Kehamilan

Perut Kram saat Hamil, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

June 12, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Perut kram saat hamil merupakan hal yang seringkali terjadi. Biasanya dalam kondisi kram ringan, ibu hamil tak perlu khawatir, kok. Biasanya Moms hanya butuh istirahat atau mengubah posisi untuk menghilangkan kram tersebut.

Salah satu penyebab paling umum kram adalah karena peregangan ligamen. Peregangan ini terjadi untuk mendukung ruang tumbuh janin.

Selain itu ada beberapa sebab lainnya yang menyebabkan kram. Nah, yuk Moms simak informasi lengkapnya berikut ini:

Penyebab perut kram saat hamil

Perut kram saat hamil bisa terjadi sepanjang trimester. Pada trimester pertama dan kedua kram terjadi sebagai bentuk penyesuaian tubuh. Otot-otot rahim meregang dan membuat ibu hamil merasa kedua sisi perut tertarik.

Hal tersebut bisa membuat perut terasa nyeri. Di samping itu, ada berbagai penyebab lainnya yang bisa membuat ibu hamil rentan kram, yaitu:

Respons tubuh terhadap proses kehamilan

Selain peregangan otot, di awal kehamilan biasanya ibu hamil akan mengalami konstipasi atau sembelit. Perubahan hormon pada ibu hamil yang biasanya memicu sembelit ini juga bisa mengakibatkan kram perut, lho.

Selain pada awal kehamilan, sembelit juga umum terjadi pada trimester ketiga, tepatnya saat rahim memberi ekstra tekanan pada usus.

Jika kram perut disebabkan karena sembelit, biasanya akan disertai gejala seperti rasa begah dan kembung.

Terjadi setelah melakukan hubungan seksual

Ibu hamil pada dasarnya tetap bisa melakukan hubungan seksual sampai jelang persalinan, namun ada pula yang justru mengalami kram perut setelahnya. Kram yang dirasakan biasanya termasuk ringan.

Bagi beberapa ibu hamil, aktivitas seks akan terasa berbeda dan bisa berujung pada kram atau kontraksi ringan. Jika terus terjadi dan membuat Moms tidak nyaman, segera cek ke dokter kandungan.

Tumbuh kembang janin yang semakin besar

Kehamilan pada trimester ketiga akan membuat ibu hamil merasakan adanya tekanan pada panggul. Ini menandakan janin tumbuh dan berkembang. Kondisi ini juga memungkinkan ibu hamil merasakan kram saat berjalan karena posisi bayi di dalam perut.

Ini adalah hal yang wajar. Namun perlu diingat, jika kram terus terjadi dan semakin bertambah parah sebaiknya konsultasikan pada dokter.

Perut kram saat hamil, berbahaya atau tidak?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, umumnya perut kram saat hamil bukan hal yang berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada kondisi tertentu yang perlu digarisbawahi terkait kram.

Misalnya kram yang disertai bercak darah atau pendarahan, kram yang terjadi di sisi kanan atas perut, serta kram yang semakin parah di trimester ketiga. Jenis-jensis kram tersebut bisa menjadi pertanda beberapa kondisi di bawah ini:

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi hamil di luar kandungan atau rahim. Jika mengalaminya, maka janin tidak bisa dipertahankan dan perlu dilakukan operasi atau pembersihan rahim. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sakit, kram perut dan pendarahan
  • Rasa sakit di bahu
  • Tidak nyaman saat buang air kecil atau buang air besar

Keguguran

Jika mengalami kram hebat, nyeri dan juga pendarahan, bisa menjadi gejala keguguran. Biasanya terjadi sebelum kehamilan berusia 24 minggu. Namun ada juga kasus yang kehamilannya bisa diselamatkan dan terus berlanjut. Langsung hubungi dokter jika mengalami gejala yang sudah disebutkan.

Preeklampsia

Kram perut wajar terjadi, tapi jika ibu hamil juga merasakan nyeri di sisi kanan atas perut secara terus menerus, bisa menjadi pertanda preeklampsia.

Preeklampsia adalah tekanan darah tinggi yang terjadi saat kehamilan. Biasanya terjadi setelah kandungan berusia 20 minggu atau kadang bisa terjadi saat bayi telah dilahirkan. Waspadai jika ibu hamil mengalami kram yang disertai gejala lain seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala parah
  • Kaki, tangan dan wajah bengkak

Persalinan prematur

Kram terus menerus yang semakin lama semakin parah di trimester ketiga bisa menyebabkan ibu melahirkan prematur. Karena itu, harus diwaspadai dan hubungi dokter jika mengalaminya untuk dilakukan pemantauan.

Placental abruption

Ini adalah kondisi saat plasenta terlepas sebelum bayi lahir. Ini akan mengakibatkan kram yang disertai dengan pendarahan hebat. Ini berbahaya bagi ibu dan juga bayinya. Langsung minta bantuan agar mendapat pertolongan medis.

Infeksi saluran kemih

Ini adalah gangguan kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan kram. Namun pada kasus tertentu infeksi saluran kemih akan menyebabkan rasa tidak nyaman atau sakit saat buang air kecil.

Cara mengatasi perut kram saat hamil

Jika mengalami kram yang disertai gejala berbahaya seperti pendarahan, rasa sakit berlebih atau rasa tidak nyaman berlebih, ibu hamil sebaiknya langsung mencari pertolongan tenaga kesehatan terdekat.

Namun jika hanya mengalami kram ringan, ibu hamil bisa melakukan beberapa cara seperti berikut:

  • Ubah posisi menjadi lebih rileks
  • Hindari posisi yang menyebabkan kram
  • Mandi dengan air hangat sebelum tidur
  • Luangkan waktu untuk beristirahat jika harus melakukan banyak aktivitas
  • Gunakan korset penyangga kehamilan juga bisa membuat ibu lebih nyaman sehingga mengurangi kemungkinan kram.

Kapan saja merasa ragu tentang kondisi kehamilan, selalu bicarakan dengan dokter kandungan. Lakukan yang terbaik untuk kesehatan Moms dan juga si Kecil dalam kandungan.

Jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan kehamilan, Moms juga dapat berkonsultasi dengan dokter kami. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. NHS diakses 9 Juni 2020 Stomach pain in pregnancy
  2. Healthline diakses 9 Juni 2020 When to Be Concerned by Pregnancy Cramps
    register-docotr