Kehamilan

Robekan Jalan Lahir, Pahami Proses dan Cara Mengatasinya!

November 20, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Robekan jalan lahir atau ruptur perineum sering terjadi selama proses melahirkan. Hal ini terjadi ketika kepala bayi terlalu besar untuk vagina sehingga biasanya terjadi secara bertingkat dan menyebabkan rasa sakit.

Perlu diketahui, robeknya jalan lahir pasti terjadi ketika wanita memilih persalinan secara normal. Nah, untuk mengetahui proses robekan jalan lahir yuk simak penjelasan lebih lengkapnya berikut.

Baca juga: Tes Keperawanan: Fakta dan Mitos yang Perlu Diketahui!

Bagaimana proses robekan jalan lahir terjadi?

Setiap wanita yang melahirkan melalui vagina dapat mengalami nyeri perineum postpartum. Biasanya, hal ini terjadi karena adanya tekanan dari kepala bayi yang mendorong untuk mengalami robekan dan laserasi di perineum, yakni area antara vagna dan anus.

Lebih dari separuh wanita setidaknya akan mengalami robekan kecil setelah melahirkan. Dilansir dari What To Expect, robekan jalan lahir dibagi menjadi dua tingkatkan. Robekan tingkat pertama hanya kulit yang robek sementara tingkat dua ditandai dengan robeknya otot vagina. 

Robekan perineum dan vagina terkadang dapat mengakibatkan rasa sakit dan membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Ruptur perineum kemungkinan terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan karena jaringan di bawahnya masih kurang fleksibel.

Faktor lain yang berkontribusi pada kemungkinan terjadinya ruptur perineum adalah kelebihan berat badan atau kelahiran cepat. Hal ini dikarenakan jaringan memiliki lebih sedikit waktu untuk beradaptasi dan meregang saat bayi turun.

Posisi bayi juga menentukan robekan jalan lahir, seperti bayi yang menghadap ke atas akan memberi tekanan ekstra pada bagian bawah vagina.

Memiliki persalinan yang dibantu vakum atau forsep bisa mengakibatkan pembengkakan pada vagina yang parah sehingga meningkatkan kemungkinan robek.

Penanganan tepat terhadap robekan jalan lahir

Terdapat empat derajat robekan vagina yang terasa sangat menyakitkan, namun biasanya hanya akan membutuhkan beberapa jahitan setelah melahirkan.

Jika kamu mengalami robekan tingkat pertama atau kedua, maka mungkin merasa tidak nyaman, terutama saat duduk tegak selama seminggu lebih.

Selain itu, rasa tidak nyaman akan terjadi saat buang air besar atau melakukan apapun yang menyebabkan peningkatan tekanan ke bawah seperti batuk dan bersin. Pada minggu kedua, robekan akan sembuh dengan baik dan jahitannya lepas. 

Ruptur perineum yang parah juga dapat memengaruhi sfingter anal sehingga butuh saran dokter untuk menyembuhkannya. Beberapa penanganan rumahan diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti:

Kompres dengan es

Rasa sakit akibat robekan jalan lahir bisa dilakukan dengan mengompres es ke area tersebut selama 10 hingga 20 menit. Menerapkan kompres es ini juga bisa membantu mengurangi pembengkakan.

Jika ingin mengaplikasikannya, pastikan untuk menutupi es dengan kain bersih agar kulit terlindungi dari rasa dingin. Perhatikan untuk tidak menggunakan kompres es selama lebih dari 20 menit karena bisa menyebabkan kerusakan saraf.

Pelunak feses

Dokter mungkin akan meresepkan pelunak feses atau merekomendasikan pelembut tinja, seperti docusate sodium selama masa penyembuhan.

Penggunaan pelunak feses ini dapat mengurangi kebutuhan kamu untuk mengejan saat buang air besar sehingga tidak memicu munculnya rasa sakit.

Tetap bersih dan kering

Area perineum harus terjaga agar tetap bersih dan kering setelah melahirkan.Untuk membilas area tersebut, kamu bisa memasukkan air hangat ke dalam botol setelah pergi ke kamar mandi.

Selain itu, kamu juga bisa mengisi bak mandi dengan air hangat selama beberapa menit untuk membersihkan kulit.

Cukup istirahat

Rasa sakit akibat ruptur perineum bisa dikurangi dengan mendapatkan istirahat yang cukup. Meski cukup sulit untuk beristirahat saat memiliki bayi, namun kamu harus menghindari olahraga berat agar proses penyembuhan bisa berjalan dengan cepat.

Penyedia layanan kesehatan mungkin akan merekomendasikan agar kamu menghindari aktivitas berat setidaknya selama dua minggu setelah melahirkan. Mintalah bantuan dari keluarga atau teman untuk menjauhi aktivitas yang terlalu berat.

Hal-hal yang perlu dihindari selama masa penyembuhan

Selama masa penyembuhan, wanita yang mengalami ruptur perineum harus menghindari produk dan aktivitas yang dapat memperburuk gejala.

Beberapa hal yang perlu dihindari, antara lain mandi garam, menggunakan lotion wangi atau bedak, mengaplikasikan kompres panas ke area perineum, jongkok terlalu lama, dan seks.

Penyedia layanan kesehatan mungkin akan memberikan instruksi tambahan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan robekan.

Hubungi dokter segera jika kamu mengalami gejala, berupa kotoran berbau busuk, peningkatan nyeri di tempat robekan, demam, dan pembengkakan yang signifikan.

Baca juga: Bekerja Melawan Bakteri dan Virus, Begini Cara Kerja Sistem Imun dalam Tubuh!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 10 November 2020. Taking Care of Vaginal Tears After Delivery
  2. Parents.com (2020), diakses 10 November 202o. Vaginal Tearing During Childbirth: What You Need to Know
  3. Whattoexpect.com (2019), diakses 10 November 2020. Vaginal and Perineal Tears During and After Childbirth
    register-docotr