Covid-19

Kandungan Oksigen Tubuh Bisa Berkurang Akibat Penggunaan Masker, Mitos atau Fakta?

September 21, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyebaran COVID-19 bisa dihindari jika menaati protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Mengenakan masker pada wajah terlalu lama terkadang menyebabkan ketidaknyamanan dan khawatir jika tidak bisa mendapatkan cukup oksigen.

Sirkulasi udara saat menggunakan masker memang menjadi tidak seimbang karena bisa saja menghirup karbondioksida terlalu banyak. Untuk mengetahui apakah oksigen bisa berkurang karena menggunakan masker, yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Kamu Sakit Gigi? Kenali Dua Jenis Obat Berikut Ini

Apakah menggunakan masker bisa mengurangi oksigen tubuh?

Meski kamu bisa saja menghirup lebih banyak karbondioksida saat menggunakan masker, namun ini bukanlah hal yang membahayakan. Untuk orang yang sehat atau tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan tertentu, menggunakan masker tidak akan memengaruhi kesehatan tubuh.

Justru, mengenakan masker dengan benar akan membantu kamu terhindar dari paparan debu saat berada di jalan raya. Tak hanya itu, kondisi COVID-19 yang semakin parah seperti sekarang ini bisa juga melindungi kamu dari penularan virus. 

Perlu diketahui, oksigen dan karbondioksida masih bisa melewati masker namun akan menangkap tetesan yang mengandung virus. Untuk itu, kandungan oksigen dalam tubuh akan berkurang saat mengenakan masker adalah sebuah mitos.

Berbeda halnya jika pasien dengan penyakit paru-paru menggunakan masker N95.

Menurut laporan American Lung Association, penggunaan masker N95 oleh seseorang dengan gangguan pada pernapasan mungkin bisa membahayakan diri karena terjadi penumpukan kadar oksigen dalam tubuh.

Hal ini juga bisa menyebabkan peningkatan kadar karbondioksida dalam tubuh sehingga perlu mendiskusikan masalah pemakaian masker dengan penyedia layanan kesehatan. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan jenis masker yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan.

Baca juga: 6 Cara Alami Atasi Flek Hitam akibat KB

Perbedaan keefektifan masker berdasarkan jenisnya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, merekomendasikan penggunaan masker yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut beberapa keefektifan masker berdasarkan jenisnya.

Masker kain buatan sendiri

Sekarang ini, masker buatan sendiri banyak digunakan orang untuk melindungi diri dari penyebaran virus berbahaya. Namun perlu diketahui jika masker kain buatan sendiri terkadang memiliki satu lapisan saja sehingga hanya dapat menyediakan 1 persen filtrasi partikel.

Efektivitas masker wajah kain buatan sendiri sangat bergantung pada konstruksinya. Jika menggunakan masker kain satu lapis maka akan kurang efektif dibandingkan masker lapis ganda.

Masker kaos

Banyak tutorial online yang menunjukkan cara pembuatan masker wajah dari bahan kaos. Karena itu, masker kaos juga dijadikan alternatif karena lebih murah dan mudah dibuat, namun tetap bukan yang paling efektif.

Menurut sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan dalam Disaster Medicine and Public Health Preparedness, masker kaos sepertiga lebih efektif daripada masker bedah sekali pakai.

Untuk meningkatkan keefektifan masker kaos, maka bisa menggunakan lebih dari satu lapisan bahan.

Masker bedah sekali pakai

Menurut studi yang diterbitkan dalam Aerosol Science and Technology, masker bedah dapat menyaring sekitar 60 persen partikel kecil yang terhirup.

Karena itulah, hal ini menunjukkan jika rajin menggunakan masker bedah di tempat umum maka secara signifikan dapat mengurangi penyebaran infeksi saluran pernapasan.

Masker bedah tidak dirancang untuk digunakan lebih dari sekali sehingga harus segera membuang setelah menggunakannya. Masker jenis ini hanya bisa digunakan sekali pakai dan harus dirusak sebelum menggunakannya agar tidak disalahgunakan.

Masker wajah bentuk kerucut

Masker wajah yang berbentuk kerucut diproduksi dengan cetakan pas di mulut dan hidung. Karena itu, biasanya akan ada strip logam di bagian atas sehingga pemakainya bisa mengamankan pangkal hidung.

Namun, masker wajah berbentuk kerucut kurang efektif dalam menahan tetesan dan semprotan dibandingkan masker kain yang terbuat dari kapas quilting. Karena itu, ada baiknya untuk menggunakan masker kerucut sesuai kebutuhan.

Masker N95

Respirator wajah N95 menawarkan perlindungan paling besar terhadap virus Corona dan penyakit pernapasan lainnya. Masker jenis ini dapat melindungi pemakainya karena dapat menyaring 95 persen partikel dari udara yang dihirup.

Namun, persediaan masker N95 sangat terbatas dan harus disediakan untuk penyedia layanan kesehatan. Selain itu, penggunaan masker N95 pada orang awam juga tidak dianjurkan karena akan sedikit mengalami kesulitan untuk bernapas terutama jika menderita penyakit pernapasan.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Digitalmedic (2020), diakses 18 September 2020. MYTH: FACE MASKS CAN REDUCE OXYGEN GETTING TO THE LUNGS AND BLOODSTREAM
  2. CBC (2020), diakses 18 September 2020. Do masks reduce your oxygen levels? Your COVID-19 questions answered
  3. American Lung Association (2020), diakses 18 September 2020. From the Frontlines: The Truth About Masks and COVID-19
  4. Healthgrades.com (2020), diakses 18 September 2020. 9 Types of Masks and How Effective They Are
    register-docotr