Covid-19

Waspada, Ini Penyebab Laki-Laki Lebih Rentan Corona!

November 8, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 yang kini tengah melanda seluruh dunia diketahui lebih banyak menyerang pria hingga meninggal dunia. Berikut ini penyebab potensial laki-laki lebih rentan corona.

Benarkah laki-laki lebih rentan corona? 

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April di Frontiers  in Public Health melaporkan, bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung tertular virus corona baru. 

Namun, para peneliti juga melaporkan bahwa laki-laki secara signifikan lebih mungkin menderita efek penyakit yang parah. Para peneliti China mengatakan bahwa dalam satu subset besar pasien COVID-19, lebih dari 70 persen yang meninggal adalah laki-laki.

WHO melaporkan bahwa 63 persen kematian terkait COVID-19 di Eropa lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Kemudian perlu kamu ketahui bahwa telah ditemukan di antara orang Italia yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19, sebanyak 8 persen laki-laki meninggal dibandingkan dengan 5 persen perempuan.

Tak hanya itu saja. Melansir juga dari Healthline, di New York City, laki-laki meninggal karena virus corona hampir dua kali lipat daripada perempuan.

Departemen kesehatan kota melaporkan pada awal April 2020 ada sekitar 43 kematian akibat COVID-19 untuk setiap 100.000 laki-laki. Dibandingkan dengan 23 kematian untuk setiap 100.000 perempuan.

Baca Juga: Apakah Benar Tubuh Menjadi Kebal Corona Setelah Kena COVID-19?

Penyebab laki-laki lebih rentan corona

Berikut ini beberapa penyebab laki-laki lebih rentan virus corona melansir penjelasan dari Healthline

1. Enzim 

Laki-laki memiliki konsentrasi angiotensin-converting enzyme (ACE2) yang lebih tinggi dalam darah mereka daripada perempuan. Karena ACE2 memungkinkan virus corona menginfeksi sel-sel sehat, ini dapat membantu menjelaskan mengapa laki-laki lebih rentan terhadap COVID-19. 

2. Sistem kekebalan tubuh 

Genetika juga memainkan peran besar. Perempuan kelebihan kromosom X sehingga mereka memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dan respons terhadap infeksi daripada laki-laki. 

3. Gaya hidup 

Melansir penjelasan dari NCBI, di dua negara Eropa mayoritas kematian akibat COVID-19 di Italia adalah laki-laki. Sedangkan di Spanyol, hampir dua kali lebih banyak kematian laki-laki daripada perempuan. 

Data dari China pertama kali mengungkapkan kesenjangan gender dalam kematian, di mana 41,9 persen dari pasien yang dirawat adalah perempuan dengan mayoritas penderita laki-laki meninggal dibandingkan dengan perempuan.

Angka kematian pasien dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, dan Inggris juga telah mengkonfirmasi pola tersebut.

Tidak diragukan lagi, sebagian besar penyebab mengapa laki-laki lebih rentan terkena corona dikarenakan biologi (genetika dan imunologi). Tetapi sebagian besar juga didorong oleh perilaku gender atau gaya hidup.

Contohnya seperti tingkat merokok dan minum alkohol yang jauh lebih tinggi di antara laki-laki dibandingkan dengan perempuan. 

Perlu kamu ketahui bahwa di Spanyol (salah satu negara yang paling banyak terkena virus corona di Eropa) melaporkan bahwa perempuan memiliki sikap yang lebih waspada terhadap pandemi COVID-19 daripada laki-laki.

Hal ini dapat memengaruhi tindakan pencegahan yang mereka lakukan seperti sering mencuci tangan, menutupi wajah, dan membersihkan rumah.

Baca juga: Mungkinkah Virus Corona Menular Lewat Kentut? Ini Penjelasannya!

Kondisi laki-laki jika terkena corona

Alasan pasien laki-laki lebih berisiko meninggal dunia saat terkena COVID-19 karena mereka cenderung menunda mencari perawatan kesehatan dan mengabaikan atau mengabaikan gejala penyakit.

Banyak laki-laki mengabaikan gejala yang ada dan melakukan perawatan diri. Hal itu terjadi karena para laki-laki terbiasa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan harus tetap kuat untuk semua orang kecuali dirinya sendiri.

Hal itu mengakibatkan pengabaian gejala tidak hanya COVID tetapi juga kondisi yang mengancam jiwa.

Dilansir dari Healthline, Deborah Birx, koordinator tanggap darurat COVID-19 untuk pemerintahan Trump, mencatat bahwa ada sebanyak 56 persen orang yang telah dites penyakitnya dan berjenis kelamin laki-laki. Angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan 44 persen perempuan.

Dari pria yang dites, 23 persen positif COVID-19, dibandingkan dengan 16 persen wanita. Jika kamu memiliki gejala, sangat disarankan untuk memastikan bahwa setidaknya lakukan tes COVID-19 agar kondisi tubuh tidak berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. 

Sudah banyak penelitian yang mengungkap bahwa laki-laki lebih rentan corona. Maka kini tidak ada lagi alasan bagi kamu untuk mengabaikan protokol kesehatan apalagi gejala awal keberadaan virus tersebut dalam tubuh.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses pada 1 November 2020. Why COVID-19 is Hitting Men Harder Than Women
  2. Frontiersin.org (2020) diakses pada 1 November 2020. Gender Differences in Patients With COVID-19: Focus on Severity and Mortality
  3. Euro.who.int (2020) diakses pada 1 November 2020. COVID-19 weekly surveillance report
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2020) diakses pada 1 November 2020. Coronavirus: Why Men are More Vulnerable to Covid-19 Than Women?
  5. Newscientist.com (2020) diakses pada 1 November 2020. Why are men more likely to get worse symptoms and die from covid-19?

 

    register-docotr