Kehamilan

Semakin Canggih, Ini Dia Proses Bayi Tabung Embryoscopy dan PGS yang Perlu Diketahui!

October 22, 2020 | Felicia Elfriestha
feature image

Proses bayi tabung atau IVF biasanya diperuntukkan bagi para pasangan suami istri yang belum memiliki anak. Saat ini, teknologi IVF embryoscopy dan PGS sudah semakin canggih lho!

Program bayi tabung harus dilakukan berdasarkan prosedur yang dokter berikan. Nah, untuk mengetahui apa itu bayi tabung yuk simak penjelasan selengkapnya berikut.

Baca Juga: 6 Penyebab Wanita Sulit Orgasme saat Bercinta, Mau Tahu Apa Saja?

Apa itu program bayi tabung?

Saat ini, masih banyak yang mempertanyakan apa itu bayi tabung. Ya, bayi tabung merupakan prosedur reproduksi berbantuan yang dilakukan dengan menggunakan sel telur sendiri dan sperma dari pasangan.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah IVF embryoscopy. Teknologi baru ini bisa membantu proses in vitro fertilisation atau IVF. Perangkat berteknologi tinggi ini digunakan di laboratorium IVF selama masa inkubasi antara pemupukan dan implantasi.

IVF embryoscopy memungkinkan spesialis infertilitas untuk memantau perkembangan telur sepanjang waktu tanpa harus mengeluarkannya dari inkubator.

Embryoscopy sendiri bermanfaat untuk mengurangi risiko kesalahan saat memilih embrio serta dapat memberikan gambaran bagi para dokter dan pasien terkait perkembangannya.

Untuk beberapa pasien, IVF embryoscopy juga dapat meningkatkan peluang mereka untuk hamil hingga melahirkan anak.

Mengenal proses bayi tabung

Proses bayi tabung perlu diawali dengan tes cadangan ovarium untuk wanita yang ingin memulainya. Hal ini akan melibatkan pengambilan sampel darah dan mengujinya untuk melihat tingkat hormon perangsang folikel atau FSH.

Selain itu, proses bayi tabung biasanya juga akan melibatkan pemeriksaan USG yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar rahim. Nah, beberapa proses bayi tabung selanjutnya yang perlu diketahui yakni sebagai berikut:

  • Di mana selama pembuahan in-vitro, dokter akan memeriksa embrio sekali dalam sehari untuk menentukan apakah embrio itu layak atau tidak
  • Proses ini bisa dibilang rumit karena harus dilakukan secara efektif dan efisien, dimana embrio harus disimpan pada suhu 37 derajat dan ditempatkan pada lingkungan dengan konsentrasi gas yang tepat untuk bertahan hidup
  • Embryoscopy merupakan jenis inkubator khusus yang memasok nutrisi dan menyediakan kondisi lingkungan yang ideal bagi embrio untuk tumbuh di luar rahim
  • Embrio ini akan tetap berada di inkubator selama periode inkubasi 5-7 hari
  • Alat ini juga akan mengambil gambar embrio setiap 5-10 menit.
  • Hal ini bertujuan untuk memantau pembelahan sel dan perkembangan setiap embrio secara konstan meski embrio ada di dalam inkubator
  • Kamera khusus yang digunakan embryoscopy juga dapat membantu ahli embriologi untuk memprediksi kelainan kromosom
  • Terakhir embrio terbaik pun dipilih untuk dipindahkan. Pasien juga dapat diberikan informasi penting terkait kelayakan embrio yang dipilih. 

Pre-implantation genetic screening (PGS)

Setelah mengetahui apa itu bayi tabung, teknologi lainnya juga perlu dipahami yakni PGS. Bayi tabung dengan PGS menjadi pilihan yang tepat dan efektif dari teknologi reproduksi berbantuan.

Pre-implantation genetic screening (PGS) ini merupakan suatu teknik di dalam bayi tabung untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan jumlah (kelebihan / kekurangan) kromosom termasuk mengetahui jenis kelamin (kromosom sex).

Sebelum embrio ditransfer ke dalam rahim ibu, embrio tersebut dapat meningkatkan angka keberhasilan IVF atau angka kehamilan serta menekan angka kejadian keguguran dan lahir bayi dengan cacat genetik.

Selain itu, bayi tabung dengan PGS diketahui dapat meningkatkan peluang keberhasilan transfer embrio hingga membantu pasien mencapai kehamilan.

