Kehamilan

5 Mitos tentang Keguguran Ini Harus Dibantah, Bikin Bumil Resah

April 16, 2020 | Santi Andriani | dr. Yelsi Khairani
feature image

Ingin konsultasi dengan dokter tentang kehamilan? Silakan chat langsung dengan dokter kami di fitur Kesehatan di aplikasi Grab. Atau langsung klik di sini untuk chat dengan dokter.

Keguguran bisa dibilang menjadi salah satu momok bagi para ibu hamil. Wajar saja banyak mitos tentang keguguran yang beredar di lingkungan kita yang tentunya tidak valid secara medis

Kehadiran buah hati menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya oleh pasangan yang sudah menikah, tetapi juga keluarga kedua belah pihak. Oleh karena itu ketika kehamilan terjadi, baik sang calon ibu maupun keluarganya pasti akan sangat menjaga sang jabang bayi dengan hati-hati. 

Harapannya, sang jabang bayi dapat terus tumbuh dan berkembang sampai nanti saatnya lahir ke dunia. 

Baca Juga: Rambut Bayi Tidak Kunjung Lebat, Terapkan Perawatan dengan 7 Bahan Alami Ini Mom’s

Mitos tentang keguguran yang harus dibantah

Apa saja mitos tersebut, mari kita simak ulasannya.

Kebanyakan kasus keguguran terjadi karena ibu yang terlalu lelah

Kok bisa keguguran? Pasti karena kecapekan ya?” Kita pasti sering mendengar perkataan tersebut. Di masyarakat, kebanyakan kasus keguguran akan dikaitkan dengan kondisi ibu yang terlalu lelah. 

Faktanya penyebab utama kasus abortus spontan pada kehamilan di trimester pertama adalah abnormalitas kromosom pada embrio atau janin. Ibu hamil sejatinya memang tidak boleh lelah, tetapi lebih tepatnya karena lelah dapat menyebabkan kontraksi.

Makan buah nanas selama hamil muda dapat memicu keguguran

Nanas dianggap bisa memicu keguguran pada ibu hamil. Sumber Foto:https://www.healthline.com/

Mungkin ada beberapa ibu hamil yang ngidam buah nanas, tetapi tidak berani memakannya karena takut akan ancaman keguguran. Nanas memang memiliki enzim yang bernama bromelain yang dapat memicu kontraksi. 

Namun, kandungannya sangat kecil untuk dapat memicu keguguran. Mengonsumsi buah nanas dalam jumlah yang tidak berlebihan tentunya aman buat ibu yang sedang hamil.

Berhubungan seksual saat hamil muda akan menyebabkan keguguran

Sebetulnya, bukan hubungan seksualnya yang dapat menyebabkan keguguran, tetapi sperma yang dikeluarkan ke dalam rahim yang dapat memicu terjadinya kontraksi. Itupun tidak akan serta merta langsung membuat terjadinya keguguran. 

Oleh karena itu, hubungan seksual yang dilakukan selama masa kehamilan, terutama di trimester awal sebaiknya sperma dikeluarkan di luar atau berhubungan seksual dengan memakai kondom.

Baca Juga: Bagaimana Menangani Ambeien yang Tidak Tertahankan saat di Rumah? Gunakan Bahan Alami Ini

Pendarahan vagina pada trimester awal kehamilan sudah pasti keguguran

keguguran jadi momok menakutkan bagi ibu hamil. Sumber Foto: https://www.independent.co.uk/

Faktanya ada yang disebut dengan abortus yang mengancam/imminens (terancam keguguran). Mungkin kita sering mendengar istilah “ngeflek” saat hamil, hal tersebut biasanya ditujukan pada kasus abortus imminens ini. 

Namun, pada banyak kasus, kehamilan masih dapat dipertahankan dengan tirah baring dan obat-obatan suportif, serta tindakan tertentu untuk kasus-kasus khusus.

Makan durian dapat menyebabkan keguguran

Durian bisa membuat keguguran hanya mitos. Sumber foto: https://www.abc.net.au/

Hampir sama dengan nanas, durian bagi beberapa orang dianggap dapat memicu keguguran. Durian memang tidak begitu dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil. Namun, sebetulnya bukan karena keguguran, tetapi karena kandungan gula dan kalorinya yang sangat tinggi. 

Durian sendiri sebetulnya memiliki kandungan asam folat yang baik untuk masa kehamilan. Ibu hamil boleh saja memakan durian tentunya dengan jumlah dan frekuensi yang sangat dibatasi.

Nah, para bumil setelah mengetahui fakta di atas, kini tidak lagi ada alasan untuk mempercayai mitos tentang keguguran yang kerap terdengar. Fokus saja pada kesehatan moms dan calon jabang bayi di perut ya.

Ingin konsultasi dengan dokter tentang kehamilan? Silakan chat langsung dengan dokter kami di fitur Kesehatan di aplikasi Grab. Atau langsung klik di sini untuk chat dengan dokter.

Reference

Gaufberg, Slava V. https://emedicine.medscape.com//article/795085/. 5 November 2018. 28 August 2019.

    register-docotr