Kehamilan

Menelan Sperma Saat Hamil Bisa Picu Kontraksi, Mitos atau Fakta?

September 23, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa pasangan mungkin masih bertanya-tanya tentang aman atau tidaknya berhubungan seks saat hamil. Mungkin kamu juga akan bertanya-tanya apakah diperbolehkan melakukan oral seks dan menelan sperma pasangan untuk ibu hamil?

Hal yang normal jika kamu atau pasangan ingin melakukan hubungan seks dan biasanya keinginan itu muncul di trimester kedua. Tapi seperti apa seks yang aman atau apakah ada yang perlu diperhatikan? Nah, untuk menjawabnya, berikut penjelasan selengkapnya.

Berhubungan seks yang aman saat hamil

Melakukan hubungan seks saat hamil adalah hal yang diperbolehkan. Asalkan ibu hamil tidak mengalami komplikasi tertentu, seperti plasenta previa alias kondisi plasenta yang berada di bawah dan menutupi serviks. Umumnya kondisi tersebut terjadi di bulan-bulan akhir kehamilan.

Jika tidak mengalami komplikasi tertentu dan tidak ada pantangan dari dokter kandungan, maka pasangan bisa melakukan hubungan seks, dengan memerhatikan:

  • Pastikan ibu hamil nyaman dengan posisi seks. Jika tidak nyaman coba komunikasikan pada pasangan dan mencoba posisi lain.
  • Jika pasangan melakukan oral seks, jangan meniup ke dalam vagina. Tiupan tersebut dapat menyebabkan gelembung udara yang bisa membahayakan bagi ibu hamil dan janinnya.
  • Jika tidak yakin dengan kesehatan pasangan, sebaiknya gunakan kondom. Ini dapat melindungi ibu hamil dari risiko tertular infeksi menular seksual.
  • Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah, jangan berhubungan seksual jika ketuban sudah pecah. Berhubungan seksual dapat membawa masuk bakteri ke dalam saluran vagina dan jika ketuban sudah pecah maka bakteri akan lebih mudah menjangkau bayi dalam kandungan.

Menelan sperma saat hamil apakah dapat menyebabkan kontraksi?

Dilansir Baby Center, bahwa tidak ada pengaruh antara menelan sperma atau air mani dengan terjadinya kontraksi. Tidak juga menyebabkan masalah lain pada ibu hamil dan janinnya.

Lebih lanjut, menelan sperma atau oral seksual mungkin berbahaya jika pasangan kamu mengidap penyakit infeksi menular seksual atau yang juga kerap disebut penyakit menular seksual (PMS).

Contoh PMS yang berisiko seperti herpes dan juga HIV. Jika pasangan memiliki herpes, maka akan menulari ibu hamil dan juga berisiko menulari anak saat dilahirkan.

Sementara jika pasangan mengidap HIV maka dapat menularkan ibu dan juga bayinya. Selain itu penularan penyakit gonore, human papillomavirus (HPV), klamidia dan sifilis juga dapat terjadi saat melakukan seks oral. Karena itu, ibu hamil perlu memastikan kondisi kesehatan pasangan.

Adakah efek lain jika menelan sperma selama kehamilan?

Berhubungan seksual tetap bisa dilakukan saat hamil. Begitu juga dengan oral seks dan menelan sperma. Justru ibu hamil sebaiknya mengetahui bahwa menelan sperma justru dapat memberikan manfaat selama kehamilan.

  • Dilansir dari news-medical, wanita yang melakukan oral seks dan menelan sperma mungkin dapat mengurangi risiko preeklampsia pada ibu hamil. Menelan sperma ternyata berhubungan dengan menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Selain itu, menelan sperma juga dapat membantu kehamilan lebih aman dan berhasil bagi mereka yang tidak subur atau pernah mengalami keguguran karena masalah antibodi yang menghancurkan antigen air mani pasangannya.

Hubungan antara sperma dan kontraksi pada ibu hamil

Jika kamu pernah mendengar jika sperma bisa membantu kontraksi, itu tidak sepenuhnya salah. Faktanya, sperma memang bisa membantu ibu hamil di trimester ketiga mengalami kontraksi.

Namun, bukan dengan cara menelan sperma. Melainkan dengan melakukan hubungan seksual. Berikut penjelasan ilmiah di balik sperma yang dapat membantu kontraksi pada ibu hamil dilansir Healthline.

  • Sperma mengandung hormon prostaglandin. Jika sperma memasuki vagina, prostaglandin dapat membantu menyiapkan vagina dalam persalinan dan juga dapat menimbulkan kontraksi rahim.
  • Selain itu, orgasme pada wanita yang berhubungan seksual juga dapat membantu terjadinya kontraksi. Karenanya ogasme pada wanita dan sperma seringkali disebut sebagai induksi alami untuk ibu yang akan melahirkan.

Meski dapat menimbulkan kontraksi bukan berarti berhubungan seksual atau sperma akan langsung membuat ibu hamil di trimester ketiga melahirkan. Karena proses melahirkan tetap membutuhkan tahapan lain hingga bayi dikeluarkan dari rahim.

Demikian penjelasan mengenai efek dari menelan sperma bagi ibu hamil. Segera cek ke dokter kandungan jika memiliki keluhan lain setelah berhubungan intim saat hamil, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline diakses 22 September 2020 Can Having Sex Induce Labor?

Babycenter.com diakses 22 September 2020 Is it safe to swallow semen during pregnancy?

NewsMedical diakses 22 September 2020 Swallowing Semen

    register-docotr