Kehamilan

Saat Ingin Hamil, Ini 5 Kandungan Vitamin Prenatal yang Diperlukan Tubuh

June 21, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Vitamin prenatal merupakan salah satu cara mudah untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi. Tak hanya itu, vitamin ini juga bisa membantu mencegah bayi untuk mengalami cacat bayi tabung dan anemia, lho!

Selama kehamilan, ibu hamil membutuhkan lebih banyak asam folat dan zat besi dari biasanya. Nah, cara terbaik untuk mendapatkan vitamin yang dibutuhkan bayi adalah melalui diet sehat dan suplemen jika diperlukan.

Berikut rangkuman informasinya untuk para Moms:

Baca juga: Memantau Perkembangan Janin dalam Kandungan Berdasarkan Trimester

Apa vitamin prenatal yang dibutuhkan saat kehamilan?

Vitamin prenatal sangat diperlukan oleh tubuh karena mengandung banyak vitamin, mineral, asam folat, zat besi, yodium, serta kalsium. Beberapa kandungan nutrisi dalam vitamin prenatal ini memiliki fungsinya masing-masing, seperti:

Asam folat

Asam folat sendiri bisa membantu mencegah cacat tabung saraf. Nah, cacar ini merupakan kelainan serius pada otak janin dan sumsum tulang belakang. Karena itu, Moms disarankan untuk mengonsumsi asam folat ekstra setidaknya 3 bulan sebelum kehamilan.

Zat besi

Berbeda dengan asam folat, zat besi dapat mendukung perkembangan plasenta dan janin. Selain itu, zat besi juga bisa membantu darah untuk memasok oksigen ke janin serta mencegah terjadinya anemia.

Kalsium

Bagi wanita hamil, kalsium dapat membantu mencegah hilangnya kepadatan tulang karena bayi menggunakan nutrisi satu ini untuk pertumbuhannya sendiri. Karena itu, penting untuk mendapatkan asupan kalsium yang cukup selama kehamilan.

Yodium

Yodium sangat penting untuk fungsi tiroid pada wanita selama kehamilan. Tubuh yang kekurangan yodium bisa menyebabkan pertumbuhan fisik menjadi terhambat, kecacatan mental yang parah, dan tuli. Selain itu, bayi juga bisa keguguran dan lahir mati akibat kurang yodium.

Zat besi

Nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan bayi dalam kandungannya adalah zat besi. Hal ini karena zat besi dapat membantu memperlancar aliran darah serta membawa oksigen baik pada ibu dan bayinya.

Sebagian besar wanita hamil tidak mendapatkan cukup kolin, jadi penting untuk memasukkan makanan dengan kandungan tersebut dalam menu harian, seperti kuning telur.

Kolin sendiri sangat penting untuk kesehatan karena bisa membantu perkembangan otak janin dan fungsi plasenta. 

Bagaimana memilih vitamin prenatal yang baik?

Jika tidak memiliki komplikasi selama kehamilan atau masalah kesehatan lainnya, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen prenatal yang telah diresepkan. Namun, kalau tidak maka bisa mengonsumsi vitamin yang dijual bebas dan tersedia di apotek atau online.

Selain memeriksa asam folat dan zat besi, vitamin prenatal juga harus mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin D, serta seng.

Biasanya, dokter akan menyarankan dosis nutrisi tertentu yang lebih tinggi tergantung pada kondisi kesehatan ibu hamil. Jika bayi lahir dengan cacat tabung saraf, maka dokter akan memberikan suplemen terpisah yang mengandung asam folat dengan dosis lebih tinggi. 

Beberapa suplemen lain yang mengandung DHA juga penting karena bisa membantu pertumbuhan dan fungsi jaringan otak pada bayi terutama selama trimester ketiga.

Apabila vitamin tidak mengandung DHA di dalamnya, tanyakan pada dokter untuk rekomendasi suplemen lain dengan nutrisi tersebut.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kelahiran Prematur hingga Perdarahan Hebat, Begini Penanganan Kondisi Plasenta Previa!

Kapan waktu untuk mulai mengonsumsi vitamin prenatal?

Waktu terbaik untuk mulai mengonsumsi vitamin prenatal adalah sebelum kehamilan. Tabung saraf bayi yang akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang selama bulan pertama kehamilan sehingga perlu mengonsumsi vitamin sebelum merencanakan kehamilan.

Jika belum mengonsumsi vitamin prenatal harian, maka segera mulai untuk meminumnya. Setelah melahirkan, biasanya dokter juga akan menyarankan konsumsi vitamin prenatal terutama jika memutuskan untuk memberikan ASI atau menyusui bayi.

Vitamin prenatal yang diberikan dokter bisa dalam bentuk cair, kunyah, ataupun tablet. Namun, biasanya dokter lebih merekomendasikan vitamin langsung telan untuk memperoleh manfaat maksimal karena obat bekerja di dalam perut. 

Perlu diketahui, mungkin Moms akan merasakan sedikit mual setelah mengonsumsi vitamin prenatal ini. Karena itu, cobalah untuk mengatasinya dengan makan secara rutin atau perbanyak waktu istirahat. Tetap jaga kesehatan selama program hamil ya, Moms!

Tanyakan kondisi kesehatan saat masa kehamilan bersama dokter kami di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 17 Juni 2020. Prenatal vitamins: Why they matter, how to choose
  2. Webmd (2018), diakses 17 Juni 2020. Pregnancy and Prenatal Vitamins
  3. Healthline (2020), diakses 17 Juni 2020. The 11 Best Prenatal Vitamins for a Healthy Pregnancy
    register-docotr