Covid-19

5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari selama Social Distancing

May 27, 2020 | Zai Alam | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Social distancing penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 semakin meluas. Guna memaksimalkan prosesnya, ada beberapa kebiasaan buruk selama social distancing yang perlu dihindari.

Ya, dengan begitu diharapkan nantinya proses jaga jarak yang dilakukan selain bisa mencegah penularan COVID-19, juga mampu menjaga kesehatan diri kamu sendiri.

Apa saja ya kebiasaan buruk selama social distancing yang sebaiknya dihindari? Yuk simak rangkuman informasinya berikut ini:

Kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari saat social distancing

Seperti disebutkan sebelumnya, melakukan social distancing atau jaga jarak penting dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Selama proses tersebut, terapkan selalu kebiasaan baik dan hindari kebiasaan buruknya, ya.

Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga

kebiasaan buruk selama social distancing
Bermalas-malasan sebaiknya dihindari dulu demi kesehatan tubuh, ya! Foto: Shutterstock.com

Pada sebagian orang, social distancing dapat membuat rasa malas melanda. Terlebih untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Olahraga seakan terasa tidak menyenangkan lagi karena hanya dilakukan di rumah.

Padahal, tetap aktif dengan rutin berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini. 

Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Ini dapat membantu mengelola berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker.

Selain itu, melakukan aktivitas fisik rutin juga dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang, mengurangi risiko depresi, penurunan kognitif dan menunda timbulnya demensia.

Tidak perlu melakukan jenis olahraga berat untuk memperoleh manfaat kesehatan di atas. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, bersepeda, menari, berkebun, dan membersihkan rumah juga sudah termasuk olahraga, lho.

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Semua Pakai Masker, Mana yang Cocok untuk Kamu?

Makan secara berlebihan

kebiasaan buruk selama social distancing
Makan berlebihan juga bisa memicu risiko penyakit lain. Sumber foto: www.foodbeast.com

Terjebak di rumah terlalu lama karena social distancing dapat memicu sejumlah perilaku yang tidak sehat, seperti makan berlebihan karena stres dan kebosanan.

Jika dibiarkan, perilaku ini dapat berubah menjadi kebiasaan yang bisa memengaruhi kesehatan dan meningkatkan tingkat kecemasan kamu.

Pola makan berlebih yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berat badan bertambah meningkatkan risiko obesitas, kolesterol, memicu penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Risiko bahkan dapat meningkat secara signifikan saat kamu lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak atau junk food.

Terlalu sering main video game

penyakit akibat main game
Main video game boleh kok, tapi batasi juga waktunya, ya! Foto: Shutterstock.com

Main video game sesekali untuk melepas penat dari pekerjaan dan mengatasi kebosanan selama melakukan social distancing termasuk hal yang dianjurkan. Namun, sebaiknya jangan berlebih karena berisiko memicu sejumlah masalah kesehatan serius.

Bermain video game terlalu sering, misalnya, dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan, depresi, memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, dan berkinerja buruk di sekolah maupun pekerjaan.

Lebih dari itu, bermain video game juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kecanduan.

Keseringan main media sosial

kebiasaan buruk selama social distancing
Berlebihan bermain media sosial bisa pengaruhi kesehatan mental. Foto: Shutterstock.com

Sama seperti video game, bermain media sosial sesekali tentu tidak apa-apa untuk mengobati kebosanan dan menghilangkan stres selama melakukan social distancing.

Sebaliknya, terlalu sering membuka media sosial dan mengonsumsi segala informasi di dalamnya dapat memberikan efek negatif yang serius terhadap kesehatan mental kamu. lho.

Menurut sejumlah penelitian, terlalu sering bermain media sosial bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, merasa kesepian, dan kurang percaya diri.

Selain itu, pengunaan media sosial secara berlebihan juga dapat menurunkan produktivitas kerja dan kualitas tidur kamu di malam hari.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Kenali Gejala COVID-19 pada Anak

Terlalu banyak tidur

pexels.com
Tidur memang penting, tapi perhatikan kualitas dan kuantitasnya. Foto: Pexels.com

Selanjutnya, kebiasaan buruk yang perlu kamu hindari selama social distancing adalah terlalu banyak tidur.

Hal ini karena tidur berlebihan diyakini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai masalah kesehatan serius, seperti sakit kepala, sakit punggung, obesitas, diabetes, penyakit jantung, atau bahkan kematian.    

Di samping menjadikanmu lebih produktif, melakukan beberapa pekerjaan rumah ini juga dapat membuat kamu lebih banyak bergerak sehingga bisa turut mengurangi risiko kamu terkena obesitas.

Disarankan tidur tidak lebih dari 7-8 jam setiap harinya agar kamu terhindar dari bahaya tidur berlebihan.

Demikian informasi tentang kebiasaan buruk yang sebaiknya kamu hindari selama social distancing. Yuk mulai pola hidup yang lebih sehat!

Pantau perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

WHO (2020) diakses 22 April 2020. Be active during COVID-19
VicHealth (2020) diakses 22 April 2020. How exercise can help during coronavirus
Healthline (2020) diakses 22 April 2020. 13 ways to prevent stress eating when you’re stuck at home
NCBI (2019) diakses 22 April 2020. The association between video gaming and psychological functioning
WebMD (2020) diakses 22 April 2020. Physical side effects of oversleeping
The Healthy (2020) diakses 22 April 2020. 10 hidden negative effects of social media on your brain

    register-docotr