Kehamilan

Memantau Perkembangan Janin dalam Kandungan Berdasarkan Trimester

June 14, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Memerhatikan perkembangan janin di dalam perut merupakan salah satu momen berharga yang banyak dilakukan ibu hamil dan pasangannya. Ini menjadi saat-saat menyenangkan sekaligus menegangkan karena khawatir apakah janin berkembang baik atau tidak.

Perkembangan janin dimulai dari pembuahan dan berakhir dengan kelahiran bayi. Umumnya, diperlukan waktu sekitar 40 minggu atau sembilan bulan untuk kehamilan yang dibagi menjadi tiga trimester.

Baca juga: Jangan Dibuang, Ternyata Banyak Manfaat Biji Pepaya untuk Kesehatan!

Awal kehamilan dan cara mengetahuinya

Dari saat pembuahan, hormon human chorionic gonadotropin atau hCG akan hadir di dalam darah. Hormon ini dibuat oleh sel-sel yang membentuk plasenta atau merupakan sumber makanan untuk bayi dalam kandungan.

Hormon inilah yang juga terdeteksi dalam tes kehamilan. Nah, meski hormon ini ada sejak awal, namun dibutuhkan waktu untuk membangunkannya di dalam tubuh.

Biasanya, diperlukan tiga hingga empat minggu sejak hari pertama haid terakhir agar hCG meningkat cukup sehingga terdeteksi saat tes kehamilan.

Ketika sudah positif hamil, biasanya dokter akan menanyakan apakah bumil sedang mengonsumsi vitamin prenatal. Vitamin yang disebut juga asam folat ini mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh atau

Asam folat perlu dikonsumsi setidaknya 400 mcg setiap hari sebelum atau selama kehamilan. Karena nutrisinya sangat penting untuk memastikan tabung saraf bayi, mulai dari otak dan tulang belakang berkembang dengan benar. 

Bagaimana perkembangan janin selama dalam kandungan?

Perkembangan janin dalam kandungan. (Foto: freepik.com)

Dilansir dari Healthline, perkembangan prenatal dimulai saat pembuahan dan berakhir dengan kelahiran bayi. Umumnya, diperlukan sekitar 40 minggu atau sembilan bulan untuk menciptakan kehidupan baru.

Perkembangan janin dapat dibedakan menjadi tiga trimester, dimulai dari bulan pertama hingga bulan kesembilan.

Setiap trimester ini akan membawa perubahan dan perkembangan baru pada janin dalam kandungan.  Nah, untuk perkembangan janin lebih jelasnya berikut ulasan lengkapnya.

Perkembangan janin pada trimester pertama

Trimester pertama akan berkisar dari pembuahan hingga 12 minggu sehingga disebut juga sebagai tiga bulan pertama kehamilan. Selama trimester ini, bayi akan berubah dari pengelompokkan sel kecil menjadi janin yang mulai memiliki fitur bayi. 

Pada awal kehamilan, biasanya bumil akan mengalami gejala umum, seperti morning sickness, peningkatan buang air kecil, payudara bengkak, hingga mudah lelah. Nah, beberapa perkembangan bayi pada trimester pertama dibagi menjadi beberapa bulan, yakni:

Bulan 1 atau minggu pertama hingga keempat

Saat telur yang dibuahi tumbuh, kantung yang kedap air akan terbentuk di sekitarnya atau disebut dengan kantung ketuban. Kantung ini memiliki peran yang sangat penting karena bertujuan untuk membantu melindungi embrio yang sedang tumbuh.

Selama waktu ini plasenta yang merupakan sumber makanan untuk bayi selama kehamilan juga akan berkembang. Plasenta adalah organ bulat datar yang bertugas menyalurkan nutrisi dari ibu ke bayi dan mentransfer limbah dari bayi.

Dalam beberapa minggu pertama, wajah akan mulai terbentuk yang diawali dengan lingkaran hitam besar untuk mata, mulut, rahang bawah dan tenggorokan.

Tak hanya itu, sel-sel darah juga mulai terbentuk dan sirkulasi akan dimulai. Pada akhir bulan pertama, panjang bayi hanya sekitar ¼ inci atau lebih kecil dari sebutir beras.

Bulan 2 atau minggu kelima hingga kedelapan

Fitur wajah bayi terus berkembang, seperti muncul lipatan kulit di sisi kepala dan tunas kecil yang akhirnya tumbuh tumbuh menjadi lengan dan kaki. Selain itu, beberapa bagian lain juga akan tumbuh, seperti tabung saraf, saluran pencernaan, organ sensorik, hingga tulang.

