Covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien Sembuh dari COVID-19 Bisa Bertahan?

December 10, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Hingga 6 Desember lalu, setidaknya lebih dari 500 ribu orang Indonesia tercatat positif COVID-19. Sekitar 474 ribu di antaranya dinyatakan sembuh.

Lalu, apakah orang yang sudah sembuh ini tidak akan bisa terpapar virus corona lagi? Berapa lamakah antibodi pasien yang sembuh dari COVID-19 bisa bertahan?

Ada penelitian yang sudah mencoba mengulik jawaban dari pertanyaan ini. Berikut ulasan mengenai seberapa lama antibodi pasien sembuh COVID-19 bisa bertahan!

Apa kata penelitian?

Sejauh ini ada beberapa penelitian yang sudah mencoba mencari tahu berapa lama pasien sembuh COVID-19 akan kebal terhadap paparan virus corona.

Namun, beberapa penelitian ini menunjukkan hasil berbeda, mulai dari 1 hingga 6 bulan. Setiap penelitian juga dilakukan dengan skala berbeda.

1. Penelitian dari Journal Immunity 

Penelitian pertama yang dipublikasikan melalui jurnal Journal Immunity menyebut bahwa orang yang pulih dari kasus COVID-19 yang ringan sekalipun menghasilkan antibodi yang diyakini dapat melindungi tubuh terhadap infeksi setidaknya selama 5 hingga 7 bulan, dan dapat bertahan lebih lama.

Tim tersebut telah menguji hampir 30.000 orang di Arizona sejak mereka mulai pada 30 April, tak lama setelah mereka mengembangkan tes darah untuk virus corona.

Meskipun temuan penelitian menjanjikan, para peneliti belum memeriksa untuk melihat apakah ada orang yang mereka uji terpapar virus lagi dan apakah antibodi yang mereka hasilkan cukup untuk melindungi mereka dari infeksi ulang.

Sebelum tes terbaru ini, tim peneliti lain juga pernah melakukan studi serupa yang menunjukkan bahwa antibodi terhadap virus dapat bertahan setidaknya selama 3 bulan.

2. Penelitian National Institutes of Health

Dr. Francis Collins pada NIH Director’s Blog memaparkan 2 penelitian terkait yang salah satunya didanai oleh National Institutes of Health.

Penelitian yang didanai NIH pimpinan Richelle Charles, di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, mencari pemahaman yang lebih rinci tentang tanggapan antibodi setelah infeksi SARS-CoV-2.

Setidaknya 343 pasien, yang sebagian mengalami COVID-19 parah yang dan membutuhkan rawat inap menjadi bagian penelitian ini. Dari semua pasien, ditemukan bahwa setiap pasien akan mengembangkan 3 jenis antibodi setelah terserang virus corona.

Mereka menemukan bahwa ketiga jenis muncul sekitar 12 hari setelah infeksi. Ada antibodi bernama IgA dan IgM yang berumur pendek dan menghilang dalam waktu sekitar dua bulan. Dan ada antibodi lain bernama IgG yang tahan lebih lama bahkan hingga empat bulan.

3. Penelitian lain

Selain 2 penelitian di atas, berbagai negara juga mencoba mendalami topik yang serupa. Melansir Reuters, sebuah penelitian yang dilakukan di Irlandia menyebut bahwa tingkat antibodi pasien yang sembuh dari COVID-19 bertahan hingga empat bulan di lebih dari 90 persen pasien.

Studi lain sampai pada kesimpulan yang mirip. Tim yang dipimpin oleh Jennifer Gommerman dan Anne-Claude Gingras dari Universitas Toronto, Kanada, membuat profil tentang tiga jenis respons antibodi yang sama terhadap SARS-CoV-2. 

Mereka membuat profil menggunakan darah dan air liur yang diambil dari 439 orang pasien yang tidak semuanya membutuhkan rawat inap, dan yang telah mengembangkan gejala COVID-19 dari 3 hingga 115 hari sebelumnya.

Tim kemudian membandingkan profil antibodi pasien COVID-19 dengan orang-orang yang negatif COVID-19.

Para peneliti menemukan bahwa antibodi melawan SARS-CoV-2 sudah terdeteksi dalam darah dan air liur. Tingkat IgG memuncak sekitar dua minggu hingga satu bulan setelah infeksi, dan kemudian tetap stabil selama lebih dari tiga bulan.

Kesimpulannya

Beberapa penelitian memang menghasilkan data positif bahwa antibodi pasien bertahan hingga beberapa bulan pasca infeksi. Namun ini belum cukup untuk menghentikan penularan virus corona.

Para ahli mengatakan cara terbaik untuk bertahan dari COVID-19 adalah mengembangkan vaksin yang efektif melawan virus SARS-CoV-2. Vaksin akan membantu kita mengendalikan virus dengan menciptakan kekebalan kawanan (herd immunity).

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr