Covid-19

Benarkah Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Terkena Virus Corona?

July 11, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Vitamin D dikenal jadi salah satu nutrisi yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat banyak orang yang bertanya-tanya, benarkah vitamin D bisa menurunkan risiko terkena virus corona?

Seperti yang kita tahu, virus corona sangat rentan menyerang orang-orang dengan sistem imun rendah. Pada awal pandemi, tren berjemur untuk mendapat asupan vitamin D juga populer di kalangan masyarakat.

Lalu sebenarnya bagaimana sih peran vitamin D pada tubuh kita? Apakah benar vitamin D dapat menurunkan risiko terinfeksi virus corona? Ini ulasannya untuk kamu.

Mengenal lebih dalam tentang vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak dan memainkan sejumlah peran penting dalam tubuh. Tubuh akan memproduksi vitamin D ketika sinar matahari langsung mengubah bahan kimia di kulit menjadi bentuk aktif vitamin (calciferol).

Vitamin D tidak ditemukan dalam banyak makanan, tetapi kamu bisa mendapatkannya dari susu, sereal, dan ikan berlemak seperti salmon, makarel dan sarden.

Selain berperan dalam sistem imun, vitamin D juga jadi salah satu nutrisi yang berperan penting pada kesehatan tulang dan gigi. Itu karena kalsium, komponen utama tulang, hanya dapat diserap oleh tubuh ketika vitamin D tercukupi.

Peran vitamin D pada sistem imun

Sistem imun merupakan benteng pertahanan pertama tubuh dari ancaman berbagai macam infeksi dan penyakit. Nah, vitamin D ini memainkan peran penting dalam meningkatkan respons imun.

Vitamin D dikenal dapat meningkatkan fungsi dan respon sel-sel imun dalam mengenali ancaman dari infeksi penyakit. Dikutip dari Healthline, kekurangan vitamin D bisa membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit.

Kurangnya asupan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan. Termasuk di antaranya tuberkulosis, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta infeksi pernapasan akibat virus dan bakteri.

Hubungan antara vitamin D dan virus corona

Hingga saat ini belum ada penelitian yang secara spesifik melihat dampak antara konsumsi vitamin D dengan risiko terkena covid-19.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya vitamin D dapat merusak fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena penyakit pernapasan. 

Selain itu, beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa suplemen vitamin D dapat meningkatkan respons kekebalan dan melindungi kamu dari infeksi pernapasan secara keseluruhan.

Sebuah riset baru-baru ini yang melibatkan 11.321 orang dari 14 negara menunjukkan bahwa pemberian suplemen vitamin D menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada mereka yang kekurangan vitamin D dan maupun mereka yang memiliki kadar memadai.

Jadi, meskipun belum ada bukti ilmiah yang jelas menyebutkan bahwa konsumsi cukup vitamin D dapat spesifik melindungi kamu dari COVID-19, perlu diketahui bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan kerentanan kamu terhadap infeksi dan penyakit secara keseluruhan.

Kesimpulannya, konsumsi vitamin D dalam jumlah banyak bukanlah cara utama untuk menghindari virus corona. Tapi dengan konsumsi vitamin D yang cukup, tubuh kamu akan punya pertahanan lebih kuat dari berbagai ancaman penyakit.

Jika kamu tertarik untuk mulai mengonsumsi vitamin D untuk memperkuat kekebalan tubuh, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis ahli.

Tips tepat mengonsumsi vitamin D

Bolehkah minum suplemen vitamin D dalam jumlah banyak? Meskipun suplemen vitamin D sangat aman, mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan setiap hari bisa berbahaya dalam jangka panjang.

Dilansir BBC, berikut saran konsumsi jika kamu ingin menjadikan vitamin D sebagai suplemen harian:

  • Anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari 50 mikrogram sehari
  • Bayi (di bawah 12 bulan) tidak boleh mengonsumsi lebih dari 25 mikrogram sehari
  • Orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 100 mikrogram per hari, dengan jumlah yang disarankan 10 mikrogram per hari

Dosis yang lebih tinggi kadang-kadang direkomendasikan oleh dokter untuk pasien yang didiagnosis mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D terbukti berperan penting dalam sistem imunitas tubuh kita, namun belum ada penelitian spesifik yang membuktikan bahwa konsumsi vitamin D dapat menurunkan risiko terinfeksi COVID-19.

Konsumsilah vitamin D secara bijaksana dan sesuai dengan anjuran dokter. Lakukan pembatasan fisik (physical distancing), gunakan masker di tempat umum, serta mencuci tangan masih menjadi langkah pencegahan utama untuk menghindari COVID-19.

Pantau perkembangan situasi pandemi di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 7 Juli 2020. Can Vitamin D Lower Your Risk of COVID-19?

Mayo Clinic. Diakses pada 7 Juli 2020. Vitamin D

BBC. Diakses pada 7 Juli 2020. Coronavirus: Should I start taking vitamin D?

    register-docotr