Covid-19

Apakah Masker N95 Bisa Dicuci dan Digunakan Kembali? Ini Penjelasannya!

October 2, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Keterbatasan masker membuat sebagian kalangan, terutama tenaga medis, putar otak agar tetap bisa memakai N95 dalam penanganan COVID-19. Salah satu gagasan yang muncul adalah penggunaan secara berulang.

Hal ini lalu menimbulkan pertanyaan apakah masker N95 bisa dicuci atau tidak. Ini karena N95 diketahui sebagai jenis masker yang hanya bisa dipakai satu kali.

Artinya, setelah digunakan, masker sudah tidak efektif lagi untuk memberi perlindungan. Lantas, bisakah masker N95 dicuci dan digunakan kembali? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Catat, Ini 3 Standar SNI terkait Masker Kain yang Tepat untuk Cegah COVID-19

Sekilas tentang masker N95

Respirator N95 atau yang lebih populer disebut masker N95 adalah alat pelindung pernapasan yang dirancang dengan tingkat filtrasi tinggi. Masker ini memiliki tingkat penyaringan partikel kecil hingga 95 persen.

Masker N95 dirancang untuk menghalau partikel kecil hingga yang berukuran 0,03 mikron. Meskipun ukuran virus tertentu bisa lebih kecil dari itu, penelitian menunjukkan bahwa lapisan N95 bisa menangkap virus dengan mekanisme filter melalui mekanisme khusus.

Tak hanya itu, masker N95 juga telah melalui uji ketahanan fluida dan efisiensi filtrasi.

Belakangan ini, penggunaan masker N95 dikhususkan untuk para tenaga medis dan kesehatan yang terlibat langsung pada penanganan COVID-19. Sedangkan masyarakat bisa memakai masker kain yang memiliki 3 lapisan.

Apakah masker N95 bisa dicuci?

Berbeda dengan masker kain biasa, penggunaan N95 sangat diperhatikan dengan ketat. Tak heran, muncul pertanyaan apakah masker N95 bisa dicuci atau tidak. Belum lagi, ketersediaan N95 juga tidak sebanyak jenis masker lain.

Bulan April lalu, para ilmuwan dari National Health Institutes melalukan penelitian tentang hal tersebut. Riset menyimpulkan, masker N95 bisa dibersihkan dan dipakai kembali hingga maksimal 3 kali penggunaan.

Proses pencucian masker N95 disebut dengan dekontaminasi. Bukan dengan sabun, melainkan hidrogen peroksida yang diuapkan.

Baca juga: Cara Mencuci Masker Kain yang Tepat agar Maksimal Lindungi Diri saat Pandemi

Percobaan dekontaminasi masker N95

Para ilmuwan National Health Institutes telah melakukan setidaknya empat kali percobaan dekontaminasi pada masker N95. Selain menggunakan uap hidrogen peroksida, uji dekontaminasi juga dilakukan dengan paparan suhu panas 70° Celcius, semprotan etanol 70 persen, dan radiasi sinar ultraviolet.

Dari beberapa percobaan tersebut, uap hidrogen peroksida adalah metode paling efektif untuk proses dekontaminasi. Tiga percobaan lainnya memang bisa membersihkan N95 dari virus, tapi punya efek memengaruhi kualitas dari masker itu sendiri.

Semprotan etanol misalnya, meski dapat membunuh virus, zat tersebut juga bisa merusak komponen tertentu dari masker.

Alternatif penggunaan dengan durasi yang panjang

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), alih-alih mencucinya, para tenaga medis bisa menggunakan masker N95 dalam sekali pakai namun dengan durasi yang lebih lama.

Dengan catatan, pengguna masker tidak terlibat aktif melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Idealnya, masker N95 bisa digunakan hingga 8 jam tanpa dibuka. Ini berbeda dengan masker bedah yang tingkat efektivitasnya hanya 4 hingga 6 jam.

Penggunaan N95 dengan durasi lebih lama bisa diterapkan jika ada keterbatasan masker. Meski, mengganti N95 dengan yang baru setiap 8 jam tetap menjadi pilihan terbaik.

Risiko penggunaan N95 secara berulang

Meski penggunaan masker N95 secara berulang bisa menghemat persediaan yang terbatas, tetap ada risiko yang dapat ditimbulkan. Ini karena N95 sendiri dirancang untuk sekali pakai, bukan secara berulang.

Itu artinya, tetap ada penurunan kualitas dan efektivitas dari penggunaan masker tersebut.

CDC memberi perhatian khusus pada penggunaan N95 secara berulang, di antaranya:

  • Buang masker N95 yang telah terkontaminasi darah
  • Pertimbangkan untuk menggunakan pelindung wajah (face shield) yang dapat dibersihkan untuk memberi perlindungan tambahan
  • Jika ingin dicuci (dekontaminasi), gantung N95 yang telah dipakai di tempat yang telah ditentukan atau wadah bersih. Untuk meminimalkan potensi kontaminasi silang, jangan biarkan N95 bersentuhan dengan masker lainnya
  • Hindari menyentuh bagian dalam masker ketika melepaskan N95 dari wajah
  • Bersihkan tangan dengan sabun dan air, atau hand sanitizer berbahan alkohol setelah melepas masker

Nah, itulah ulasan apakah masker N95 bisa dicuci dan risiko penggunaan secara berulang. Menggunakan masker N95 baru adalah pilihan terbaik. Tapi jika kamu bukan seorang tenaga medis, cukup gunakan masker yang memiliki 3 lapisan, ya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 29 September 2020, Recommended Guidance for Extended Use and Limited Reuse of N95 Filtering Facepiece Respirators in Healthcare Settings.
  2. Food and Drug Administration (FDA), diakses 29 September 2020, N95 Respirators, Surgical Masks, and Face Masks.
  3. National Health Institutes (NIH), diakses 29 September 2020, NIH study validates decontamination methods for re-use of N95 respirators.
  4. SAGES.org, diakses 29 September 2020, N95 Mask Re-Use Strategies.

    register-docotr