Kehamilan

Jangan Panik Moms, Ketahui Fakta-fakta Persalinan Sungsang Berikut Ini!

July 13, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap ibu tentu ingin sang buah hati lahir dengan selamat dan sempurna. Namun kadang ada saja kejadian di luar rencana yang bisa membuat Moms menjadi sedikit khawatir. Misalnya saat harus menghadapi kemungkinan persalinan sungsang.

Persalinan sungsang memang relatif lebih sulit ketimbang proses melahirkan secara normal. Tapi ini bukan berarti Moms harus panik secara berlebihan. Moms tetap bisa menjalaninya dengan mudah selama mengetahui beberapa hal di bawah ini.

Apa itu persalinan sungsang?

persalinan sungsang
Berbagai posisi bayi pada kehamilan sungsang. Sumber foto: Shutterstock.com

Kehamilan sungsang terjadi saat bagian bawah tubuh bayi mengarah langsung ke jalur lahir. Tipe kehamilan ini sendiri terdiri dari 3 jenis yakni:

  1. Sungsang lengkap, yakni ketika pantat bayi mengarah ke jalur lahir pada vagina dengan kedua kaki terlipat di bagian lutut (menekuk)
  2. Sungsang presentasi bokong, yakni ketika posisi pantat bayi mendekati jalan lahir dengan tungkai kaki sejajar dengan badan, dan kaki terletak di dekat kepala
  3. Footling breech, yakni ketika salah satu kaki terletak di bawah pantat sehingga ia keluar lebih dulu sebelum tubuh bayi

Apa penyebab persalinan sungsang?

Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa alasan yang menyebabkan terjadinya persalinan ini, di antaranya adalah:

  1. Calon ibu sudah menjalani kehamilan beberapa kali
  2. Kehamilan kembar
  3. Calon ibu pernah melahirkan bayi prematur di kehamilan sebelumnya
  4. Rahim memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban yang membuat bayi susah atau terlalu mudah bergerak
  5. Bentuk rahim yang mengalami kelainan, misalnya diakibatkan adanya fibroid di dalamnya
  6. Calon ibu mengalami plasenta previa

Apakah persalinan ini bisa menyebabkan komplikasi?

Secara umum persalinan sungsang tidak berbahaya dan bayi yang dilahirkan sebagian besar tumbuh dengan sehat sempurna.

Namun pada prosesnya bisa jadi ada beberapa risiko tambahan. Mulai dari bayi tersangkut di jalur lahir, sampai mengalami kekurangan oksigen karena tali pusat mengalami gangguan.

Sebuah penelitian yang dilansir dari Healthline menyebutkan bahwa bayi sungsang lebih disarankan untuk dilahirkan melalui operasi caesar. Ini akan memperkecil risiko komplikasi dan kematian yang terjadi dibandingkan melahirkan secara normal.

Apakah kehamilan sungsang dapat berubah menjadi normal?

Dikutip dari Family Doctor, ada beberapa cara alami yang umum digunakan untuk memutar posisi bayi agar kembali normal.

Proses ini biasanya terdiri dari beberapa latihan fisik, stimulasi tertentu, dan pemberian obat-obatan. Beberapa di antaranya adalah:

Memiringkan panggul

Berbaringlah di atas lantai dengan kedua kaki di tekuk. Angkat pinggang dan panggul menyerupai posisi sebuah jembatan dan lakukan selama 10 sampai 20 menit.

Lakukan latihan ini setidaknya 3 kali sehari. Teknik ini akan sangat efektif jika dilakukan saat bayi aktif bergerak di dalam rahim.

Pembalikan dengan daya gravitasi

Moms juga dapat memanfaatkan daya gravitasi untuk membalikkan posisi bayi. Caranya adalah dengan beristirahat selama 10 sampai 20 menit dalam posisi child pose.

Pertama ambil posisi berlutut dengan agak melebar, lalu cobalah merangkak ke depan dengan tangan dan lengan lurus di posisi depan.

Terakhir pertahankan posisi tubuh rileks pada paha dan kening untuk beristirahat di lantai. Bernapaslah di posisi ini sekurangnya tiga tarikan napas panjang.

External version

Adalah teknik non-operasi yang dilakukan untuk mengubah posisi bayi dengan membaliknya secara manual memakai tangan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kebanyakan dokter akan menyarankan tindakan ini pada usia kehamilan 36 sampai 38 minggu.

Prosedur ini umumnya dilakukan di rumah sakit dan membutuhkan setidaknya dua orang tenaga kesehatan, namun saat ini prosedur ini sudah sangat jarang.

Minyak esensial

Pada beberapa kasus, para calon ibu mengklaim berhasil membalikkan posisi bayinya dengan menggunakan minyak esensial beraroma peppermint.

Caranya adalah dengan mengoleskannya di perut sambil menstimulasi sang bayi agar berputar dengan sendirinya. Akan tetapi metode ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan tentang persalinan sungsang

Ketika semua metode di atas tidak berhasil memutar posisi bayi, bukan berarti Moms akan mengalami kesulitan atau kondisi yang berbahaya. Moms tetap bisa menjalani proses melahirkan dengan aman baik melalui vagina maupun operasi caesar.

Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat Moms memutuskan melahirkan secara normal, yakni:

  1. Risiko kecelakaan selama proses melahirkan
  2. Risiko kecelakaan karena soket pinggul bayi dan tulang paha menjadi terpisah
  3. Risiko tali pusat yang menjadi sumber oksigen merata sehingga asupan oksigen berkurang dan menyebabkan kerusakan otak dan saraf pada bayi

Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan dan konsultasi terkait persalinan sungsang dengan dokter. Diskusikan pilihan metode persalinan yang sesuai dengan kondisi Moms.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Child pose, https://www.msn.com/id-id/kesehatan/latihan/yoga/child-pose/ss-BBtSNB5 diakses pada 9 Juli 2020

What You Need to Know if Your Baby Is Breech, https://www.healthline.com/health/pregnancy/breech-baby diakses pada 9 Juli 2020

Breech Babies: What Can I Do if My Baby is Breech?, https://familydoctor.org/breech-babies-what-can-i-do-if-my-baby-is-breech/ diakses pada 9 Juli 2020

Breech births, https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/breech-presentation/ diakses pada 9 Juli 2020

    register-docotr