Kehamilan

Wajib Tahu, Ini Tanda-tanda Jika Melahirkan Sudah Makin Dekat

September 8, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tanda-tanda melahirkan sudah dekat bisa dirasakan oleh setiap ibu hamil dengan cara berbeda. Hal ini wajar karena setiap ibu hamil memiliki perbedaan kondisi ketika hamil. Tanda-tanda ini dapat dirasakan sekitar tiga minggu sebelum prediksi melahirkan.

Meski tidak ada cara akurat untuk memastikan kapan waktu melahirkan. Namun, setidaknya Moms dapat mengetahui gejala tanda-tanda melahirkan sudah dekat. Berikut penjelasannya.

Ciri-ciri mau melahirkan

Jika Moms mengalami kontraksi yang semakin intens, bisa jadi itu adalah ciri-ciri mau melahirkan. Apalagi jika air ketuban mulai pecah dan merembes. Bukan hanya itu, masih ada beberapa tanda lain yang bisa mengindikasikan bahwa proses persalinan akan berlangsung tidak lama lagi.

Berikut ciri-ciri mau melahirkan yang perlu Moms ketahui:

1. Kram dan nyeri punggung

Kamu akan merasakan kram dan rasa sakit di punggung bawah dan pangkal paha. Hal ini adalah tanda-tanda melahirkan sudah dekat. Otot dan persendian dalam tubuhmu akan meregang dan bergeser sebagai persiapan kelahiran.

2. Leher rahim membesar

Saat akan melahirkan, tubuh akan merespons dengan berbagai cara. Salah satu adalah leher rahim yang melebar atau terbuka. Biasanya ini terjadi beberapa hari-hari atau minggu sebelum melahirkan.

Untuk mengecek pelebaran leher rahim ini, Moms bisa melakukan pemeriksaan internal dengan bantuan tenaga ahli.  Namun, bila pelebaran ini terasa lambat, Moms tidak perlu khawatir ya. Perlu Moms ketahui bahwa setiap orang mengalami kondisi berbeda-beda.

3. Sendi terasa longgar 

Sepanjang kehamilan, hormon relaxin membuat ligamen atau penghubung antar tulang sedikit lebih longgar. Hal ini bisa Moms rasakan pada seluruh terutama di bagian panggul. Longgarnya persendian di bagian panggul adalah cara alami tubuh mempersiapkan persalinan. 

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Harus Moms Ketahui

4. Sering merasa ingin buang air kecil

Pada akhir kehamilan, hal yang sering dirasakan adalah keinginan untuk sering buang air kecil, hal ini sering dirasakan karena kepala bayi sudah turun ke pelvis dan menekan kantung kencing. biasanya kesulitan bernafas sudah berkurang karna janin tidak lagi menekan diafragma.

5. Mengalami diare

Menjelang kelahiran, otot-otot dalam rahim dan dalam tubuh akan berada dalam kondisi yang rileks. Tidak terkecuali otot yang ada pada dubur. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan Moms diare. Gejala yang satu ini mungkin akan cukup mengganggu untuk Moms. 

Namun perlu diketahui bahwa diare menjelang proses melahirkan adalah hal wajar. Pastikan tubuh mendapat asupan cairan dengan baik ya Moms! 

6. Muncul lendir kental 

Jangan kaget saat Moms menemukan lendir keluar dari mulut rahim. Hal ini bisa jadi pertanda bahwa proses persalinan sudah semakin dekat. Tekanan dari kepala bayi menyebabkan lendir ini keluar melalui vagina. Terkadang, keluarnya lendir kental ini juga disertai dengan darah. 

7. Posisi bayi turun ke panggul

Pada kehamilan pertama, Moms akan merasakan bayi turun ke bagian panggul beberapa minggu sebelum proses persalinan dimulai. Hal ini bisa terjadi antara dua hingga empat minggu sebelum proses persalinan.

Saat bayi turun ke panggul, Moms mungkin akan merasakan pernapasan yang lebih lega. Di samping itu, Moms juga akan sering ke kamar mandi untuk buang air kecil. Hal ini karena kepala bayi yang sudah turun ke panggul akan menekan kandung kemih. 

8. Pecah ketuban

Pecahnya ketuban atau selaput amnion biasanya menandai bahwa persalinan sudah di mulai. biasanya ibu akan merassakan cairan keluar perlahan dan merasa basah walaupun tidak sedang buang air kecil.

Air ketuban biasanya tidak berbau. jadi, jika ibu merasakan hal ini segera ke fasilitas kesehatan terdekat ya untuk di lakukan pemeriksaan.

Ciri-ciri pecah ketuban

Pecahnya ketuban adalah salah satu tanda bahwa proses melahirkan semakin dekat. Mengutip dari Parents, pada sebagian wanita, ciri-ciri pecah ketuban adalah adanya tekanan pada area sekitar panggul disertai dengan ‘letupan-letupan’ kecil.

