Covid-19

Gampang Banget! Begini 5 Cara Membuat Cairan Disinfektan Secara Mandiri

November 11, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bagaimana sih cara membuat cairan disinfektan untuk corona yang aman di rumah? Ternyata kita bisa manfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat, lho.

COVID-19 bisa menular saat kita menyentuh benda yang terpapar virus corona maka dari itu sangat disarankan melakukan disinfeksi secara rutin.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI juga sudah memberikan panduan cara disinfeksi yang aman dengan bahan yang mudah ditemukan.

Baca juga: Fakta di Balik Temuan Virus COVID-19 Bertahan 28 Hari di Layar Ponsel

Bahan-bahan cairan disinfektan untuk corona

Sebelum membuatnya, kita harus siapkan beberapa perlengkapannya terlebih dahulu. Melansir panduan dari Kemenkes RI, berikut bahan-bahan yang bisa kamu jadikan sebagai cairan disinfektan adalah:

1. Larutan pemutih

Larutan pemutih ini mengandung zat aktif bernama hipoklorit. Beberapa merek yang mudah ditemukan di antaranya:

  • Bayclin
  • So Klin Pemutih
  • Proklin, dll

2. Larutan klorin

Kamu juga sering dong denger klorin atau kaporit yang kerap dipakai di kolam renang? Bahan dengan zat aktif hipoklorit ini, juga bisa dijadikan bahan membuat cairan disinfektan.

Kamu bisa menggunakan klorin dalam bentuk:

  • Kaporit bubuk
  • Kaporit padat
  • Kaporit tablet, dll

3. Karbol atau lysol

Cairan berbahan karbol atau lysol punya kandungan zat aktif bernama fenol. Beberapa merek yang mengandung zat aktif ini di antaranya:

  • Wipol
  • Supersol
  • Bebek karbol
  • Wangi
  • SOS Karbol Wangi, dll

4. Pembersih lantai

Produk pembersih dengan kandungan benzalkonium klorida juga bisa kamu jadikan bahan membuat cairan disinfektan. Beberapa merek dengan kandungan ini di antaranya:

  • Super Pell
  • So Klin Pembersih Lantai
  • SOS Pembersih Lantai
  • Harpic
  • Dettol Floor Cleaner, dll

5. Disinfektan diamin 

Bahan disinfektan diamin memiliki kandungan zat aktif bernama N-(3-aminopropyl)-N-Dodecylpropane – 1,3- diamine. Beberapa merek yang bisa dipakai yaitu:

  • Netbiokem DSAM
  • Microbac Forte
  • TM Suprosan DA
  • Steridine Multi
  • Surface, dll

6. Disinfektan peroksida

Terakhir yang bisa kamu pakai untuk membuat disinfektan adalah bahan dengan kandungan hidrogen peroksida. Beberapa merek yang tersedia di antaranya:

  • Sanosil
  • Clorox Hydrogen Peroxide
  • Avmor EP 50
  • Sporox II, dll

Kamu bisa memilih bahan mana yang ingin kamu pakai di atas.

7. Peralatan lain

Selain bahan-bahan di atas, kamu juga sebaiknya menyiapkan peralatan lain, di antaranya:

  • Air sebagai bahan campuran
  • Sarung tangan, untuk melindungi kulit dari bahan aktif yang ada di cairan disinfektan
  • Botol semprot yang digunakan untuk menyimpan cairan disinfektan
  • Lap bisa lap kain biasa atau lap dari kain kanebo
  • Pertimbangkan pelindung mata untuk potensi bahaya percikan

Baca Juga : Fakta-fakta Mutasi Virus Corona D614G: 10 Kali Lebih Mudah Menular

Cara membuat disinfektan dengan takaran tepat

Setelah menyiapkan semua bahannya, kini kamu bisa lanjut mengetahui cara membuat cairan bahan-bahan disinfektan.

Setiap bahan punya aturan takarannya masing-masing. Berikut cara membuat cairan disinfektan yang aman.

1. Larutan pemutih

Jika kamu membuat dari produk pemutih, kamu bisa encerkan 100 ml cairan pemutih dengan 900 ml air.

2. Cara membuat disinfektan dari klorin

Berikut adalah jumlah kaporit yang dilarutkan dalam 100 liter air untuk membuat cairan disinfektan, berdasarkan kadar klorin yang terkandung:

Kadar KlorinDisinfektan 3%Disinfektan 6%
17%17,65 kg35,30 kg
40%7,5 kg15 kg
60%5 kg10 kg
70%4,28 kg8,57 kg
90%3,33 kg6,66 kg

3. Cara membuat disinfektan dengan karbol

Campurkan atau encerkan 30 ml cairan karbol dengan 1 liter air. Jika kesulitan menemukan alat takar, 30 ml ini setara dengan 2 sendok makan.

