Covid-19

Apakah Ibu Hamil Harus Melakukan Tes COVID-19? Ini Jawabannya!

December 16, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kehamilan adalah momen yang terpenting dalam hidup. Namun, di masa pandemi ini agar kesehatan janin tetap terjaga, ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam menjaga kehamilannya. Lantas, apakah ibu hamil harus melakukan tes COVID-19?

Baca juga: Bisakah Ibu Hamil Melahirkan dalam Kondisi Koma, Termasuk Akibat COVID-19? Ini Ulasannya!

Sekilas mengenai COVID-19

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Virus ini dapat memengaruhi saluran pernapasan bagian atas (sinus, hidung, dan tenggorokan) atau saluran pernapasan bagian bawah (batang tenggorokan dan paru-paru).

Virus COVID-19 dapat menyebar melalui percikan air liur ataupun cairan dari hidung saat seseorang batuk atau bersin.

Perlu diketahui bahwa, SARS-CoV-2 adalah salah satu dari tujuh jenis coronavirus, termasuk yang bisa menyebabkan penyakit parah seperti middle east respiratory syndrome (MERS) dan sudden acute respiratory syndrome (SARS).

Apakah ibu hamil rentan terkena COVID-19?

Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) ibu hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi yang lebih parah akibat COVID-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil.

Di sisi lain, karena perubahan yang terjadi pada tubuh serta sistem imun, ibu hamil juga harus mewaspadai dampak buruk dari beberapa infeksi saluran pernapasan.

Meskipun demikian, masih belum diketahui secara pasti seberapa banyak COVID-19 dapat menyebabkan masalah selama kehamilan atau memengaruhi kesehatan bayi setelah lahir.

Namun, CDC mencatat bahwa ibu hamil dengan COVID-19 berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur.

Apakah ibu hamil harus melakukan tes COVID-19?

Kita tahu bahwa tes COVID-19 dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi di dalam tubuh seseorang atau tidak. World Health Organization (WHO) sendiri merekomendasikan ibu hamil yang memiliki gejala COVID-19 harus melakukan tes.

Jika ibu hamil mengidap COVID-19, mereka memerlukan perawatan khusus. Adapun gejala COVID-19 yang penting untuk diperhatikan yakni:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri pada tubuh
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Kehilangan rasa dan indera penciuman
  • Mual
  • Diare

Meskipun demikian, jika ibu hamil dijadwalkan untuk induksi persalinan atau melakukan operasi caesar, ibu hamil dan pendamping mungkin saja akan melakukan screening untuk gejala COVID-19. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan beberapa hari sebelum kedatangan di rumah sakit.

Screening mungkin saja akan dilakukan kembali sebelum ibu hamil memasuki unit persalinan. Namun, masing-masing rumah sakit memiliki kebijakan tersendiri mengenai tes COVID-19.

Jeanne Sheffield, M.D, yang merupakan ahli kedokteran kandungan Johns Hopkins mengatakan bahwa idealnya semua wanita hamil harus screening untuk COVID-19 menjelang persalinan.

Ini terutama ibu hamil yang mengalami batuk, demam, serta gejala pernapasan.

Baca juga: Kenali Bahaya Corona bagi Ibu Hamil dan Cara Mencegahnya

Tips agar ibu hamil terhindar dari COVID-19

Sangat penting bagi ibu hamil untuk memahami risiko serta apa saja yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran COVID-19. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa ibu hamil lakukan untuk menghindari COVID-19.

  • Sebisa mungkin hindari interaksi dengan siapapun yang telah terpapar atau bahkan terinfeksi COVID-19
  • Saat pergi keluar dan berinteraksi dengan orang lain, kenakanlah masker, terutama jika menjaga jarak sulit untuk dilakukan
  • Menjaga jarak setidaknya 6 kaki dengan orang lain yang tidak tinggal serumah
  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Menutup hidung dan mulut dengan menggunakan tisu ketika batuk dan bersin. Jika tisu tidak tersedia, tutupi hidung dan mulut dengan siku ketika bersin ataupun batuk
  • Hindari aktivitas yang dirasa sulit untuk menjaga jarak serta mengambil tindakan pelindungan, seperti kerumunan
  • Ibu hamil juga bisa bertanya pada dokter mengenai bagaimana agar tetap sehat serta cara untuk merawat diri sendiri dan janin di masa pandemi ini
  • Pada dasarnya, pemeriksaan kehamilan harus tetap dilakukan. Jika ibu hamil khawatir untuk memeriksa kandungan akibat COVID-19, sebaiknya tanyakanlah pada fasilitas kesehatan mengenai langkah apa yang harus dilakukan. Keputusan didasarkan pada situasi serta risiko kesehatan individu
  • Jika ibu hamil mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas dan gejala COVID-19 lainnya, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan bantuan medis

Nah, itulah beberapa informasi mengenai ibu hamil dan COVID-19. Memerhatikan kesehatan diri sendiri serta calon buah hati di dalam kandungan itu penting. Maka dari itu, selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya guna menghindari penyebaran COVID-19.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar COVID-19, kamu juga bisa berkonsultasi dengan kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 14 Desember 2020. Pregnancy, Breastfeeding, and Caring for Newborns 

Johns Hopkins Medicine (2020). Diakses pada 14 Desember 2020. Coronavirus and Pregnancy: What You Should Know 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 14 Desember 2020. Pregnancy and COVID-19: What are the risks? 

Webmd (2020). Diakses pada 14 Desember 2020. Coronavirus and COVID-19: What You Should Know 

World Health Organization. Diakses pada 14 Desember 2020. Coronavirus

World Health Organization (2020). Diakses pada 14 Desember 2020. Coronavirus disease (COVID-19): Pregnancy and childbirth 

    register-docotr