Covid-19

Tiga Populasi Ini Berisiko Terkena COVID-19

April 15, 2020 | Bernadette Anya | dr. Angela Y.
feature image

Good Doctor – Sampai saat ini para ahli berpikir COVID-19 pertama menyebar ke orang dari hewan di Tiongkok yang memiliki virus. Tetapi belakangan juga dapat menyebar dari orang ke orang, mirip dengan flu.

COVID-19 adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. Penyakit ini pertama kali muncul pada akhir 2019 di kota Wuhan, Tiongkok. 

Orang dengan COVID-19 dapat memiliki gejala demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Masalah dengan pernapasan terjadi ketika infeksi mempengaruhi paru dan menyebabkan pneumonia. 

Siapa saja yang bisa terpapar COVID-19?

Terdapat tiga populasi atau kelompok yang berisiko tinggi menderita penyakit ini.

  1. Populasi anak-anak
Anak-anak rentan terinfeksi COVID-19 karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah. Sumber foto: https://www.shutterstock.com

Anak-anak menjadi rentan karena rendahnya sistem kekebalan tubuh yang dimiliki populasi ini. Sampai saat ini bayi, balita, dan anak-anak memang diketahui sangat rentan mengalami influenza dan pneumonia. Namun menurut WHO populasi ini masih sangat kecil kemungkinannya berisiko terkena COVID-19. 

  1. Populasi orang dewasa
Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun rentan terinfeksi COVID-19. Sumber foto: http:www.//shutterstock.com

Populasi ini menjadi rentan karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang mulai menurun. Saat kekebalan tubuh rendah, maka tubuh tidak dapat mempertahankan diri dari semua ancaman yang dapat mengganggu kesehatan termasuk COVID-19.

Gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh dapat dilihat dari tidak adanya nafsu makan, lemas, tidak bergairah, pusing, dan gejala flu.

  1. Populasi orang tua
Lansia, terutama yang memiliki riwayat penyakit autoimun juga rentan terinfeksi COVID-19. Sumber foto: https://www.shutterstock.com

Populasi orang tua yang berisiko terkena penyakit ini adalah yang mempunyai riwayat penyakit tertentu. Seperti jantung, diabetes, penyakit autoimun seperti lupus, penyakit kronis yang menyerang paru-paru, dan lainnya.

Mereka yang memiliki kriteria ini juga rentan terkena COVID-19

Selain tiga populasi di atas, berikut beberapa kriteria orang-orang yang berisiko terkena COVID-19. 

  • Memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok atau negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit) dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala.
  • Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah merawat pasien ISPA berat yang tidak diketahui penyebab penyakitnya, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian.
  • Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.
    • Termasuk kontak erat adalah: 
  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus.
  2. Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan.
  3. Orang yang tinggal serumah dengan pasien.
  4. Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan pasien. 
  • Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi COVID-19 di China atau wilayah/negara yang terjangkit.
  • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit.
  • Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki (demam ≥38 derajat Celcius) atau ada riwayat demam.

Gejala seseorang patut dicurigai terpapar COVID-19

Amati gejala-gejala COVID-19 di bawah. Sumber foto: https://www.shutterstock.com

Kebanyakan kasus COVID-19 berada di Tiongkok. Tetapi telah menyebar dengan cepat, dan ada kasus di banyak negara lain, termasuk Indonesia. Sebagian besar ini terjadi ketika orang mendapatkan infeksi dan kemudian melakukan perjalanan ke negara lain. 

Gejala muncul jika seseorang terkena COVID-19 biasanya mulai beberapa hari setelah seseorang terinfeksi virus. Tetapi pada beberapa orang gejala dapat muncul bahkan lebih lama.

Gejala dapat mencakup :

  • Demam
  • Batuk
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa lelah
  • Nyeri otot

Pada sebagian orang dapat saja tidak memiliki gejala, atau hanya gejala ringan. Tapi sebagian orang lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan masalah serius seperti pneumonia, yakni gangguan pernapasan sehingga berujung tidak tercukupinya oksigen di dalam tubuh atau bahkan kematian. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan lainnya.

Sementara pada orang yang memiliki gejala ringan, perawatan cukup dengan beristirahat di rumah sampai menjadi lebih baik. Namun pada penderita dengan gejala lebih parah, diperlukan perawatan intensif di rumah sakit seperti masuk ICU. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.

Upaya mencegah terpapar COVID-19

Seperti yang sudah sering dikampanyekan pemerintah, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terpapar COVID-19.

  1. Hindari perjalanan ke negara-negara tertentu di mana ada banyak kasus COVID-19. Jika Anda tinggal atau bepergian di salah satu daerah ini, cobalah menjauh dari orang yang memiliki gejala infeksi. 
  2. Lindungi diri sendiri dengan mencuci tangan pakai sabun dan air sesering mungkin serta memakai masker. 
  3. Hindari hewan dan pasar yang menjual produk hewani.
  4. Jangan makan daging mentah, dan jangan makan makanan yang mungkin telah bersentuhan dengan hewan tanpa mencuci, mengupas, atau mendidihkannya terlebih dahulu.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Sub Direktorat Penyakit Infeksi Emerging (2020). Diakses 2 maret 2020. PEDOMAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI INFEKSI NOVEL CORONAVIRUS (2019-nCoV)

WHO-China (2020). Diakses 2 Maret 2020. Report of the WHO-China Joint Mission  on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)

Webmd (2020). Diakses 2 Maret 2020. Coronavirus: What You Need to Know

Medscape (2020). Diakses 2 Maret 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (2019-nCoV)

bmjjournal (2020). Diakses 2 Maret 2020. Clinical findings in a group of patients infected with the 2019 novel coronavirus (SARS-Cov-2) outside of Wuhan, China: retrospective case serie

Mayoclinic (2020). Diakses 2 Maret 2020. Coronavirus disease 2019 (COVID-19)

    register-docotr