Info Sehat

5 Cedera yang Mungkin Terjadi Akibat Kecelakaan Mobil

October 2, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Tahukah kamu, jika kecelakaan lalu lintas menyebabkan kematian hingga 1,35 juta nyawa di seluruh dunia setiap tahunnya? Data tersebut dikutip dari situs WHO, yang juga menyebutkan bahwa 20 hingga 50 juta orang lainnya menjadi korban kecelakaan lalu lintas dengan cedera non-fatal.

Nah berikut ini, adalah daftar cedera yang mungkin dialami saat seseorang mengalami kecelakaan mobil. Beberapa di antaranya termasuk non-fatal, tapi ada juga yang bisa berakibat fatal dan mengancam jiwa. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar lengkapnya.

Baca Juga: 7 Prosedur Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang Wajib Kamu Ketahui

5 cedera paling umum dalam kecelakaan mobil

Dilansir dari abi.org berikut 5 jenis cedera kecelakaan mobil yang paling umum terjadi, dari cedera kepala hingga kaki.

Cedera otak traumatis

Cedera otak traumatis adalah salah satu cedera yang berbahaya. Diakibatkan oleh guncangan atau hantaman keras pada kepala hingga memengaruhi sel-sel otak seseorang untuk sementara waktu.

Kondisi ini dapat menyebabkan memar, jaringan robek, perdarahan dan kerusakan fisik lainnya. Cedera otak adalah yang paling ditakuti, karena dapat menimbulkan efek jangka panjang atau komplikasi yang mengancam jiwa.

Beberapa gejala bisa terlihat tak lama setelah kecelakaan terjadi. Namun, gejala lainnya baru akan muncul beberapa hari hingga beberapa minggu kemudian. Berikut beberapa gejala yang biasanya muncul di awal dan menandakan cedera ringan.

  • Linglung atau bingung
  • Hilang kesadaran beberapa detik hingga menit
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Lelah
  • Penglihatan kabur
  • Telinga berdering
  • Lebih peka pada cahaya atau suara.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan bertahap untuk memastikan kemungkinan gejala lain yang timbul di kemudian hari.

Cedera leher

Hentakan saat mengalami kecelakaan mobil dapat menyebabkan ketegangan pada leher atau yang umum disebut whiplash. Cedera terjadi akibat peregangan serta robekan pada otot dan tendon di leher saat kecelakaan.

Berikut ciri-ciri cedera leher setelah kecelakaan mobil:

  • Mirip seperti terkilir, leher akan terasa kaku dan nyeri
  • Kamu akan kesulitan menggerakkan leher, sekalipun hanya untuk menganggukkan kepala
  • Kamu juga tidak bisa menggerakkan leher untuk menengok ke samping kanan atau kiri
  • Sakit atau nyeri terasa dari pangkal tengkorak hingga ke arah dahi.

Cedera leher ini tidak cuma terjadi karena kecelakaan mobil. Pukulan keras di sekitar leher juga bisa menyebabkan kondisi serupa. Bahkan bisa lebih parah jika disertai dengan gegar otak. Gejalanya bisa berupa sulit bicara, pusing, bingung, mual hingga tidak sadarkan diri.

Goresan akibat benda di dalam mobil

Guncangan di dalam mobil saat mengalami kecelakaan akan membuat benda-benda terlempar. Gelas, buku, handphone, gantungan atau apapun yang ada di sekitar bisa berisiko membuatmu cedera.

Cedera akibat luka ini biasanya berbentuk goresan. Jika ringan, goresan hanya membutuhkan obat untuk mencegah infeksi. Namun jika goresan yang terjadi cukup parah, dibutuhkan jahitan untuk menutup luka.

Cedera dada

Meski namanya cedera dada, tapi juga termasuk kondisi tulang dada, otot, paru-paru dan bagian tubuh lain yang masih berada di sekitarnya termasuk tulang rusuk. Tingkatan cedera pun berbeda-beda.

Mulai dari cedera ringan seperti memar akibat benturan hingga cedera berat seperti patah tulang rusuk. Kondisi patah tulang rusuk biasanya dapat menyebabkan infeksi.

Lebih lanjut, selain infeksi patah tulang rusuk juga dapat menimbulkan komplikasi seperti adanya darah di sekitar ruang paru-paru (haemothorax) atau adanya udara di sekitar ruang paru-paru (pneumotoraks).