Baca Juga: Sekilas Nampak Mirip, Ternyata Ini Bedanya Pilates dan Yoga

Cara kerja pre-implantation genetic screening (PGS)

Bayi tabung dengan PGS memiliki berbagai tahapan atau prosedur yang harus diikuti dengan benar. Beberapa cara kerja bayi tabung dengan PGS yang perlu diketahui, yakni:

  • Pada tahap awal dilakukan biopsi embrio yaitu pengambilan sejumlah sel embrio yang dilakukan pada hari kelima (stadium blastosis)
  • Ahli embriologi akan melakukan biopsi embrio dengan mengeluarkan 4-6 sel dari blastokista 100-200 sel
  • Biopsi kemudian dikirim ke laboratorium untuk melakukan tahap analisis PGS. Biasanya, embrio dibekukan terlebih dahulu dan ditinggal di rumah sakit, sementara biopsi dianalisis di laboratorium
  • PGS akan menyaring setiap biopsi embrio dan menghitung jumlah kromosom dalam setiap sampel yang ada
  • Embrio normal harus mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom secara total, dengan satu set disumbangkan oleh sumber sperma dan set lainnya disumbangkan oleh sumber telur
  • Jika semua embrio dianalisis, laporan genetik akan dikirim kembali ke ahli endokrinologi reproduksi
  • Pada tahap terakhir, embrio akan dipanaskan lagi dan langsung ditransfer ke rahim ibu apabila hasil analisis kromosom telah keluar
  • Hal ini juga dapat dipengaruhi dengan bertambahnya usia. Kemungkinan kelainan kromosom akan meningkat terutama bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas.

Selain teknologi PGS dapat meningkatkan keberhasilan IVF, adapun manfaat lain yang bisa didapatkan dari teknologi PGS ini diantaranya adalah :

  • Mengetahui apakah kromosom embrio tersebut normal. Embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal biasanya tidak berhasil menempel di rahim, atau kalau menempel pun dapat menyebabkan keguguran
  • Dengan memilih embrio yang kromosomnya normal, maka tingkat keberhasilan hamil tersebut tentu akan lebih tinggi
  • Mendeteksi jika ada kelainan kromosom pada embrio. Sehingga dapat dipilih embrio yang kromosomnya bebas kelainan saja yang ditanam, untuk menghindarkan dari keturunan dengan kelainan kromosom seperti Down Syndrome.

Transfer embrio tunggal dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi kesehatan yang sering dikaitkan dengan kehamilan kembar dua atau kembar tiga. 

Kehamilan ganda juga dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi selama kehamilan, seperti kelahiran prematur, fungsi plasenta yang abnormal, hingga preeklampsia.

Selain itu, komplikasi terkait IVF lainnya dapat berupa hiperstimulasi ovarium atau OHSS, kondisi langka yang melibatkan kelebihan cairan di perut, dan perdarahan, infeksi, atau kerusakan pada usus.

Berapa biaya bayi tabung?

Pertanyaan seputar bayi tabung spermanya dari mana dan biaya yang harus dikeluarkan masih kerap dilontarkan oleh pasangan suami istri. Ketika bertanya mengenai bayi tabung spermanya dari mana, tentu berasal dari suami yang ingin menjalani prosedur IVF.

Biasanya, pria perlu menjalani tes sperma yang melibatkan pemberian sampel dimana kemdian akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jumlah, ukuran, dan bentuk. Setelah paham tentang bayi tabung spermanya dari mana, maka biaya prosedur satu ini juga harus diketahui.

Sudah bukan menjadi rahasia umum mengenai biaya bayi tabung yang harus dikeluarkan pasangan suami istri. Ya, biaya bayi tabung tergolong cukup mahal tergantung rumah sakit dan prosedur yang dilakukan.

Biaya bayi tabung di Indonesia sendiri diperkirakan berkisar antara 60 hingga 100 juta Rupiah. Namun, jika menginginkan harga yang lebih murah maka tanyakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai tingkat keberhasilannya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. ivansini.com diakses 7 Juli 2020. Teknologi Terbaru Bayi Tabung dengan Waktu Singkat. 7 Juli 2020 pukul 21.00.
  2. ncbi.nlm.nih.gov diakses 7 Juli 2020. Embryoscopy and New Advances in Fetal Diagnosis and Treatment. 7 Juli 2020 pukul 21.30.
  3. hfea.gov.uk diakses 7 Juli 2020. Pre-implantation genetic screening (PGS). 7 Juli 2020 pukul 21.45.
  4. Healthline (2016), diakses 22 Oktober 2020. In Vitro Fertilization (IVF)
  5. Mayo Clinic (2019), diakses 22 Oktober 2020. In vitro fertilization (IVF)
    register-docotr