Covid-19

Risiko Komplikasi yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes apabila Terpapar COVID-19

August 15, 2020 | Dani Kosasih | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Bagi kamu yang memiliki diabetes, sangat penting untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus corona.

Karena, tingginya kadar gula darah pada orang yang memiliki penyakit diabetes akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Sehingga, risiko untuk mengalami komplikasi serius akibat infeksi virus corona menjadi cukup besar.

Baca Juga: Disebut Ampuh Cegah COVID-19, Ini Fakta Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

Risiko komplikasi COVID-19 pada penderita diabetes

Bagi orang-orang yang memiliki diabetes, walau telah didiagnosis mengalami infeksi virus corona, namun mereka masih bisa tetap pulih dengan melakukan perawatan di rumah.

Hanya saja, kondisi diabetes akan membuat kadar gula darah mengalami fluktuasi. Bisa jadi melonjak tinggi, namun bisa juga tiba-tiba menjadi sangat rendah.

Bahkan, sebuah laporan yang dirilis melalui jurnal Lancet mengatakan bahwa orang dengan kondisi diabetes memiliki risiko kematian lebih tinggi hingga 50 persen dibandingkan orang-orang yang terinfeksi virus corona namun tanpa memiliki kondisi diabetes.

Terkait usia, prevalensi penderita diabetes pun meningkat seiring bertambahnya usia pada populasi umum dan pada pasien dengan COVID-19. Dengan demikian, usia rata-rata penderita COVID-19 dengan diabetes akan lebih tua daripada mereka yang tidak menderita diabetes.

Hasil sebuah survey yang dilakukan pada 28 pasien diabetes menunjukkan bahwa setidaknya mereka yang terinfeksi COVID-19 memiliki usia 10 tahun lebih tua dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki diabetes

Persentase jumlah pasien COVID-19 yang juga memiliki diabetes

Melansir laman cnn.com, para peneliti telah mengamati lebih dari 1.300 pasien COVID-19 di 53 rumah sakit di Prancis pada rentang waktu antara 10 Maret dan 31 Maret.

Hasil pengamatan ini menyebutkan bahwa sebagian besar atau sekitar 89 persen pasien COVID-19 menderita diabetes tipe 2.

Selanjutnya, sekitar 3 persen pasien COVID-19 menderita diabetes tipe 1. Sedangkan sisanya menderita bentuk penyakit lain.

Mayoritas pasien pada pemantauan ini adalah laki-laki dan usia rata-rata dari semua pasien dalam penelitian ini adalah 70 tahun.

Baca Juga: Diabetes: Yuk, Kenali Penyebabnya Sebelum Terlambat

Antisipasi terinfeksi virus corona bagi penderita diabetes

Sesungguhnya, walau dengan kondisi diabetes pun, kamu tidak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus corona dibandingkan yang tidak memiliki diabetes.

Hanya saja, jika kamu memiliki diabetes, risiko komplikasi akan menjadi lebih berat saat terinfeksi virus corona. Terlebih apabila kamu tidak mengontrol kondisi diabetes kamu.

Untuk mengurangi risiko terpapar virus corona, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan, seperti:

  • Cuci tangan dengan bersih dan teratur
  • Cobalah untuk menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci dan mengeringkan tangan
  • Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh
  • Jangan berbagi makanan, gelas, handuk, peralatan pribadi lainnya
  • Saat batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan tisu atau gunakan lekukan lengan jika kamu tidak memiliki tisu
  • Usahakan untuk menghindari kontak dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk
  • Jika kamu sakit dengan gejala mirip flu, maka tinggalah di rumah.

Apabila kamu memiliki diabetes, berikut persiapan darurat yang mungkin bisa kamu perhatikan jika sewaktu-waktu kamu terinfeksi COVID-19:

  • Bersiaplah jika kamu ternyata terinfeksi
  • Pastikan kamu memiliki semua detail kontak yang relevan jika kamu membutuhkannya.
  • Pastikan kamu memiliki persediaan obat diabetes yang kamu butuhkan.
  • Pastikan kamu telah menyiapkan pasokan makanan yang cukup
  • Pikirkan dan persiapkan apa saja yang kamu perlukan jika kamu harus mengarantina diri selama beberapa minggu.
  • Pemantauan kadar glukosa secara rutin dapat membantu menghindari komplikasi yang disebabkan oleh glukosa darah tinggi atau rendah.
  • Pastikan kamu telah memiliki persiapan khusus apabila glukosa darah kamu turun secara tiba-tiba.
  • Jika kamu benar-benar menunjukkan gejala seperti flu (suhu badan naik, batuk, kesulitan bernapas), penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Jika kamu mengalami batuk berdahak, kemungkinan kamu memiliki tanda adanya infeksi sehingga kamu harus segera mencari bantuan medis dan pengobatan.
  • Infeksi akan meningkatkan kadar glukosa dan meningkatkan kebutuhan akan cairan, jadi pastikan kamu dapat mengakses pasokan air yang cukup.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. thelancet.com. Diakses 13 Agustus 2020. https://www.thelancet.com/journals/landia/article/PIIS2213-8587(20)30238-2/fulltext

2. thelancet.com. Diakses 13 Agustus 2020. https://www.thelancet.com/journals/landia/article/PIIS2213-8587(20)30238-2/fulltext#bib28

3. diabetologia-journal.org. Diakses 13 Agustus 2020. https://diabetologia-journal.org/wp-content/uploads/2020/05/Cariou.pdf

4. diabetes.org. Diakses 13 Agustus 2020. https://www.diabetes.org/covid-19-faq

5. mayoclinic.org. Diakses 13 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-management/art-20047963

6. edition.cnn.com (2020). Diakses 13 Agustus 2020. https://edition.cnn.com/2020/05/29/health/diabetes-study-covid-19-deaths/index.html

7. idf.org. Diakses 13 Agustus 2020. https://www.idf.org/aboutdiabetes/what-is-diabetes/covid-19-and-diabetes/1-covid-19-and-diabetes.html

    register-docotr