Kehamilan

Cara Mengatasi Diare yang Aman bagi Ibu Hamil dan Janinnya

August 1, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Moms pernah mengalami diare saat hamil? Diare pada ibu hamil ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari apa yang Moms konsumsi sampai karena perubahan hormon. Nah untuk mengatasi diare pada ibu hamil Moms tidak boleh asal minum obat lho.

Untuk mengetahui penyebab dan semua hal tentang diare pada ibu hamil, mari simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Manfaat Yoga untuk Ibu Hamil: Meredakan Nyeri Hingga Mengusir Insomnia

Penyebab diare pada ibu hamil

Jika terjadi pada kehamilan, diare dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan membahayakan sang ibu serta janin. Apabila diare terjadi dalam waktu lama dan gejalanya parah, ada baiknya ibu hamil mendapatkan bantuan dari tenaga medis.

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan diare pada ibu hamil:

1. Perubahan hormon

Saat hamil, tubuh Moms akan melepas lebih banyak hormon prostaglandin. Hormon ini merangsang kontraksi di dalam rahim dan meningkatkan tekanan di sepanjang saluran pencernaan.

Jika makanan melalui saluran pencernaan terlalu cepat maka bisa berakhir dengan diare. Hormon ini juga yang menyebabkan diare pada siklus menstruasi.

2. Infeksi usus

Infeksi usus adalah penyebab umum diare. Selain tinja yang encer dan berair, penderita diare karena infeksi virus juga dapat mengalami gejala-gejala lain.

Seperti tinja berdarah, mual dan muntah, demam, dan pusing. Berikut beberapa organisme yang menyebabkan diare:

  • Bakteri, seperti Escherichia coli atau di Campylobacter, Salmonella, atau Shigella genera
  • Virus, termasuk norovirus dan rotavirus
  • Parasit, seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium enteritis

Moms dapat terinfeksi organisme tersebut saat mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

3. Perubahan diet atau pola makan

Banyak wanita melakukan perubahan diet dramatis ketika mereka tahu mereka hamil. Pergeseran tiba-tiba dalam asupan makanan ini dapat mengganggu perut dan berpotensi menyebabkan diare.

4. Konsumsi suplemen tertentu

Selain makanan, suplemen yang Moms konsumsi juga berpotensi menyebabkan diare. Konsumsi vitamin prenatal baik untuk kesehatan ibu dan juga kesehatan bayi yang sedang tumbuh. 

Namun jika Moms mengalami diare setelah mengonsumsi suplemen tertentu, sebaiknya ganti suplemen dengan merk yang lain. Konsultasi dengan dokter kandungan tentang suplemen apa saya yang boleh dan tidak Moms konsumsi.

5. Gangguan usus

Jika diare terjadi dalam waktu lama dan kronis, mungkin ini adalah gejala gangguan usus. Beberapa gangguan usus yang dapat menyebabkan diare di antaranya:

  • Penyakit radang usus, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa
  • Sindrom iritasi usus
  • Penyakit celiac
  • Pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil

Baca Juga : Kamu Kerap Alami Diare? Waspada Bisa Jadi Ciri-Ciri Sindrom Iritasi Usus Besar

Berbagai cara mengatasi diare pada ibu hamil

Untuk mengatasi diare pada ibu hamil, Moms harus lebih berhati-hati karena ada bayi di dalam kandungan.

Jangan asal minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Berikut beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi diare saat hamil:

1. Konsumsi cukup cairan bisa mengatasi diare pada ibu hamil

Diare dapat menyebabkan Moms kehilangan banyak cairan dan berujung dehidrasi. Dehidrasi bisa berbahaya bagi kesehatan.

Jadi pastikan Moms minum cukup air untuk mencegah dehidrasi. Penting juga untuk minum cairan yang mengandung elektrolit, seperti :

  • Kaldu dan sup bening
  • Minuman elektrolit
  • Jus buah
  • Soda bebas kafein

Untuk wanita hamil dengan dehidrasi parah, dokter mungkin menyarankan solusi rehidrasi oral.