Saat terjadi kecelakaan, biasanya korban akan ditanyai gejala umum seperti:

  • Nyeri dada yang semakin parah saat batuk
  • Nyeri punggung
  • Adanya bengkak atau memar
  • Rasa sakit saat menarik napas
  • Atau kesulitan bernapas

Gejala-gejala di atas menunjukkan korban perlu dirujuk ke rumah sakit untuk memastikan kondisi setelah kecelakaan mobil yang dialaminya.

Cedera tangan dan kaki

Cedera tangan dan kaki adalah kondisi yang paling mungkin dialami saat kecelakaan mobil.

Jenis cedera tangan yang mungkin terjadi:

  • Cedera pergelangan tangan. Umumnya berupa pergelangan tangan patah atau fraktur radius distal. Jika kondisinya cukup parah, diperlukan pembedahan untuk mengatasinya.
  • Cedera bahu. Ini sangat mungkin terjadi saat bahu terbentur kemudi atau dasbor. Atau korban kecelakaan memang sengaja menahan berat tubuh dan bertumpu menggunakan bahu.
  • Cedera jaringan lunak. Cedera ini termasuk terkilir, memar dan kerusakan lain pada otot, tendon dan ligamen di sekitar tangan hingga bahu.

Jenis cedera kaki yang mungkin terjadi:

  • Trauma lutut. Saat mengalami kecelakaan mobil, lutut bisa membentur dasbor dan menyebabkan nyeri tempurung lutut. Dalam kasus parah, dibutuhkan tindakan pembedahan. Namun dalam kasus ringan, dibutuhkan waktu istirahat untuk menunggu hilangnya rasa sakit.
  • Patah tulang. Bukan cuma tulang di sekitar dada atau tangan yang bisa patah akibat kecelakaan mobil. Tulang kaki dan pinggul juga bisa terkena dampak. Umumnya orang yang mengalami patah tulang karena kecelakaan, disebabkan benturan dari arah belakang atau samping.
  • Cedera jaringan lunak. Cedera ini termasuk terkilir, memar dan kerusakan lain pada otot, tendon dan ligamen di sekitar kaki.

Baca Juga: Memahami Sindrom Whiplash, Catat Ini Bukan Nyeri Leher Biasa!

Kondisi lain yang mungkin terjadi

Cedera berikut ini tidak seumum yang sudah disebutkan di atas. Tapi siapapun bisa mengalaminya setelah terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil.

Cedera disk hernia

Perubahan posisi ruas tulang belakang yang tidak normal, sehingga menyebabkan rasa nyeri. Jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menimbulkan komplikasi yang menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.

Perdarahan dalam

Jika luka berdarah bisa segera diobati, perdarahan di dalam tidak bisa langsung diketahui. Itu sebabnya ketika mengalami kecelakaan mobil parah, siapapun akan diminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak terjadi perdarahan di dalam tubuh.

Post-traumatic stress disorder (PTSD)

PTSD atau dalam bahasa Indonesia disebut gangguan stres pasca-trauma adalah kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh kejadian mengerikan, termasuk kecelakaan mobil yang mengancam jiwa. Orang dengan PTSD membutuhkan waktu untuk mengatasi rasa traumanya.

Jika kondisi berlangsung lebih dari satu bulan dan semakin memburuk. Tanda kondisi memburuk seperti muncul keinginan bunuh diri, sebaiknya cari bantuan dari ahli kesehatan mental untuk mengatasi kondisi tersebut.

Demikian kemungkinan cedera akibat kecelakaan mobil yang perlu diwaspadai. Patuhi tata tertib dan hindari menyetir saat mengantuk atau tidak menyetir di bawah pengaruh alkohol adalah pencegahan yang bisa dilakukan, demi melindungi diri dari risiko cedera kecelakaan mobil.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayoclinic, diakses 1 Oktober 2020
Traumatic brain injury
Mayoclinic, diakses 1 Oktober 2020
PTSD
Webmd, diakses 1 Oktober 2020
Neck Strain and Whiplash
Health Direct, diakses 1 Oktober 2020
Chest injuries
Abi.org, diakses 1 Oktober 2020
The 5 Most Common Car Accident Injuries

    register-docotr