Covid-19

Benarkah Penderita HIV/AIDS Lebih Berisiko Terinfeksi COVID-19?

December 3, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hingga saat ini virus COVID-19 masih terus menyebar ke seluruh dunia dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang dengan HIV/AIDS atau ODHA? Apakah lebih berisiko terinfeksi virus tersebut? 

Apakah penderita ODHA lebih rentan terinfeksi Covid-19?

Dilansir dari Hiv.gov, orang yang menderita HIV/AIDS dan mendapatkan pengobatan yang efektif memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi COVID-19 dengan orang yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dari segala usia yang memiliki kondisi medis serius justru akan lebih berisiko tinggi terkena penyakit parah. Ini termasuk orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. 

Menurut penjelasan Hiv.gov, orang yang menderita HIV/AIDS akan berisiko tinggi terinfeksi COVID-19 apabila: 

  • Penderita HIV/AIDS memiliki jumlah CD4 yang cukup rendah.
  • Orang yang tidak memakai pengobatan HIV secara efektif. Seperti tidak menjalani terapi antiretroviral atau ART.

Jika kamu mengidap HIV dan sedang mengonsumsi obat HIV/AIDS, penting untuk melanjutkan pengobatan tersebut, mengikuti saran dari penyedia layanan kesehatan, dan mengambil tindakan pencegahan setiap hari untuk menjaga diri dan orang lain tetap aman dari COVID-19.

Orang dengan HIV juga harus terus mempertahankan gaya hidup sehat dengan makan yang benar, tidur minimal 8 jam, dan mengurangi stres sebanyak mungkin. Menjaga kesehatan membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi jika itu terjadi.

Kondisi penderita ODHA di tengah pandemi COVID-19

Dilansir dari situs resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, pengobatan yang dijalani untuk para pasien HIV/AIDS sempat terganggu selama beberapa waktu, keadaan saat pandemi sempat mempengaruhi ketersediaan obat. 

Salah satu obat tersebut yaitu obat ARV, jenis obat yang dapat digunakan untuk memperlambat perkembangan virus HIV.

Obat ini bekerja dengan cara menghilangkan unsur yang diperlukan oleh virus HIV untuk menggandakan diri dan juga mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4 atau sel darah putih yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh.

Saat ini tidak ada bukti bahwa risiko infeksi atau komplikasi COVID-19 berbeda di antara orang yang hidup dengan HIV bila dibandingkan dengan populasi umum.

Beberapa orang yang hidup dengan HIV mungkin telah mengetahui faktor risiko komplikasi COVID-19, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit tidak menular lainnya. Maka hal ini telah meningkatkan risiko COVID-19 yang tidak terkait dengan HIV. 

Baca juga: HIV/AIDS: Prevalensi Terbaru, Mitos & Fakta, hingga Keterkaitan dengan COVID-19

Protokol kesehatan bagi penderita ODHA selama pandemi 

Menurut penjelasan dari laman Centers for Disease Control and Prevention, berikut ini langkah-langkah yang dapat diambil oleh orang dengan penyakit HIV agar terhindar dari infeksi virus COVID-19: 

  • Pastikan kamu memiliki setidaknya 30-90 hari persediaan obat HIV dan obat lain atau perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk mengelola HIV. 
  • Bicaralah dengan dokter dan pastikan semua vaksinasi yang kamu terima berjalan baik, termasuk vaksinasi terhadap influenza musiman (flu) dan pneumonia bakteri. Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin ini secara tidak proporsional mempengaruhi orang dengan HIV. 
  • Tetapkan dan rutin jalani perawatan klinis secara virtual atau jarak jauh. Cobalah untuk membuat tautan telemedicine melalui portal online penyedia layanan HIV. Jika telemedicine tidak tersedia untukmu, pastikan dapat berkomunikasi melalui telepon atau teks. 
  • Jika dokter mengubah pengobatan HIV, tanyakan apakah aman untuk menunda perubahan sampai pengujian dan pemantauan tindak lanjut secara langsung.
  • Orang dengan HIV terkadang lebih mungkin dibandingkan orang lain untuk membutuhkan bantuan tambahan dari teman, keluarga, tetangga, petugas kesehatan komunitas, dan lain-lain. Jika kamu merasakan sakit, pastikan tetap berhubungan melalui telepon dengan orang yang dapat membantu secara cepat. 

Melansir penjelasan dari Centers for Disease Control and Prevention, saat ini pengobatan untuk COVID-19 sangat terbatas. Tidak ada bukti bahwa obat apa pun yang digunakan untuk mengobati HIV efektif melawan COVID-19.

Orang dengan HIV tidak boleh mengganti obat HIV-nya untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Beberapa uji klinis sedang melihat apakah obat HIV dapat mengobati COVID-19.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Hiv.gov (2020) diakses pada 2 Desember 2020. Coronavirus (COVID-19) and People with HIV 
  2. Covid19.go.id (2020) diakses pada 2 Desember 2020. Tantangan Pengobatan Penderita ODHA di Tengah Pandemi COVID-19
  3. Who.int (2020) diakses pada 2 Desember 2020. Coronavirus disease (COVID-19): HIV and antiretrovirals
    register-docotr