Baca Juga : Atasi Diare dengan Oralit, Bagaimana Cara Membuatnya Sendiri di Rumah?

2. Hindari makanan penyebab diare

Mengatasi diare pada ibu hamil yakni dengan menghindari makanan-makanan yang biasanya jadi biang keladi diare itu sendiri. Seperti makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, buah kering, minuman berkafein, dan produk susu.

Banyak dokter juga merekomendasikan diet lunak untuk membantu mengembalikan elektrolit yang hilang akibat diare. Contoh makanannya:

  • Saus apel
  • Pisang
  • Kentang biasa
  • Nasi
  • Biskuit asin
  • Roti panggang.

Baca Juga : Mari Mengenal Makanan yang Baik untuk Diare

3. Terapkan diet BRAT untuk mengatasi diare pada ibu hamil

BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Apple/Applesauce, Toast, dan Tea. Saat mengalami diare, Moms disarankan untuk mengonsumsi 4 jenis makanan ini.

Makanan berserat tinggi cenderung menstimulasi usus dan mempercepat kontraksi usus sehingga Moms akan lebih cepat ingin BAB.

Makanan dalam diet BRAT ini mengandung serat rendah dan bisa membantu mengurangi jumlah feses yang diproduksi tubuh sehingga usus Moms bisa beristirahat.

4. Konsumsi probiotik

Cara mengatasi diare pada ibu hamil lainnya yakni dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik bisa Moms dapatkan dari suplemen, vitamin, atau makanan-makanan dengan kandungan probiotik tinggi. Konsumsi probiotik mampu mengembalikan keseimbangan usus yang sehat.

Melansir Mama Narutal, probiotik seperti Lactobacillus GG dan S. boulardii mampu memberikan manfaat positif bagi kesehatan pencernaan.

5. Obat arang aktif

Arang aktif atau activated charcoal memang dikenal mampu menyerap racun dalam tubuh. Obat arang aktif yang ada di pasaran salah satunya adalah Norit, nah jenis ini bisa membantu mengatasi diare pada ibu hamil.

Activated charcoal membantu membersihkan saluran pencernaan, dan menurut penelitian, memiliki efek samping yang sangat sedikit dibandingkan dengan obat antidiare lainnya.

Untuk mengobati diare saat hamil, minum 50 gram arang aktif tiga kali sehari selama delapan hari. Pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter ya.

6. Obat untuk mengatasi diare pada ibu hamil

Cara mengatasi diare pada ibu hamil selanjutnya adalah konsumsi obat-obatan. Namun sebelum mengonsumsinya, pastikan Moms sudah berkonsultasi dengan dokter.

Jangan minum obat antidiare yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tertentu dapat diperburuk oleh obat-obatan ini. Selain itu, mereka tidak aman untuk semua orang.

  • Obat jenis kaolin dan pektin (Kaopectate) paling sering direkomendasikan untuk ibu hamil
  • Ibu hamil harus menghindari obat antidiare yang mengandung bismuth subsalisilat (Pepto-Bismol) atau atropin/difenoksilat (Lomotil).

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi diare pada ibu hamil di atas namun diare tetap terjadi, lebih dari 3 hari maka sebaiknya Moms pergi ke dokter.

Hubungi dokter jika Moms mengalami gejala:

  • BAB lebih dari 3 kali sehari
  • Feses berdarah, mengandung lendir atau cairan.

Selain itu, diare juga menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi parah pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Berikut tanda yang Moms harus waspadai:

  • Urine kuning gelap
  • Mulut kering dan lengket
  • Haus
  • Penurunan frekuensi dan volume urine
  • Sakit kepala
  • Pusing.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline. Diakses pada 25 Juli 2020. Remedies for Diarrhea During Pregnancy

Medical News Today. Diakses pada 25 Juli 2020. What to know about diarrhea during pregnancy

What to Expect. Diakses pada 25 Juli 2020. Diarrhea During Pregnancy

Mama Natural. Diakses pada 29 Juli 2020. Diarrhea in Pregnancy: Fast, Safe & Effective Natural Remedies

    register-docotr