Tapi hal tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur. Sebab, banyak wanita justru tidak merasakan apa-apa ketika ketuban pecah. Ciri-ciri pecah ketuban lainnya yang biasanya dialami ibu hamil adalah:

  • Rembesan air seperti kencing yang ‘bocor’
  • Berbeda dengan kencing, ‘kebocoran’ karena ketuban pecah lebih tidak terkendali
  • Cairan terkadang bening dan tidak berbau
  • Cairan tidak lengket

Baca juga: Jangan Panik Moms, Begini Lho, Cara Mengatasi Baby Blues

9. Kontraksi

Saat hari persalinan semakin dekat, kontraksi akan semakin sering terjadi. Kontraksi digambarkan mirip dengan kram menstruasi. Pada ibu yang akan melahirkan, kontraksi dapat disertai rasa berdebar, tertusuk, dan berulang-ulang.

Di trimester akhir kehamilan, Moms biasanya sudah bisa merasakan kontraksi palsu atau “Braxton Hicks”. Kontraksi ini ditandai dengan frekuensi yang tidak teratur serta dapat hilang dengan cara mengubah posisi tubuh atau berjalan kaki. 

Sedangkan, kontraksi jelang persalinan biasanya ditandai dengan frekuensi yang teratur dan semakin kuat. Untuk itu, penting bagi Moms mencatat setiap kontraksi yang dirasakan dalam tubuh.

Bila kontraksi mulai terjadi setiap kurang dari sepuluh menit, Moms harus segera bersiap mengunjungi dokter atau rumah sakit ya.

Proses melahirkan

Mengutip dari Healthline, proses melahirkan terbagi menjadi tiga tahap. Ini berhubungan dengan pembukaan persalinan yang terjadi secara berurutan mulai dari 1 hingga 10. Perlu diketahui, angka pada pembukaan persalinan mengindikasikan lebar serviks (mulut rahim) yang telah membuka.

Misalnya, pembukaan satu artinya serviks sudah terbuka satu sentimeter. Puncaknya adalah pembukaan 10, ketika mulut rahim telah terbuka secara optimal dan siap untuk melahirkan.

1. Tahap pertama

Tahapan pertama adalah fase yang paling lama, bisa terjadi beberapa minggu, hari, atau jam sebelum persalinan dimulai. Pada tahap ini, kontraksi akan semakin kuat. Ibu hamil biasanya mulai mendatangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit bersalin.

Periode ini dibagi lagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

Persalinan dini

Pada tahapan ini, dinding serviks mulai menipis dan mengalami pembukaan 1 hingga 4. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa jam atau hari. Saat memasuki tahapan ini, ibu hamil akan mengalami sakit punggung, kram, dan keluarnya lendir bercampur darah.

Persalinan aktif

Persalinan aktif ditandai dengan semakin melebarnya serviks hingga tujuh sentimeter. Pada periode ini, ibu hamil akan mengalami pembukaan 4 hingga 7. Kontraksi menjadi lebih kuat karena bayi segera keluar.

Persalinan transisi

Persalinan transisi adalah fase puncak dari pembukaan persalinan. Pada periode ini, serviks akan membuka penuh hingga 10 sentimeter. Kontraksi bisa terasa sangat menyakitkan selama dua hingga tiga menit. Pada fase ini, tenaga medis sudah bersiap untuk melakukan proses persalinan.

2. Tahap kedua

Setelah serviks terbuka lebar secara maksimal, ibu hamil akan merasakan dorongan yang kuat dari dalam. Ya, inilah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu proses kelahiran buah hati tercinta. Dokter atau tenaga medis mulai menuntun Moms melatih pernapasan untuk mengejan.

Jika posisi bayi masih ada di panggul, dokter atau tenaga medis akan memerintahkan untuk terus mengejan. Tujuannya, memberikan dorongan kepada calon bayi agar segera turun menuju mulut rahim.

Pada fase ini, vagina akan terasa perih dan mungkin muncul sensasi terbakar. Sangat penting untuk tetap rileks dan mengatur pernapasan agar bayi bisa segera keluar. Inilah alasan mengapa ibu hamil disarankan mulai berlatih pernapasan sejak trimester ketiga.

Puncak proses melahirkan ini bisa berlangsung beberapa menit hingga jam, tergantung dari kondisi bayi dan ibu.

3. Tahap ketiga

Tahap terakhir dari proses melahirkan adalah mengeluarkan plasenta dari rahim. Normalnya, plasenta akan keluar sendiri setelah bayi lahir. Kontraksi ringan akan membantu pelepasan plasenta dari dinding rahim menuju vagina.

Setelah plasenta dikeluarkan, dokter atau tenaga medis akan membuat jahitan (episiotomi) untuk mengembalikan robekan serviks yang telah mengalami pembukaan persalinan dari awal hingga akhir.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini! 

Reference

 

    register-docotr