Covid-19

Virus Corona Bisa Bertahan pada Anak Berminggu-minggu Tanpa Gejala, Benarkah?

September 1, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Virus corona bisa menyerang siapa saja, termasuk anak usia dini. Berbeda dengan orang dewasa yang umumnya menunjukkan gejala tertentu, anak-anak biasanya tidak memperlihatkan tanda apapun dalam jangka waktu cukup lama.

Beberapa waktu terakhir, beredar kabar bahwa virus corona dapat bertahan pada anak tanpa gejala selama berminggu-minggu. Lalu seperti apa penjelasan lebih rinci mengenai hal ini?

Mengapa reaksi anak terhadap COVID-19 berbeda dengan orang dewasa?

Dilansir Mayoclinic, disebutkan bahwa kondisi anak yang umum mengalami demam, membuat mereka cenderung lebih kebal pada virus ini. Hal ini membuat tubuh mereka jadi tidak banyak bereaksi terhadap virus corona yang memiliki dampak menyerupai gejala demam.

Ada pula kemungkinan daya tahan tubuh anak memberikan respons berbeda terhadap paparan virus ini. Maka dari itu, tubuh mereka pun tidak memunculkan gejala sebanyak orang dewasa meski sudah terinfeksi.

Hal ini terbukti secara ilmiah, salah satunya lewat sebuah laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Disebutkan bahwa sebagian besar anak-anak penderita COVID-19 di Amerika Serikat hanya menunjukkan gejala ringan seperti demam atau batuk.

Sementara itu orang dewasa lebih mudah mengalami gejala, karena kekebalan tubuh yang dimilikinya lebih reaktif terhadap virus corona.

Baca juga: Cara Tepat Gunakan Candesartan, Obat untuk Tekanan Darah Tinggi

Dapatkah virus corona bertahan lama di anak-anak tanpa gejala apapun?

Dilansir dari Dw, beberapa waktu lalu para dokter di the Children’s National Hospital, Washington, AS, menemukan sebuah fakta menarik.

Mereka mengemukakan bahwa virus corona dapat bertahan pada anak selama beberapa minggu, meski tidak ditandai gejala apapun.

Ini berarti anak-anak yang terinfeksi mungkin hanya memiliki gejala ringan atau bahkan tidak terlihat sakit sama sekali. Tanpa sadar, anak yang telah terinfeksi tetap bisa menularkan virus corona kepada orang lain.

Fakta ini menjadi sangat penting bagi penentuan kebijakan protokol kesehatan di masa depan. Apalagi para ahli juga menyebutkan bahwa muatan virus corona pada anak-anak jumlahnya terbilang sangat tinggi.

Penelitian terbaru tentang lama virus corona bertahan di anak-anak

Kenyataan bahwa virus corona ternyata bisa bertahan lama pada anak tanpa gejala juga didukung oleh sebuah penelitian terbaru.

Diterbitkan pada 28 Agustus 2020 di situs jurnal kesehatan JAMA Pediatrics. Penelitian yang dipimpin oleh Robert L. DeBiasi dan Meghan Delaney ini menganalisis data 91 anak penderita COVID-19.

Pengambilan sample data tersebut dilakukan di 22 rumah sakit di Korea Selatan.

Pertimbangannya karena tidak seperti di Amerika Serikat, anak yang dites positif COVID-19 di Negeri Ginseng akan tetap berada di rumah sakit sampai mereka benar-benar sembuh dari infeksi.

Berapa lama virus corona bisa bertahan pada anak-anak?

Berdasarkan penelitian tersebut, hasilnya diketahui bahwa 20 anak tidak menunjukkan gejala apapun meski sudah terinfeksi COVID-19. Lalu 18 di antaranya mulai memperlihatkan gejala klinis dalam beberapa waktu kemudian.

Sisanya sebanyak 53 anak sedari awal telah memiliki ciri-ciri terkena virus corona. Penelitian tersebut juga menunjukkan perbedaan yang cukup besar dalam lamanya anak-anak penderita COVID-19 menunjukkan gejala.

Sebanyak 18 pasien yang disebutkan di atas mulai menunjukkan gejala dalam rentang waktu antara 1 sampai 25 hari. Hanya sekitar 7 persen yakni 6 anak yang diidentifikasi terinfeksi COVID-19 karena sejak awal telah menunjukkan gejala klinis.

Baca juga: Begitu Lezat, Simak Berbagai Kandungan Gizi Susu Berikut Ini

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa virus corona bisa bertahan dalam jangka waktu sekitar 3 minggu pada anak tanpa gejala.

Hal ini mendorong kita untuk lebih ketat mengawasi keseharian mereka agar bila terinfeksi mereka tidak menyebarkan virus ini pada orang lain.

Meski begitu perlu diingat bahwa hasil penelitian di atas tetap perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk melengkapi beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan.

Misalnya kaitan antara ditemukannya jejak virus selama 3 minggu setelah terinfeksi COVID-19 dengan tingkat penyebaran virus dan semacamnya.

Setelah mengetahui fakta di atas, sudah saatnya kita semakin waspada dalam menjaga anak-anak dalam kesehariannya. Tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari agar terhindar dari virus corona.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

COVID-19 (coronavirus) in babies and children, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-in-babies-and-children/art-20484405#:~:text=Children%20of%20all%20ages%20can,show%20any%20symptoms%20at%20all.

Symptomatic and Asymptomatic Viral Shedding in Pediatric Patients Infected With Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/2770149 diakses pada 31 Agustus 2020

Asymptomatic children can carry coronavirus for weeks, study finds https://www.dw.com/en/asymptomatic-children-can-carry-coronavirus-for-weeks-study-finds/a-54749938 diakses pada 31 Agustus 2020

  

 

    register-docotr