Covid-19

Yuk Kenali Sesak Nafas Akibat Corona dan Bandingkan dengan Gejala Penyakit Lain

August 17, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sesak napas menjadi gejala paling umum dari virus corona sejak muncul pandemi tersebut. Namun, bagaimana seseorang bisa memastikan bahwa dia benar-benar sesak nafas akibat virus tersebut?

Sesak nafas dalam istilah medis disebut dispnea. Dan kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak penyakit, bukan hanya COVID-19. Jadi, jangan panik dulu ketika kamu terserang dispnea.

Mengenal sesak nafas karena corona

Dilansir dari Health.com, Kepala Tugas Medis Tivic Healh, Subinoy Das, MD, mengatakan sesak nafas adalah sensasi yang menunjukkan sistem pernapasan kita tidak berfungsi dengan baik.

Pada pasien COVID-19, virus akan menyerang paru-paru dan memancing respons tubuh untuk melawan. Namun, jika virus berhasil merusak paru-paru, maka organ ini akan terganggu fungsinya. Hingga kemudian akan terjadi pneumonia ringan.

Pada saat itulah paru-paru meradang dan terisi lendir serta cairan, yang mengakibatkan pasien kesulitan bernapas. Pada kondisi yang lebih buruk, paru-paru gagal menjalankan fungsinya untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Dalam tahap ini, selain sulit bernapas tubuh juga akan kekurangan pasokan oksigen dalam darah, sehingga dibutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Apa yang harus dilakukan jika terserang sesak nafas karena corona?

Saat mengalami sesak nafas, hal yang perlu dilakukan adalah mencoba menenangkan diri. Jika kamu khawatir kondisi ini karena virus corona, coba perhatikan gejala lain pada tubuh.

Selain sesak nafas, menurut situs WHO, orang dengan COVID-19 juga menunjukkan gejala seperti:

Gejala umum

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan

Gejala lain yang mungkin terjadi

  • Nyeri
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Konjungtivitis
  • Sakit kepala
  • Tidak bisa mencium bau atau kebal rasa
  • Ruam kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki

Gejala serius

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Nyeri atau tekanan dada
  • Kehilangan bicara atau gerakan

Jika sesak nafas disertai gejala COVID-19 lainnya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Atau jika mengalami gejala seriu selain sesak nafas, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan.

Selain pemeriksaan lebih lanjut, sulit untuk memastikan sesak nafas karena corona atau bukan. Karena petugas medis membutuhkan pemeriksaan swab test corona atau tes PCR (polymerase chain reaction).

Selain itu, hanya petugas medis yang bisa melihat perbedaan sesak nafas akibat corona atau bukan. Biasanya timbulnya sesak nafas karena corona akan dibarengi dengan penurunan saturasi oksigen secara tiba-tiba.

Saturasi oksigen adalah istilah untuk mengetahui tingkat oksigen dalam darah seseorang. Jika tingkat oksigen terus menurun, selain sesak nafas, orang yang mengalaminya akan mengalami kondisi darurat yang ditandai dengan membirunya kuku, kulit serta selaput lendir.

Sesak nafas bisa disebabkan penyakit atau kondisi lainnya

Selain disebabkan oleh COVID-19, sesak nafas juga bisa terjadi tiba-tiba oleh berbagai kondisi seperti:

  • Anafilaksis atau reaksi alergi serius
  • Keracunan karbon monoksida
  • Kelebihan cairan di sekitar jantung
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Pneumonia
  • Serangan cemas, serta kondisi lainnya.

Jika sesak terjadi dalam waktu lama hingga berminggu-minggu bisa disebabkan oleh:

  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Jantung tidak berfungsi dengan baik
  • Kegemukan
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru serta gangguan kesehatan lain

Gangguan lain pada jantung dan paru-paru juga bisa menyebabkan sesak nafas. Karena itu sebaiknya lakukan pemeriksaan jika sesak nafas terjadi dalam kondisi parah atau terjadi dalam waktu lama.

Segera cari bantuan medis jika kamu mengalami sesak nafas disertai dengan gejala lain seperti:

  • Nyeri atau tidak nyaman di dada atau perut bagian atas
  • Bibir, kuku dan kulit membiru atau berubah warna
  • Demam tinggi
  • Merasa bingung
  • Denyut nadi lebih cepat atau melemah
  • Tangan atau kaki dingin

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 14 Agustus 2020 What to Know About COVID-19 and Shortness of Breath 
  2. Health diakses 14 Agustus 2020 What Does Shortness of Breath Feel Like? Doctors Explain This Coronavirus Symptom 
  3. Mayoclinic diakses 14 Agustus 2020 Shortness of breath 
  4. WHO diakses 14 Agustus 2020 Coronavirus 
    register-docotr