Kehamilan

Jangan Bingung! Ini Perbedaan Bidan dan Doula yang Perlu Moms Tahu

November 10, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Persalinan adalah salah satu momen mendebarkan dalam hidup wanita. Selain dokter, tak sedikit ibu hamil yang memilih bidan untuk penanganan persalinan. Untuk pengalaman melahirkan yang berbeda, ada juga yang menggunakan jasa doula.

Apa itu doula dan apa bedanya dengan bidan? Yuk, cari tahu masing-masing peran dan tanggung jawabnya dengan ulasan berikut ini.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Tanda-tanda Jika Melahirkan Sudah Makin Dekat

Perbedaan utama bidan dan doula

Bidan dan doula adalah orang yang sama-sama berprofesi dalam membantu persalinan ibu hamil. Bedanya, bidan adalah orang yang secara medis membantu proses persalinan, sedangkan doula lebih sebagai pendamping.

Di Indonesia, istilah doula belum cukup populer di telinga sebagian masyarakat. Sebab, biasanya bidan dianggap sudah lebih dari cukup untuk menangani proses persalinan.

Nyatanya, di banyak negara keberadaan doula sangat diperlukan untuk memberi dukungan psikologis bagi ibu yang akan melahirkan.

Tugas dan peran bidan

Mengutip dari Healthline, bidan adalah seorang profesional medis yang terlatih dan memainkan peran kunci selama proses persalinan. Seorang bidan telah mendapat lisensi atau sertifikat keahlian dari sekolah atau jenjang pendidikan khusus.

Bidan tak memiliki sekat gender, bisa pria atau wanita. Hanya saja, di Indonesia, sebagian besar bidan adalah wanita.

Bidan bisa bekerja di rumah sakit, klinik, pusat persalinan, atau bahkan membuka praktik sendiri. Bicara soal tugas dan peran, bidan memiliki banyak tanggung jawab, baik itu sebelum, selama, dan setelah melahirkan, yaitu:

  • Memberikan perawatan prenatal atau sebelum persalinan
  • Memberikan saran medis pada ibu hamil
  • Meresepkan obat pereda nyeri
  • Memantau janin menggunakan alat elektronik. Di Indonesia, tidak semua tempat praktik bidan dilengkapi dengan layanan ini
  • Memeriksa kondisi fisik ibu selama masa kehamilan, biasanya dimulai sejak trimester kedua
  • Memantau kondisi janin ketika hendak memasuki proses persalinan
  • Menangani secara langsung proses persalinan vaginal
  • Melakukan perawatan setelah persalinan (postpartum)
  • Mengidentifikasi kemungkinan terjadinya komplikasi dari persalinan

Hal yang perlu diingat adalah bahwa bidan hanya mampu menangani persalinan vaginal, bukan operasi caesar. Jika bidan mendeteksi adanya kondisi tertentu pada pemeriksaan menjelang persalinan, misalnya bayi sungsang, Moms mungkin akan dirujuk ke rumah sakit.

Tugas dan peran doula

Istilah doula berasal dari bahasa Yunani. Profesi ini didefinisikan sebagai orang yang memberikan dukungan emosional dan fisik untuk ibu hamil, baik pada saat dan setelah melahirkan.

Dilansir Firstcry Parenting, berbeda dengan bidan, doula bukanlah seorang perawat seperti yang bekerja di rumah sakit, sehingga tidak bisa memberikan saran atau bahkan tindakan medis. Seorang doula tidak bisa membuat keputusan apapun tentang proses persalinan.

Dari tugas dan perannya, doula dibedakan menjadi dua, yaitu doula persalinan dan postpartum.

1. Doula persalinan

Seperti namanya, doula persalinan memiliki tugas utama mendampingi ibu selama proses melahirkan. Doula memberi pelayanan non-medis, seperti memijat dan membantu Moms berpindah ke posisi berbeda.

Seorang doula juga dapat memberikan dukungan emosional agar Moms tetap semangat selama proses persalinan.

Sebuah studi pada 2017 menemukan fakta bahwa wanita yang menggunakan jasa doula saat persalinan mempunyai kepuasan dan kemudahan lebih tinggi ketika melahirkan bayi.

Namun, penting untuk selalu diingat bahwa doula bukanlah pengganti dokter atau bidan, karena tidak punya keahlian medis mendalam tentang persalinan.

2. Doula postpartum

Secara umum, doula postpartum tak ada bedanya dengan doula persalinan. Doula postpartum memiliki tugas dan peran membantu Moms setelah melahirkan, seperti membimbing dalam proses menyusui dan merawat bayi.

Tak hanya itu, mengutip dari Healthline, doula juga bisa membantu Moms meski sudah pulang dari rumah sakit atau klinik bersalin.

Efektifkah menggunakan jasa keduanya?

Kedua profesi tersebut menawarkan banyak manfaat bagi calon ibu. Bidan bekerja membantu proses melahirkan, sedangkan doula untuk urusan non-medis lainnya yang masih berhubungan dengan persalinan.

Jika Moms melahirkan di rumah, sudah tentu keberadaan doula akan sangat membantu. Tapi jika melahirkan di rumah sakit, biasanya sudah ada perawat yang memiliki peran seperti doula.

Nah, itulah perbedaan tentang bidan dan doula yang perlu Moms tahu. Menggunakan doula atau tidak, diskusikan lebih dulu dengan pasangan sebelum mengambil keputusan, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kehamilanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 9 November 2020, Doula vs. Midwife: What’s the Difference?
  2. Firstcry Parenting, diakses 9 November 2020, Doula Vs Midwife – What’s the Difference and Whom Should You Hire.
  3. Cochrane, diakses 9 November 2020, Continuous support for women during childbirth.

    register-docotr