Kanker Lain

Penglihatan Terganggu Setelah Melahirkan? Ini 5 Faktor Penyebabnya

January 1, 2021 | Nik Nik Fadlah
feature image

Penyebab buta setelah melahirkan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Ketika ini terjadi, tentu saja bisa membuat Moms khawatir. Agar Moms lebih memahami apa saja faktor yang berkontribusi terhadap hal ini, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Hati-Hati! Stres Terus-menerus Bisa Memicu Kebutaan, Bagaimana Faktanya?

Penyebab buta setelah melahirkan

Moms, kehadiran si Kecil dalam kehidupan tentu saja menjadi hal yang paling dinantikan. Akan tetapi, sebagian Moms merasakan penurunan fungsi penglihatan setelah melahirkan.

Perlu Moms tahu bahwa, tubuh wanita mengalami banyak perubahan selama atau setelah kehamilan, hormon bertanggung jawab akan hal ini.

Melansir dari laman Firstcry.com, penyebab buta setelah melahirkan atau lebih tepatnya perubahan fungsi penglihatan dapat disebabkan oleh perubahan kadar hormon serta cairan di dalam tubuh.

Menurut sebuah penelitian, perubahan pada fungsi penglihatan dapat terjadi sejak trimester kedua. Bahkan, perubahan ini bisa terus berlanjut hingga selesai melahirkan.

Pada umumnya, kondisi ini bersifat sementara. Namun, beberapa masalah yang terkait dengan kehamilan mungkin saja memerlukan perhatian medis. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab buta setelah melahirkan yang perlu Moms ketahui.

1. Penglihatan kabur

Mengutip dari Healthline, penumpukan cairan yang terjadi selama kehamilan juga dapat terjadi di mata. Retensi air dapat meningkatkan tekanan pada bola mata, serta membuat kornea lebih tebal, yang mana dapat menyebabkan penglihatan kabur.

Perubahan pada fungsi penglihatan ini biasanya akan hilang setelah melahirkan atau ketika Moms berhenti menyusui.

2. Preeklampsia postpartum

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Umumnya, kondisi ini terjadi pada akhir kehamilan, lebih tepatnya setelah usia kehamilan menginjak 20 minggu.

Di sisi lain, preeklampsia juga bisa terjadi setelah melahirkan, ini dikenal dengan kondisi preeklampsia postpartum.

Preeklampsia postpartum adalah suatu kondisi langka yang terjadi ketika Moms mengalami tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine setelah melahirkan. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini dapat terjadi dalam waktu 48 jam setelah melahirkan.

Terkadang, penyebab buta setelah melahirkan ini dapat berkembang hingga 6 minggu atau lebih setelah melahirkan (preeklampsia postpartum lanjut).

Gejala yang patut diperhatikan

Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala yang berlangsung parah, hingga perubahan pada fungsi penglihatan, seperti kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur, atau sensitivitas terhadap cahaya.

Kondisi ini memerlukan perawatan. Sebab, jika tidak diobati bisa menimbulkan komplikasi serius.

Baca juga: Waspadai Preeklampsia, Gangguan Kehamilan yang Jarang Disadari

3. Diabetes gestasional

Moms, persentase kadar gula darah dapat berfluktuasi selama atau bahkan setelah masa kehamilan. Perubahan kadar gula darah tersebut bisa memengaruhi pembuluh darah kecil yang menempel pada retina mata.

Bentuk diabetes sementara yang terkadang memengaruhi ibu hamil ini, dapat berpengaruh pada fungsi penglihatan, yang mana bisa menyebabkan penglihatan kabur.

4. Adenoma pituitari

Pada kasus yang jarang terjadi, penyebab buta setelah melahirkan juga bisa terjadi akibat adenoma pituitari.

Adenoma pituitari adalah pertumbuhan atau tumor pada kelenjar hipofisis (pituitari). Sebagian besar adenoma pituitari tumbuh lambat dan jinak, yang dapat berarti bukan merupakan kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Akan tetapi, jika tumor bertumbuh besar, tumor dapat memberikan tekanan pada struktur di sekitarnya, misalnya saja saraf yang menghubungkan mata ke otak.

Ketika hal tersebut terjadi bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti sakit kepala, masalah pada penglihatan (penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan), mual atau bahkan muntah.

5. Mata kering

Perubahan hormonal juga bisa memengaruhi produksi air mata. Jika mata menghasilkan lebih sedikit air mata, ini dapat menyebabkan mata kering, yang mana dapat menyebabkan penurunan pada fungsi penglihatan.

Mata keirng sendiri bisa terjadi selama kehamilan atau bahkan dapat belanjut setelah Moms melahirkan.

Penyebab buta setelah melahirkan beragam, bagaimana cara menanganinya?

Pengobatan pada penurunan fungsi penglihatan bergantung dari faktor penyebabnya. Pada kasus penglihatan kabur, meskipun bersifat sementara, akan tetapi jika kondisi ini berlangsung lebih lama, sebaiknya segeralah bicarakan dengan dokter.

Sedangkan jika penurunan fungsi penglihatan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, pengobatan juga bergantung dari kondisi medis yang mendasarinya.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab buta setelah melahirkan. Penurunan pada fungsi penglihatan terntu saja dapat membuat Moms tidak nyaman atau bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika penurunan fungsi penglihatan berlangsung lama, sebaiknya segeralah hubungi dokter ya Moms untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang tepat.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Cleveland Clinic (2017). Diakses pada 17 Desember 2020. Pituitary Adenomas 

Firstcry.com (2019). Diakses pada 17 Desember 2020. Change in Vision After Pregnancy – Causes, Symptoms and Treatment 

Healthline (2020). Diakses pada 17 Desember 2020.  Blurry Vision During Pregnancy: Is It Normal? 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 17 Desember 2020. Postpartum preeclampsia

Mom Junction (2019). Diakses pada 17 Desember 2020. 5 Most Common Reasons For Vision Changes After Pregnancy 

Webmd (2020). Diakses pada 17 Desember 2020. Pregnancy and Vision 

Webmd (2020). Diakses pada 17 Desember 2020. Can preeclampsia make my vision blurry? 

Very Well Health (2020). Diakses pada 17 Desember 2020. Dry Eyes During Your Pregnancy

Mehdizadehkashi, Khashayar, Shahla Chaichian (2014). Visual Acuity Changes during Pregnancy and Postpartum: A Cross-Sectional Study in Iran. NCBI (diakses pada 17 Desember 2020)

 

    register-docotr