Pada bulan ini, kepala bayi akan menjadi proporsional dengan bagian tubuh dan sekitar 6 minggu detak jantung bisa dideteksi. Setelah minggu kedelapan, bayi bisa disebut sebagai janin seutuhnya. Pada akhir bulan kedua, panjang bayi biasanya sekitar 1 inci dengan berat 1/30 ons.

Bulan 3 atau minggu kesembilan hingga kedua belas

Pada bulan ketiga, lengan, tangan, jari, dan kaki telah terbentuk sepenuhnya. Karena itu, bayi akan mulai mengeksplorasi sedikit dengan melakukan hal-hal seperti membuka dan menutup tinju serta menggerakkan mulut.

Kuku dan telinga luar juga akan terbentuk, organ reproduksi terus berkembang, namun jenis kelamin bayi masih sulit dibedakan meski sudah menggunakan USG. Pada akhir bulan ketiga, tubuh bayi sudah terbentuk dengan sempurna.

Semua organ dan anggota tumbuh akan berkembang dan menjadi fungsional. Tak hanya itu, sistem sirkulasi dan saluran kemih bayi juga berkembang dan hati sudah bisa menghasilkan empedu. Panjang bayi pada akhir bulan ketiga sekitar 4 inci dengan berat 1 ons.

Perkembangan janin pada trimester kedua

Bagian tengah kehamilan ini sering dianggap sebagai bagian terbaik dari pengalaman karena biasanya menyebabkan sensasi tidak nyaman, seperti mual-mual di pagi hari.

Selain itu, bayi akan mulai bergerak membalik dan berputar di dalam rahim dan bisa dirasakan dengan jelas. Pada trimester ini, jenis kelamin biasanya sudah terlihat lewat pemeriksaan USG.

Bulan 4 atau minggu ketiga belas hingga keenam belas

Pada bulan keempat, detak jantung bayi sudah bisa terdengar melalui alat bernama doppler. Jari tangan serta kaki terdefinisi dengan baik, kelopak mata, alis, bulu mata, kuku, dan rambut terbentuk, serta gigi dan tulang menjadi lebih padat.

Sistem saraf mulai berfungsi hingga organ reproduksi serta genital semakin berkembang, dan biasanya dokter akan melihat jenis kelamin bayi dengan menggunakan ultrasound. Pada akhir bulan keempat, panjang bayi sekitar 6 inci dengan berat kira-kira 4 ons.

Bulan 5 atau minggu ketujuh belas hingga kedua puluh

Jika sudah masuk ke tahap ini, biasanya pergerakan bayi akan mulai terasa dengan jelas. Gerakan pertama ini disebut dengan quickening dan terasa seperti bergetar.

Rambut mulai tumbuh di kepala bayi serta bahu, punggung, dan pelipis akan ditutupi oleh rambut halus yang disebut dengan lanugo.

Kulit bayi juga ditutupi dengan lapisan putih yang disebut dengan vernix caseosa dimana berfungsi untuk melindungi bayi dari paparan cairan ketuban. Pada akhir bulan kelima, panjang bayi berkisar 10 inchi dengan berat sekitar ½ hingga 1 pon.

Bulan 6 atau minggu kedua puluh satu hingga kedua puluh empat

Pada bulan keenam, kulit bayi akan berwarna kemerahan, berkerut, dan pembuluh darah terlihat jelas. Bayi juga sudah bisa mulai membuka mata, merespons suara dengan gerakan, dan membuat gerakan menyentak jika cegukan.

Jika lahir secara prematur, bayi dapat bertahan hidup setelah minggu ke-23 dengan perawatan hidup. Biasanya, panjang bayi pada akhir bulan keenam sekitar 12 inci dan berat kira-kira 2 kilogram.

Bulan 7 atau minggu kedua puluh lima hingga kedua puluh delapan

Bayi akan terus menjadi dewasa dan mengembangkan cadangan lemak pada tubuh. Pada titik ini, pendengaran bayi juga telah berkembang sepenuhnya. Bayi sering berubah posisi dan akan merespons rangsangan, termasuk suara, rasa sakit, dan cahaya.

Cairan ketuban akan semakin berkurang dan jika bayi lahir secara prematur, maka kemungkinan akan bertahan hidup setelah bulan ketujuh. Pada akhir bulan ketujuh, bayi memiliki panjang sekitar 14 inci dengan berat antara 2 hingga 4 pon.

