Kehamilan

Sering Kesemutan Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Ibu dan Janin?

November 10, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Di awal kehamilan, Moms biasanya perlu membiasakan diri dengan rasa mual yang disebut dengan morning sickness. Sementara semakin bertambah usia kehamilan, Moms perlu menyiapkan berbagai perubahan fisik dan hal lain yang mungkin terjadi, salah satunya kesemutan saat hamil.

Bukan hal aneh jika ibu hamil seringkali mengalami kesemutan di bagian kaki, tangan, panggul dan paha. Moms tidak perlu panik jika mengalaminya. Nah, untuk lebih memahami kondisi tersebut, yuk simak penjelasan mengenai kesemutan saat hamil dan cara menanganinya.

Apa itu kesemutan?

Kesemutan dalam bahasa medis dikenal dengan istilah paresthesia. Sensasi kesemutan biasanya terjadi hanya sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Bagian tubuh yang paling sering mengalami kesemutan adalah kaki dan tangan. Tapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lainnya.

Umumnya kesemutan tidak membahayakan dan terjadi karena adanya saraf tertekan. Kehamilan adalah salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kesemutan. Perubahan bentuk tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan tekanan berlebih pada saraf dan menimbulkan kesemutan.

Kesemutan saat hamil dan penyebabnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kehamilan adalah salah satu faktor risiko yang membuat seseorang seringkali mengalami kesemutan. Hal ini terjadi karena perubahan tubuh dan hormon.

Semakin besar usia kehamilan, tubuh akan semakin banyak memproduksi hormon yang bernama relaxin, yang akan menyebabkan peregangan pada ligamen ibu hamil. Relaxin juga akan menyebabkan perubahan postur tubuh.

Perubahan ini mungkin mengakibatkan terjepitnya saraf pada ibu hamil. Ketika saraf terjepit maka timbul kesemutan yang umumnya terjadi di kaki, paha, punggung dan bokong.

Semakin besar dan beratnya perut ibu hamil, akan membuat otot dan saraf menjadi tegang. Ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya kesemutan saat hamil. Satu lagi yang bisa menjadi penyebab kesemutan saat hamil adalah bengkak pada anggota tubuh.

Ketika memasuki trimester dua dan tiga kehamilan, tangan dan kaki ibu hamil biasanya akan membengkak. Bengkak tersebut juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf yang menyebabkan kesemutan.

Cara mengatasi kesemutan saat hamil

Sebagian besar kesemutan saat hamil yang disertai mati rasa pada beberapa bagian tubuh adalah hal yang umum dan normal. Dalam kebanyakan kasus akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Namun untuk mengurangi kesemutan atau meredakannya, Mom bisa melakukan beberapa pilihan berikut:

  • Memakai pakaian longgar: Kehamilan seringkali menyebabkan saraf tertekan, jika menggunakan pakaian yang ketat akan menambah tekanan dan membuat kesemutan lebih mungkin terjadi.
  • Cari posisi tidur yang nyaman: ibu hamil bisa menggunakan bantal khusus kehamilan untuk membantu mendapatkan posisi tidur yang nyaman, agar tidak terjadi tekanan berlebih di satu sisi bagian tubuh.
  • Peregangan: melakukan gerakan peregangan, seperti peregangan pergelangan tangan dapat membantu meringankan kesemutan.
  • Mandi air hangat: mandi dengan air hangat dapat menenangkan tubuh dan meringankan ketegangan otot dan saraf yang terjadi akibat semakin membesarnya perut ibu hamil.

Jika kesemutan dirasakan sudah sangat mengganggu, Moms bisa melakukan konsultasi ke dokter dan biasanya akan diberikan resep obat yang ramah untuk ibu hamil.

Kondisi lain terkait kehamilan dan kesemutan

Kesemutan atau parestesia dapat menjadi kondisi kronis yang menyebabkan rasa sakit yang mengganggu. Biasanya ini terjadi karena adanya penyakit yang berkaitan dengan saraf, seperti kerusakan saraf kronis atau bisa juga karena peradangan saraf.

Namun, pada ibu hamil biasanya dikaitkan dengan kondisi carpal tunnel syndrome dan juga meralgia paresthesia. Kedua

Carpal tunnel syndrome pada ibu hamil

Dilansir dari Verywellfamily, sebanyak 31 hingga 62 wanita hamil mengalami carpal tunnel syndrome. Ini penyakit yang terjadi karena adanya peradangan atau tekanan pada saraf di pergelangan tangan. Ini membuat penderitanya mengalami saraf terhimpit.

Biasanya terjadi di beberapa bulan terakhir kehamilan. Beberapa orang akan merasakan gejala seperti:

  • Kesemutan di pergelangan tangan dan jari
  • Sulit menggenggam benda
  • Nyeri
  • Mati rasa di jari
  • Bengkak di tangan dan jari

Jika dokter mendiagnosis kondisi ini, Moms mungkin akan disarankan beberapa alternatif untuk meringankan kesemutan, seperti:

  • Kompres es jika terjadi pembengkakan
  • Peregangan tangan
  • Menggunakan alat khusus penahan pergelangan tangan, untuk mengurangi penekanan pada saraf
  • Serta diberikan obat nyeri

Selama dalam pengawasan dokter kondisi ini tidak berbahaya, namun jika dibiarkan dapat menimbulkan sakit yang menjalar dari tangan, ke lengan, leher hingga bahu.

Meralgia paresthetica

Kondisi ini disebut juga dengan sindrom Bernhardt-Roth, yang umumnya tidak serius. Kondisi ini terjadi karena adanya saraf yang tertekan dan memengaruhi kondisi pangkal paha.

Kehamilan dapat memberi tekanan pada pangkal paha dan menekan saraf yang disebut saraf kulit femoralis lateral. Hingga menimbulkan kesemutan saat hamil dan gejala lainnya seperti rasa terbakar di sekitar paha dan sakit di selangkangan.

Biasanya dengan peregangan, istirahat dan minum pereda nyeri kondisi ini akan membaik dan kondisi ini akan hilang setelah melahirkan. Tapi jika mengganggu kegiatan sehari-hari dokter mungkin akan memberikan perawatan lain, seperti terapi fisik.

Apakah kesemutan saat hamil dapat menjadi hal yang berbahaya?

Selain kondisi yang disebutkan, kesemutan saat hamil juga bisa menjadi penanda adanya masalah lain seperti:

  • Anemia: kurangnya zat besi selama kehamilan. Biasanya kesemutan akan terjadi dengan gejala lain seperti lemah otot dan kesulitan berjalan.
  • Preeklampsia: gangguan kehamilan, salah satu gejalanya adalah tekanan darah tinggi.
  • Diabetes gestasional: gula darah meninggi selama kehamilan. Gejalanya berupa rasa haus berlebih, mulut kering dan sering buang air kecil.

Jika mengalami kesemutan yang berlangsung terus-menerus disertai dengan gejala seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk segera mendapat perawatan yang tepat. Karena ketiga kondisi tersebut dapat memburuk dan membahayakan ibu dan janinnya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 2 November 2020 What Is Paresthesia?
Healthline, diakses 2 November 2020 Meralgia Paresthetica: Causes and Treatment
Verywellfamily, diakses 2 November 2020 Coping With Numbness and Tingling in Pregnancy
Thebump, diakses 2 November 2020 Numb or Tingling Hands or Feet During Pregnancy

    register-docotr