Kehamilan

Jangan Khawatir Moms! Ini dia Penyebab Keputihan saat Hamil dan Cara Mengatasinya

November 14, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Wanita pada umumnya pasti pernah mengalami keputihan. Namun tahukah jika kamu bisa mengalami keputihan saat hamil? Bahkan, tidak jarang ada yang menganggap keputihan sebagai tanda hamil.

Apakah keputihan tanda hamil? Serta apa kaitannya keputihan dengan kehamilan? Penting untuk calon ibu memahami keputihan saat hamil. Untuk itu, berikut ulasan selengkapnya seputar keputihan selama kehamilan. 

Baca Juga: Moms Sebelum Dipilih, Yuk Ketahui Dulu Plus Minus dari Minum Pil KB

Apa sih penyebab keputihan saat hamil?

Dilansir dari americanpregnancy.org, salah satu perubahan yang sangat signifikan pada kehamilan adalah keputihan. Hal tersebut terjadi disebabkan karena adanya perubahan hormon. 

Keputihan saat hamil akan terjadi sepanjang kehamilan. Dari keputihan saat hamil muda hingga akhir trimester kehamilan. Biasanya menjadi lebih intens, dan hal ini akan menjadi berlebihan di akhir trimester kehamilan.

Keputihan saat hamil muda

Apakah keputihan tanda hamil? Yap, beberapa calon ibu mengalaminya. Dilansir dari Healthline, kebanyakan wanita mengalami keputihan sebagai tanda hamil.

Keputihan saat hamil muda dianggap berbeda dengan keputihan pada umumnya. Perbedaannya karena keputihan sebagai tanda hamil berbentuk lendir yang lebih kental atau lengket. Selain itu warna keputihan saat hamil bisa bening ataupun putih, dan beberapa kuning pucat.

Itu terjadi karena adanya peningkatan hormon dan bertambahnya aliran darah vagina. Selain itu, semakin bertambahnya usia kehamilan, keputihan biasanya terus terjadi. Itu karena keputihan dapat berperan mencegah infeksi di saat serviks dan dinding vagina melunak karena kehamilan. 

Keputihan hingga mendekati waktu melahirkan

Keputihan akan terjadi selama kehamilan. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, jangan khawatir jika kamu menemukan cairan yang memiliki garis-garis lendir kental dengan sedikit darah. Hal tersebut merupakan awal dari tanda persalinan lho Moms!

Semakin mendekati waktu melahirkan, biasanya keputihan juga akan semakin banyak. Perubahan pada leher rahim selama kehamilan juga memengaruhi keputihan. Tekanan pada leher rahim yang disebabkan oleh kepala janin pada akhir kehamilan, akan menyebabkan keputihan berlebih.

Ciri-ciri keputihan karena hamil

Untuk mengetahui apakah keputihan tanda hamil atau bukan, berikut ciri-ciri keputihan karena hamil yang perlu diketahui:

  • Keputihan normal atau disebut leukore bertekstur tipis, pada kehamilan lebih kental atau lengket
  • Biasanya lebih kental
  • Keputihan sebagai tanda hamil biasanya terjadi dimulai satu hingga 2 minggu setelah pembuahan
  • Jika keputihan biasanya terjadi mendekati menstruasi, keputihan sebagai tanda hamil berlangsung dari awal kehamilan hingga akhir kehamilan
  • Warna keputihan saat hamil terlihat bening atau putih susu
  • Biasanya juga memiliki bau yang ringan

Jika kamu mengalami keputihan dengan ciri-ciri lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan. Keputihan abnormal meliputi:

  • Warna yang mencolok: warna keputihan saat hamil terlihat hijau, kuning, merah atau coklat tua. Warna-warna tersebut bukanlah ciri-ciri keputihan karena hamil, melainkan adanya infeksi dan masalah lainnya yang perlu mendapatkan perawatan medis
  • Keputihan berbau: keputihan yang normal saat hamil umumnya hanya berbau ringan, jika menyengat bisa karena adanya infeksi bakteri yang disebut vaginosis bakterialis.
  • Bertekstur: Sementara jika keputihan bertesktur disertai warna merah darah dan rasa sakit bisa menjadi gejala terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik.
  • Keputihan gatal saat hamil atau sakit: kemungkinan karena adanya infeksi. Biasanya disertai gejala lainnya seperti bau menyengat, rasa sakit saat buang air kecil.
  • Mengalami perdarahan saat atau setelah berhubungan seks: keputihan disertai perdarahan bisa terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan, tapi bisa menjadi sesuatu yang serius juga seperti infeksi atau berpotensi kelahiran prematur.
  • Gejala abnormal lainnya: seperti keputihan yang berlebihan atau nyeri di bagian perut dan nyeri panggul. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lengkap.

