguna sebagai penawar obat yang menyebabkan overdosis.

Jika overdosis obat terjadi karena disengaja untuk melukai diri sendiri, umumnya selain penanganan yang sudah disebutkan, pasien memerlukan intervensi psikiatri dan melakukan perawatan lebih lanjut.

Apakah overdosis obat dapat dicegah?

Jika terjadi tidak disengaja, kamu perlu memerhatikan dosis penggunaan obat sebagai tindak pencegahan overdosis. Gunakan obat sesuai dengan yang telah direkomendasikan dokter.

Jangan menggabungkan penggunaan obat tanpa sepengetahuan dokter. Sebaiknya kamu konsultasikan kepada dokter jika perlu mengonsumsi obat yang berbeda dalam satu waktu sekaligus.

Namun, jika overdosis obat terjadi pada orang pecandu NAPZA, pencegahan terbaik adalah berhenti menggunakannya. Kamu bisa melakukan rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan tersebut.

Apabila overdosis obat terjadi dengan tujuan melukai diri sendiri atau karena pikiran bunuh diri, sebaiknya konsultasikan kepada dokter ahli jiwaan dengan begitu kamu bisa mendapatkan perawatan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan obat-obatan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. American Addiction Centers diakses 18 Agustus 2020 Overdose Symptoms: Understanding the Risk of Drug Overdose 
  2. Webmd diakses 18 Agustus 2020 Drug Overdose 
  3. Healthline diakses 18 Agustus 2020 Drug Overdose
    register-docotr