Covid-19

Lebih Berisiko Merenggut Nyawa, Ini Proses COVID-19 Menyerang Orang Obesitas

October 1, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Bagi sebagian orang COVID-19 bisa muncul tanpa gejala yang berat. Namun, bagi orang dengan kondisi obesitas, infeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi untuk mengancam nyawa. 

Kondisi obesitas diketahui memperburuk efek dari infeksi COVID-19. Sehingga orang dengan obesitas berisiko lebih besar mengalami gejala parah saat terinfeksi COVID-19, harus menjalani perawatan yang lebih intens di rumah sakit. Bahkan bagi kalangan anak muda sekalipun. 

Lantas, bagaimana proses virus COVID-19 menyerang orang obesitas?

Baca juga: Bukan Cuma COVID-19, Berikut 4 Daftar Penyakit Akibat Serangan Virus 

Infeksi virus COVID-19 pada orang obesitas

Berdasarkan temuan, orang yang diketahui positif COVID-19 dengan kondisi obesitas memiliki kemungkinan 20 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan membutuhkan alat bantu pernapasan atau ventilator.

Bukan hanya itu, virus COVID-19 juga dapat menyerang dengan sangat parah pada tubuh obesitas dengan berbagai cara seperti:

Membuat volume paru-paru berkurang 

Pada kondisi tubuh obesitas, lemak di perut akan mendorong diafragma ke atas. Lalu menyebabkan otot besar yang terletak di bawah rongga dada mengenai paru-paru sehingga aliran udara lebih sedikit.

Kondisi ini menyebabkan volume paru-paru berkurang sehingga tubuh memburuk dengan lebih cepat. 

Mengalami sindrom hipoventilasi

Kondisi obesitas membuat pasien COVID-19 mengalami kelelahan otot, penurunan kemampuan paru-paru untuk mengembang, paru-paru bocor, penurunan kapasitas ventilasi hingga sindrom hipoventilasi atau napas yang terlalu pendek atau lambat.

Darah menggumpal

Orang dengan obesitas cenderung mengalami penggumpalan darah saat terinfeksi COVID-19. Kondisi ini tentu sangat serius karena darah juga bisa menggumpal pada pembuluh kecil di paru-paru.

Hal ini terjadi akibat virus COVID-19 merusak sel endotel yang berfungsi mencegah penggumpalan darah sehingga darah mengental dan lengket.

Kekebalan tubuh melemah

Kekebalan tubuh juga lebih mudah melemah pada orang dengan obesitas. Hal ini bisa terjadi karena sel lemak menyusup ke organ tempat sel kekebalan diproduksi dan disimpan. Seperti limpa, sumsum tulang, dan timus. 

Sel kekebalan utama yang disebut sel T juga tidak bisa bekerja dengan baik dalam tubuh yang obesitas. Sel T hanya mampu membuat molekul secara lebih sedikit untuk membantu menghancurkan sel yang terinfeksi virus.

Baca juga: Makan di Restoran Tingkatkan Risiko Tertular COVID-19? Ini Kata Penelitian CDC  

Komplikasi dengan penyakit bawaan

Umumnya orang dengan obesitas memiliki komorbid atau penyakit bawaan seperti hipertensi, penyakit jantung dan diabetes mellitus. Ketika fungsi paru-paru sudah terganggu, ditambah sistem  kekebalan tubuh melemah, kondisi tubuh akan semakin buruk bahkan infeksi saluran pernapasan.

Sistem endokrin terganggu

Sistem endokrin adalah kelenjar yang menghasilkan hormon dalam tubuh. Pada penderita COVID-19 yang juga obesitas, sistem ini dapat terganggu hingga menyebabkan hipogonadisme (penurunan produksi hormon pada kelenjar seks), hipotiroidisme (penurunan produksi hormon tiroid) dan penurunan hormon kortisol. 

Risiko peradangan kronis meningkat

Pasien dengan obesitas juga kerap mengalami infeksi COVID-19 yang parah. Hal ini terjadi karena aktivitas zat kimia yang menjadi pemicu peradangan yakni sitokin menjadi tidak terkendali. Sehingga banyak kerusakan jaringan di dalam tubuh dan peradangan kronis. 

Mengancam keselamatan 

Pada orang bertubuh obesitas, infeksi atas virus pernapasan seperti coronavirus dapat meningkatkan risiko untuk dirawat di ICU hingga  kematian yang lebih besar dibandingkan orang dengan indeks massa tubuh normal. Terutama yang mengalami obesitas berat dengan BMI di atas 40.

Proses memasukkan alat bantu napas melalui mulut atau hidung atau yang biasa disebut intubasi pada orang dengan obesitas juga lebih sulit.

Umumnya para pasien juga membutuhkan penyangga dada dan panggul untuk mengurangi tekanan perut. Di samping itu, orang dengan obesitas butuh dibantu tekanan tinggi dari ventilator agar bisa bernapas. 

Tips agar tetap sehat selama pandemi bagi orang obesitas

Dilansir dari The COVID Symptom Study, ada sedikit tips untuk orang yang kelebihan berat badan agar terlindung dari COVID-19. Berikut penjelasannya:

  • Kurangi risiko tertular virus corona dengan menghindari pertemuan besar dan menerapkan protokol kesehatan
  • Hindari jatuh sakit
  • Terapkan pola makan yang tepat agar berat badan mulai membaik
  • Makan banyak buah dan sayur untuk meningkatkan sistem kekebalan
  • Lakukan aktivitas fisik yang disukai secara teratur
  • Jangan lupa juga untuk mengecek kesehatan mental 

Itu dia beberapa proses virus COVID-19 saat menyerang orang yang obesitas. Pola makan tepat dan olahraga yang teratur dapat membantu sangat penting dilakukan.

Dengan melakukan itu, orang dengan obesitas dapat mengurangi kemungkinan untuk mengembangkan COVID-19 yang parah jika terinfeksi. 

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr