Kehamilan

Wajib Tahu! Ini 6 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

June 12, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kehamilan merupakan salah satu momen terindah bagi setiap wanita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaganya agar terhindar dari berbagai gangguan. Salah satunya adalah dengan memerhatikan makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Beberapa makanan tersebut umumnya telah terkontaminasi oleh bakteri atau zat beracun yang berisiko bisa membahayakan janin.

Jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil

Seperti disebutkan sebelumnya, menjaga kesehatan selama hamil bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memerhatikan pola makan.

Sebisa mungkin, hindari mengonsumsi jenis-jenis makanan yang berbahaya bagi ibu hamil seperti berikut ini:

1. Daging jeroan

Daging jeroan sapi seperti hati memang bisa menggoda selera. Selain rasanya yang nikmat, hati sapi mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin A dan B12, serta zat tembaga.

Namun, kandungan tembaga yang tinggi justru bisa membahayakan ibu hamil beserta janin yang dikandungnya. Asupan terlalu banyak bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi lain.

Belum lagi, sejumlah pakar juga menyebutkan bahwa konsumsi vitamin A hewani berlebih juga bisa memicu keracunan.

Zat tembaga berlebih bisa menyebabkan bayi lahir cacat dan prematur. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi daging jeroan. Jika perlu, hindari secara total agar tidak mendapat efek buruk darinya.

2. Ikan tinggi merkuri

Merkuri adalah senyawa beracun yang sangat berbahaya bagi manusia. Konsumsi dengan porsi tepat mungkin tidak akan menjadi masalah, tapi tidak untuk ibu hamil.

Kandungan merkuri yang tinggi bisa membahayakan saraf dan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, proses tumbuh kembang janin bisa terganggu.

Tuna dan makarel adalah dua di antara banyak produk laut yang memiliki kadar merkuri tinggi. Merkuri ini didapat dari paparan air laut yang tercemar.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Asam Folat, Bantu Cegah Bayi Lahir Cacat

3. Telur setengah matang

Jika ingin makan telur, pastikan makanan tersebut sudah termasak sempurna. Telur mentah atau setengah matang bisa terkontaminasi Salmonella, bakteri jahat yang dapat menyerang organ pencernaan.

Organ pencernaan berkaitan langsung dengan rahim. Kram perut adalah salah satu gejala yang bisa saja muncul. Bakteri tersebut juga dapat menyebabkan infeksi pada janin dan berisiko memicu kelahiran prematur.

Telur mentah atau setengah matang biasanya digunakan sebagai komponen tambahan sejumlah makanan, seperti mayones, beberapa jenis es krim, dan salad. Jadi, saat hendak menyantap makanan-makanan tersebut, periksa bahan-bahan yang digunakan terlebih dulu.

4. Sayuran mentah

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil selanjutnya adalah sayuran mentah. Ibu hamil memang sangat disarankan untuk memperbanyak asupan nutrisi yang diperoleh dari sayuran. Hanya saja, pastikan sayuran tersebut telah dicuci dan dimasak dengan matang sempurna.

Kecambah mentah misalnya, bisa saja telah terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri penyebab penyakit tipes. Ini juga berlaku untuk kacang hijau, lobak, dan sejumlah sayuran hijau lainnya.

Larangan mengonsumsi sayuran mentah memang bisa berlaku untuk semua orang. Hanya saja, ibu hamil memiliki tingkat kerentanan yang tinggi dari berbagai efek negatif yang ditimbulkannya.

5. Junk food

Periode kehamilan adalah waktu saat wanita memerlukan banyak asupan nutrisi, seperti protein, asam folat, dan zat besi. Semua kandungan tersebut bisa diperoleh dari sayur dan buah-buahan, tapi tidak pada junk food.

Alih-alih memiliki nilai gizi yang baik, junk food justru mengandung gula dan kalori yang tinggi, serta lemak olahan. Hal tersebut dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit yang akan membahayakan ibu dan janin seperti diabetes, obesitas, dan komplikasi kehamilan.

Bukan hanya dibatasi, sebaiknya ibu hamil benar-benar menyetop kebiasaan konsumsi junk food, agar tidak mendapatkan efek buruk pada proses tumbuh kembang janin.

Baca juga: Diabetes Pada Ibu Hamil: Jenis dan Gejala yang Perlu Diketahui

6. Makanan mengandung kafein

Mengutip American Pregnancy Association, kafein adalah satu satu kandungan makanan yang benar-benar harus dihindari oleh ibu hamil. Bukan tanpa alasan, kafein bisa memperbesar risiko keguguran.

Kafein mungkin sering dikaitkan dengan kopi. Faktanya, saat ini, ada banyak makanan yang mendapat campuran bahan tersebut, misalnya roti. Hindari konsumsi kafein, terutama pada saat trimester pertama. Periode tiga bulan pertama kehamilan adalah masa-masa paling rentan keguguran.

Selain itu, kafein juga bersifat diuretik, yaitu menghilangkan cairan dari dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan turunnya kadar kalsium. Alih-alih mengonsumsi kafein, kamu bisa menggantinya dengan jus buah segar yang menyehatkan.

Nah, itulah 6 makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Konsumsi jenis makanan tersebut dikhawatirkan bisa memicu risiko gangguan kehamilan seperti kram rahim, keguguran, kelahiran prematur, bahkan bayi lahir cacat. Selalu jaga kesehatan, ya!

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu dengan dokter profesional di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 6 Juni 2020, 11 Foods and Beverages to Avoid During Pregnancy.
  2. American Pregnancy Association, diakses 6 Juni 2020, Foods to Avoid When Pregnant.
  3. US National Library of Medicine, diakses 6 Juni 2020, Hypervitaminosis a in Early Human Pregnancy and Malformations of the Central Nervous System.

    register-docotr