Covid-19

Tetap Beraktivitas di Luar Rumah, Terapkan Ventilasi Durasi Jarak (VDJ) demi Kurangi Risiko Kena Covid-19!

September 9, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Penyebaran virus Covid-19 yang semakin mudah seperti sekarang ini memaksa semua orang untuk mengubah pola hidup secara drastis. Nah, salah satu yang paling disarankan adalah memahami penerapan ventilasi durasi jarak dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, sayangnya tidak semua orang bisa mematuhi protokol kesehatan tersebut sehingga memicu penyebaran virus yang lebih luas. Untuk lebih jelasnya, yuk simak berikut penjelasan mengenai hubungan antara VDJ dan risiko terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Masker Spirulina: Manfaat dan Cara Pemakaiannya yang Tepat!

Apa itu ventilasi durasi jarak atau VDJ?

Ventilasi, durasi, dan jarak sosial ditekankan secara luas untuk mengendalikan pandemi Covid-19 yang berlangsung di ruang terbatas.

Masih banyak yang mempertanyakan keefektifan dari konsep ventilasi durasi jarak atau VDJ ini. Nah, agar lebih paham berikut penjelasan mengenai VDJ yang perlu kamu ketahui.

Ventilasi

Perlu diketahui, risiko penyebaran virus Covid-19 akan lebih rendah jika berada di aliran udara yang segar. Karena itu, ketika berada di ruangan tertutup seperti ber-AC maka udara akan kembali resirkulasi dan menyebabkan virus menular pada orang lain dengan cepat.

Menurut laporan Centre for Disease Control and Prevention atau CDC, ditemukan bahwa 3 keluarga terkena wabah penyakit corona ini di sebuah restoran ber-AC di Guangzhou, China.

Untuk itulah, restoran tersebut akhirnya membuat jarak antar meja menjadi lebih jauh dan meningkatkan ventilasi.

Suhu dingin terutama ruangan tertutup bisa memengaruhi penyebaran wabah ini karena virus menjadi mudah menyerang manusia. Tidak hanya itu, kondisi lingkungan seperti itu juga akan membuat virus berkembang lebih cepat dan dalam waktu yang lama.

Durasi

Selain ventilasi, risiko terinfeksi virus corona juga bisa diperkecil dengan mengetahui konsep durasi. Durasi yang dimaksud ini juga menentukan mudahnya penyebaran virus corona di dalam suatu lingkungan tertentu.

Misalnya, jika kamu berinteraksi dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19 dalam waktu lama maka berisiko tinggi tertular. Karena itu, sangat dianjurkan untuk mengenakan masker dengan benar untuk mengurangi risiko tertular virus dari penderitanya. 

Semakin lama kita berdiam pada satu tempat yang ramai dengan ventilasi yang buruk, maka semakin tinggi pula resiko kita terpapar virus Covid-19.

Penularan virus corona semakin mudah terjadi melalui berbagai cara, karena itu sebisa mungkin untuk mempersingkat waktu ketika berinteraksi dengan orang lain. Hindari juga berada di luar rumah terlalu lama dan sering guna mencegah tertular Covid-19.

Jarak

Pada dasarnya, ketentuan menjaga jarak sudah dianjurkan oleh pemerintah sejak merebaknya kasus Covid-19. Jarak yang harus kamu terapkan selama beraktivitas di luar rumah, yakni setidaknya 6 kaki atau sekitar 1.8 meter dari orang lain. 

Covid-19 menyebar dengan mudah terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dalam jark dekat. Karena itu, menerapkan konsep jaga jarak saat berada di luar ruangan dengan patuh bisa mengurangi risiko tertular virus.

Jarak fisik atau physical distancing ini harus dikombinasikan dengan tindakan pencegahan sehari-hari lainnya.

Beberapa di antaranya, yakni menggunakan masker saat bepergian, tidak menyentuh wajah dengan tangan jika belum mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik.

Baca juga: Penyakit Demensia Tidak Bisa Dihindari Tapi Dikurangi Risikonya, Ini Tipsnya

Bagaimana menyikapi VDJ dengan kondisi Covid-19?

Penyebaran virus corona terjadi ketika orang sehat terpapar droplet penderita yang masuk melalui hidung, mulut dan selaput mata. Droplet dapat terlontar melalui batuk, bersin, atau berbicara dengan orang lain yang sehat di sekitarnya.  

Orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran Covid-19. Sebab, orang bisa menyebarkan virus sebelum tahu bahwa mereka terinfeksi, maka penting untuk menjaga jarak setidaknya 1.8 meter dari orang lain.

Selain itu, konsep ventilasi durasi jarak atau VDJ ini harus disikapi dengan bijak agar penularan penyakit tidak terjadi dan kasus semakin meningkat. Ada baiknya untuk diam saja di rumah jika tidak ada keperluan dan terapkan konsep VDJ jika melakukan aktivitas yang memang diharuskan. 

Covid-19 dapat hidup berjam-jam atau bahkan berhari-hari, tergantung pada berbagai faktor seperti sinar matahari, kelembaban, dan jenis permukaan.

Seseorang bisa saja tertular virus corona dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata sendiri.

Namun, hal ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus. Karena itu, dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain dapat mengurangi resiko paparan atau terkontaminasi virus Covid-19.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Centers of Disease Control and Prevention (2020), diakses pada 8 September 2020. COVID-19 Outbreak Associated with Air Conditioning in Restaurant, Guangzhou, China, 2020
  2. Centers of Disease Control and Prevention (2020), diakses pada 8 September 2020. Social Distancing
  3. US National Librabry of Medicine (2020), diakses pada 8 September 2020. The efficacy of social distance and ventilation effectiveness in preventing COVID-19 transmission
    register-docotr