Bagaimana cara mengatasi keputihan saat hamil?

Pada masa kehamilan, meningkatnya pengeluaran lendir hanyalah salah satu dari perubahan sementara yang normal. Kamu tidak perlu merasa khawatir akan hal itu. Tetapi jika kamu merasa sangat terganggu, pakailah panty liner tanpa pewangi atau sering mengganti pakaian dalam.

Hal boleh dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil

Berikut cara yang harus kamu lakukan untuk mengatasi masalah keputihan:

  • Jaga area genital luar atau vulva kamu agar tetap bersih dan kering dapat menjadi cara mengatasi keputihan saat hamil
  • Kenakan bantalan tipis atau panty liner untuk menyerap kotoran yang basah dan bisa membuat kamu merasa tidak nyaman. Pastikan tidak memakai jenis panty liner yang mengandung pewangi
  • Kenakan pakaian longgar dan celana katun
  • Ganti pakaian dalam kamu setidaknya 2-3 kali sehari adalah pilihan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil
  • Gunakan deterjen non-biologis untuk mencuci pakaian dalam. Tambahkan siklus bilas ekstra di akhir pencucian, jika deterjen bisa membuat kulit iritasi
  • Gunakan sabun dan air tanpa pewangi saat mencuci area vagina
  • Cuci tangan kamu dengan benar sebelum dan sesudah menyentuh vagina
  • Pastikan vagina dilumasi dengan baik sebelum melakukan hubungan seksual
  • Gunakan pengaman (alat kontrasepsi) saat berhubungan seks, terutama jika pasangan mempunyai risiko menularkan infeksi seksual. Jaga kebersihan saat melakukan hubungan badan
  • Bersihkan vagina dari depan ke belakang (arah anus), terutama setelah melakukan hubungan seks
  • Keputihan gatal saat hamil bisa menjadi tanda adanya infeksi. Kamu perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengatasi keputihan gatal saat hamil tersebut

Hal tidak boleh dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil

Agar terhindar dari infeksi, inilah hal-hal yang tidak boleh dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil:

  • Jangan gunakan tampon selama kehamilan untuk menyerap cairan yang keluar. Hal tersebut tidak dianjurkan untuk ibu hamil
  • Jangan terus-terusan menggunakan pakaian dalam yang sudah lembap, karena akan membuat vagina menjadi tempat berkembang biaknya bakteri
  • Hindari douching (membilas vagina dari dalam) selama kehamilan untuk menyingkirkan keputihan. Douching selama kehamilan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan menyebabkan infeksi vagina
  • Jangan gunakan produk sabun khusus vagina yang beraroma, karena akan mengganggu keseimbangan PH dari vagina. Gunakan pembersih tanpa aroma dan lembut untuk area sekitar vagina
  • Jangan menggunakan tisu beraroma, dan deodoran vagina
  • Jangan gunakan sabun mandi yang beraroma kuat, dan cairan antiseptik lainnya
  • Jika kamu merokok, cobalah untuk berhenti. Merokok dapat membuat kamu lebih rentan terkena infeksi bakteri. Ini juga bisa berbahaya bagi bayi yang belum lahir

Baca Juga: Kenali Bedanya Flek Tanda Hamil dengan Flek Haid, Yuk Simak Ulasannya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Babycentre.co.uk (2017). Diakses 16 Juni 2020. Vaginal Discharge in Pregnancy
  2. Americanpregnancy.org. Diakses 16 Juni 2020. Vaginal Discharge During Pregnancy
  3. Nhs.uk (2018). Diakses 16 Juni 2020. Vaginal Discharge
  4. Healthline.com (2019). Diakses 16 Juni 2020.Vaginal Discharge During Pregnancy: What’s Normal?
  5. Parenting.firstcry.com (2019). Diakses 17 Juni 2020. Vaginal Discharge During Pregnancy
    register-docotr