Perkembangan janin pada trimester ketiga

Bagian ini menjadi tahapan terakhir dan sepanjang trimester ini bayi akan bertambah berat dengan cepat serta lemak. Selain itu, pastikan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan selama trimester ketiga terutama tentang rencana kelahiran.

Nah, untuk trimester ini berikut beberapa perkembangan bayi yang perlu diketahui.

Bulan 8 atau minggu kedua puluh sembilan hingga ketiga puluh dua

Pada bulan kedelapan, bayi akan terus menjadi dewasa dan mengembangkan cadangan lemak pada tubuh. Otak bayi juga telah berkembang pesat serta dapat melihat dan mendengar dengan baik.

Sebagian besar sistem internal dikembangkan dengan baik, namun par-paru mungkin masih belum matang sepenuhnya. Panjang bayi pada bulan kedelapan biasanya mencapai 18 inci dengan berat sekitar 5 pon.

Bulan 9 atau minggu ketiga puluh tiga hingga keempat puluh

Selama tahap ini, bayi akan terus tumbuh dan paru-paru sepenuhnya berkembang dengan baik. Refleks bayi telah terkoordinasi dengan baik sehingga ia dapat mengedipkan mata, menutup mata, memutar kepala, menggenggam dengan kuat, merespons suara, cahaya, serta sentuhan.

Panjang bayi biasanya sekitar 17 hingga 19 inci dengan berat mulai dari 5 ½ pon hingga 6 ½ pon. 

Di bulan terakhir ini, bumil bisa melahirkan kapan saja dan mungkin perlu memerhatikan bahwa bayi kurang bergerak karena ruang yang sempit. Pada titik ini, posisi bayi telah banyak berubah untuk mempersiapkan kelahiran.

Idealnya, bayi berada di dalam rahim dan biasanya akan menyebabkan ketidaknyamanan karena bayi turun ke panggul dan bersiap untuk lahir. Nah, pada tahap ini panjang bayi sudah mencapai 18 hingga 20 inci dengan berat sekitar 7 kilogram.

Baca juga: Ketahui Lebih Awal, Ini Penyebab Keputihan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Proses persalinan dan melahirkan perlu dipersiapkan

Dokter biasanya akan memperkirakan tanggal jatuh tempo dalam kehamilan berdasarkan siklus menstruasi terakhir. Namun, perlu dipahami jika hanya 5 persen bayi yang lahir sesuai dengan prediksi dokter.

Jika bayi tidak lahir pada tanggal yang diperkirakan dokter, tidak perlu khawatir karena hal ini adalah hal yang normal. Mempersiapkan proses persalinan dan melahirkan sangatlah penting, sehingga jika bayi lahir lebih awal bumil sudah tidak panik.

Diskusi dengan dokter secara rutin sejak awal kehamilan tentang bagaimana proses melahirkan yang aman. Jika bayi dan ibu sehat, maka bisa menjalani prosedur persalinan secara normal.

Namun, apabila memiliki risiko yang mungkin membahayakan ibu dan bayi maka bisa memilih proses persalinan secara caesar.

Setelah persalinan, biasanya Moms disarankan untuk dirawat selama beberapa hari di rumah sakit untuk memulihkan kesehatan tubuh. Selama dirawat, Moms bisa menanyakan pada tenaga medis ahli mengenai bagaimana memosisikan diri pada saat menyusui agar bayi nyaman. 

Asupan makanan juga perlu diperhatikan karena makanan bayi masih sepenuhnya berasal dari air susu ibu atau ASI. ASI yang berkualitas akan mendukung kesehatan dan perkembangan bayi lebih lanjut.

Apabila memiliki masalah saat menyusui, bisa segera dibicarakan dengan dokter ahli untuk mendapatkan solusi paling tepat. Jangan takut untuk mengonsultasikan berbagai keluhan yang berkaitan dengan bayi agar tidak menyebabkan permasalahan lebih serius.

Masa kehamilan merupakan tahap yang dinanti setiap wanita sehingga perlu pengawasan dokter. Bicarakan bersama dokter ahli di Good Doctor dan jangan lupa untuk download aplikasi Good Doctor di sini.

Reference
  1. Healthline (2016), diakses 11 juni 2020. Prenatal Development
  2. Cleveland Clinic (2020), diakses 11 Juni 2020. Fetal Development: Stages of Growth
    register-docotr