Kehamilan

Tanda-Tanda Keguguran yang Harus Diwaspadai, Bisa Tanpa Perdarahan?

October 5, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Moms, mengenali tanda-tanda dan ciri-ciri keguguran menjadi penting di masa kehamilan. Dengan memiliki pengetahuan ini, maka Moms bisa tahu apa saja tindakan akurat yang harus dilakukan.

Keguguran dengan kata lain, meninggalnya embrio atau janin sebelum 20 minggu masa kehamilan sering terjadi di periode hamil muda.

Tanda-tanda atau ciri-ciri keguguran

1. Perdarahan di vagina

Perdarahan pada saat hamil walaupun tidak selalu berarti serius tapi bisa menjadi salah satu tanda-tanda keguguran. Perdarahan ini sendiri bisa datang dan pergi selama beberapa hari.

Moms harus waspada, apalagi jika perdarahan ini tidak selesai dalam waktu beberapa jam. Apalagi jika Moms sebelumnya pernah mengalami keguguran hingga 3 kali berturut-turut atau keguguran berulang.

Maka Moms sebaiknya memeriksakan diri saat mengalami munculnya darah keguguran di minggu-minggu awal masa kehamilan.

Ciri-ciri darah keguguran:

  • Perdarahan saat keguguran bisa diawali dengan munculnya bercak.
  • Warna darah dapat berkisar dari merah muda, merah tua, hingga coklat.
  • Darah merah adalah darah segar yang keluar dari tubuh dengan cepat.
  • Darah coklat di sisi lain, adalah darah yang sudah ada di dalam rahim beberapa saat. Saat keluar warnanya seperti bubuk kopi atau kehitaman.
  • Perdarahan terberat umumnya berakhir dalam waktu tiga hingga lima jam sejak perdarahan hebat dimulai. Pendarahan yang lebih ringan dapat berhenti dan mulai dari satu hingga dua minggu sebelum benar-benar berakhir.

2. Kram dan nyeri

Ciri-ciri keguguran berikutnya adalah kram dan nyeri. Kram merupakan salah satu hal yang lumrah saat hamil, terutama di minggu-minggu awal masa kehamilan. Hal ini terjadi karena uterus yang membesar.

Akan tetapi, Moms harus waspada karena gejala satu ini merupakan pelengkap tanda-tanda keguguran setelah Moms mengalami perdarahan. Seberapa berat dan lamanya keram yang dialami berbeda pada setiap orang.

3. Sakit di punggung bagian bawah

Bukan hanya di perut bagian bawah atau panggul saja, Moms juga bisa merasakan sakit di punggung bagian bawah. Kondisi ini juga normal terjadi apabila Moms memiliki rahim yang terbalik.

Sakit di bagian punggung bawah juga merupakan tanda normal kehamilan dini. Namun, bisa juga menjadi sebuah tanda keguguran, terutama jika berlangsung dengan adanya perdarahan di vagina.

4. Keputihan juga bisa jadi ciri-ciri keguguran

Ciri-ciri keguguran yang berikutnya adalah peningkatan intensitas keputihan. Peningkatan keputihan yang terjadi di awal masa kehamilan biasanya tidak dikaitkan dengan keguguran.

Meskipun demikian, Moms harus waspada jika keputihan ini lebih mirip lendir dan berwarna darah. Perubahan hormon meningkatkan sekresi vagina dan serviks, dan hal ini normal saat Moms hamil.

Moms harus pastikan tidak memiliki gejala lain dari keputihan seperti gatal-gatal, nyeri atau bau di vagina. Dengan memerhatikan hal-hal tersebut, Moms bisa membedakan mana tanda keguguran, mana yang hanya keputihan biasa.

Sebagai tambahan, gejala ini juga bisa menunjukan adanya infeksi atau ketidakseimbangan bakteri di vagina.

5. Keluarnya cairan ketuban

Ciri-ciri keguguran yang terakhir adalah keluarnya cairan ketuban. Meskipun bukan tanda-tanda umum, tapi ketika ini terjadi sudah bisa dipastikan Moms mengalami keguguran.

Rusaknya selaput janin menjadi salah satu tanda-tanda keguguran pada trimester kedua masa kehamilan.

Keluarnya cairan ketuban ini juga bisa jadi salah satu tanda jika Moms memiliki serviks yang tidak kompeten. Ini juga menjadi salah satu penyebab dari keguguran di trimester kedua dan ketiga.

Baca Juga : Penting, Ini Penyebab Keguguran yang Wajib Diketahui Bumil

Baca Juga : 5 Mitos tentang Keguguran Ini Harus Dibantah, Bikin Bumil Resah

Keguguran tanpa pendarahan

Mungkinkan keguguran terjadi tanpa adanya ciri-ciri berupa pendarahan? Pada banyak kasus, pendarahan adalah tanda pertama keguguran. Namun, keguguran dapat terjadi tanpa pendarahan atau gejala lain dapat muncul terlebih dahulu.

Bahkan, seorang wanita mungkin tidak mengalami gejala apapun dan baru mengetahui jika ia keguguran ketika dokter tidak dapat mendeteksi detak jantung bayi selama cek USG rutin.

Perdarahan selama kehilangan kehamilan terjadi ketika rahim kosong. Dalam beberapa kasus, janin mati tetapi rahim tidak kosong, dan seorang wanita tidak akan mengalami perdarahan.

Beberapa dokter menyebut jenis keguguran tanpa perdarahan ini sebagai “keguguran yang terlewatkan”. Keguguran mungkin luput dari perhatian selama berminggu-minggu, dan beberapa wanita tidak berobat.

Untuk itu lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala ya moms, dan perhatikan tanda-tanda keguguran yang mungkin muncul. Periksakan dan bertanya kepada dokter jika terjadi sesuatu yang tidak biasa dalam kehamilan ya moms.

Baca Juga : Pelajari Seluk Beluk Keguguran Tanpa Pendarahan di Sini

Baca Juga : Ingin Hamil Lagi Setelah Keguguran? Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

 

  1. Helathline.com (2019) diakses 08 juni 2020. https://www.healthline.com/health/miscarriage
  2. Verywellfamily.com (2019) diakses 08 juni 2020. https://www.verywellfamily.com/pregnancy-loss-symptoms-and-diagnosis-4157397
  3. Healthline.com (2018) diakses 08 juni 2020. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-long-does-a-miscarriage-last#symptoms
  4. Healthline. Diakses pada5 Oktober 2020. What Does a Miscarriage Look Like?
  5. Medical News Today. Diakses pada5 Oktober 2020. Can you have a miscarriage without bleeding?
    register-docotr