4. Pembersih lantai

Untuk membuat cairan disinfektan dari pembersih lantai, campurkan 1 tutup botol per 5 liter air, ya.

5. Cara membuat disinfektan diamin dan peroksida

Untuk takaran dan cara menggunakannya, kamu bisa mengikuti petunjuk penggunaan setiap produk yang kamu beli.

Informasi penting yang perlu diperhatikan saat membuat disinfektan

Dalam membuat cairan dengan bahan-bahan disinfektan ini, kamu tidak boleh mencampurkan satu bahan dengan bahan lain, ya. Cukup pilih salah satu bahan saja! Selain itu, pastikan kamu menggunakan produk yang sudah memiliki izin edar.

Pastikan saat mencampur bahan, kamu menggunakan sarung tangan atau pelindung. Kamu bisa menyimpan bahan campuran tadi di botol dengan semprotan agar mudah menggunakannya.

Baca Juga : Asrama dan Tempat Umum Berpotensi Jadi Klaster Virus Corona, Cek Faktanya!

Benda dan area yang perlu dilakukan disinfeksi

Jika kamu berencana melakukan disinfeksi pada rumah, berikut beberapa bagian yang tidak boleh kamu lewatkan:

  • Lantai
  • Remote TV atau AC
  • Komputer
  • Toilet
  • Saklar lampu
  • Sandaran tangan kursi
  • Pegangan pintu
  • Dan semua benda atau fasilitas yang sering disentuh

Berikut langkah-langkah melakukan disinfeksi yang aman:

  • Gunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali atau sekali pakai untuk pembersihan dan desinfeksi rutin
  • Bersihkan permukaan menggunakan sabun dan air, kemudian gunakan disinfektan
  • Membersihkan dengan sabun dan air mengurangi jumlah kuman dan kotoran di permukaan. Sementara disinfeksi membunuh kuman di permukaan.
  • Lakukan pembersihan rutin pada permukaan yang sering disentuh

Cara penyemprotan disinfektan yang dianjurkan

Meski risiko penularan yang terjadi melalui permukaan terbilang masih lebih kecil dibandingkan dari orang ke orang. Akan tetapi dilansir dari Wired, CDC tetap menyarankan mendisinfeksi permukaan benda yang sering disentuh di rumah setidaknya sekali sehari.

Ini penting, mengingat virus COVID-19 mampu bertahan hidup di permukaan seperti karton selama 24 jam, bahkan hingga dua atau tiga hari di atas plastik dan baja tahan karat.

Adapun cara penyemprotan disinfektan yang dianjurkan, adalah dengan membersihkan permukaan benda dari debu, atau kotoran lain memakai air sabun dan handuk tangan terlebih dulu.

Selanjutnya semprotkan disinfektan yang sesuai ke permukaan benda, dan terakhir lap menggunakan kain kering.

Perbedaan hand sanitizer dan disinfektan

Selain cairan disinfektan, benda lain yang wajib dimiliki sebagai upaya mencegah tertular COVID-19 adalah hand sanitizer. Meski fungsinya mirip, namun hand sanitizer dan disinfektan masing-masing memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Dilansir Farmasi UGM, hand sanitizer umumnya mengandung antiseptik seperti alkohol 60-70 persen. Kadar ini jauh lebih rendah daripada yang terdapat di dalam disinfektan.

Sementara disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (misalnya pada bakteri, virus dan jamur kecuali spora bakteri) pada permukaan benda mati, seperti furniture, ruangan, lantai, dll.

Apakah disinfektan dapat dipakai untuk badan?

Pemakaian disinfektan untuk badan, baik secara langsung maupun lewat bilik disinfektan tidak disarankan karena berisiko mengiritasi kulit.

Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

CDC. Diakses pada 31 Agustus 2020.  Cleaning Your Home

Kemenkes RI. Diakses pada 31 Agustus 2020. Panduan Disinfeksi Kemenkes RI

How to Clean and Disinfect Yourself, Your Home, and Your Stuff, https://www.wired.com/story/coronavirus-disinfectant-cleaning-guide/ diakses pada 11 November 2020

The difference between sanitizing and disinfecting. One kills more germs than the other, https://www.insider.com/the-difference-between-sanitizer-and-disinfectant diakses pada 11 November 2020

Cara penggunaan disinfektan yang tepat, https://farmasi.ugm.ac.id/id/cara-penggunaan-disinfektan-yang-tepat-untuk-mencegah-penyebaran-covid-19 diakses pada 11 November 2020

 

    register-docotr