Kehamilan

Wajib Tahu! Ini 7 Faktor yang Menyebabkan Ibu Hamil Harus Operasi Caesar

November 29, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Walau tiap ibu hamil mendambakan proses melahirkan yang normal, tapi untuk beberapa alasan kesehatan tertentu, Moms harus menjadwalkan kapan harus operasi caesar. Karena itu, jangan tertutup dengan opsi ini, ya!

Operasi caesar sendiri merupakan salah satu cara melahirkan yang dilakukan dengan membuka bagian abdomen dan uterus.

Moms bisa merencanakan kapan harus operasi caesar dari jauh hari, atau bisa juga disarankan oleh dokter di saat proses melahirkan normal tidak berjalan lancar.

Kapan Moms harus operasi caesar?

Moms dan dokter bisa menentukan kapan harus operasi caesar. Akan tetapi, langkah ini juga bisa disarankan ketika kelahiran normal tidak berjalan dengan lancar atau membutuhkan penanganan darurat.

Beberapa kondisi di bawah ini merupakan alasan yang bisa jadi pendorong kenapa Moms harus melakukan operasi caesar:

1. Waktu persalinan yang lama

Moms bisa tahu kapan harus menjalani operasi caesarsaat persalinan yang dijalankan terlalu lama atau bahkan mengalami hambatan. Kondisi ini dikatakan situs kesehatan Centers for Disease Control and Prevention sebagai sepertiga alasan operasi caesar dilakukan.

Sebuah persalinan dikatakan lama atau terhambat ketika durasinya lebih dari 20 jam untuk persalinan anak pertama dan 14 jam atau lebih untuk persalinan kedua atau seterusnya.

Si Kecil yang terlalu besar untuk jalur keluarnya, penipisan serviks yang lambat dan kehamilan kembar dapat memicu kelahiran yang lama ini. Dalam hal ini dokter akan menyarankan operasi caesar agar Moms terhindar dari risiko komplikasi.

2. Posisi bayi yang tidak normal

Dalam kondisi normal, posisi kepala bayi seharusnya berada di dekat jalur keluarnya. Kondisi ini sangat memengaruhi keberhasilan persalinan yang normal.

Akan tetapi, si Kecil terkadang suka terbalik, dia bisa memosisikan kaki di dekat jalur lahir. Kondisi ini disebut juga dengan sungsang.

Dengan demikian, Moms bisa mengetahui kapan harus melakukan operasi caesar jika si Kecil dipastikan sungsang sehingga mengganggu keselamatannya saat dilahirkan.

3. Cacat lahir

Untuk menghindari komplikasi, dokter bisa memilih operasi caesar bagi bayi yang mengalami cacat lahir. Beberapa kondisi yang dimaksud adalah cairan di otak yang berlebihan atau penyakit jantung bawaan.

4. Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya

American Pregnancy Association mencatat sekitar 90 persen perempuan yang pernah operasi caesar dapat menjalani persalinan normal di persalinan berikutnya. Hal ini dinamakan vaginal birth after caesarean (VBAC).

Meskipun peluangnya cukup besar, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter apakah persalinan berikutnya aman dilakukan secara normal atau tetap melakukan operasi caesar.

5. Masalah kesehatan kronis

Moms mungkin membutuhkan operasi caesar kalau memiliki masalah kesehatan yang kronis seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi atau gestational diabetes. Alasannya, melahirkan normal lewat vagina dengan kondisi penyakit ini berbahaya, lho.

Dokter juga bisa menyarankan operasi caesar jika Mom memiliki HIV, herpes genital atau jenis infeksi lainnya yang bisa tertular pada si Kecil kalau dilahirkan lewat vagina.

6. Prolaps tali pusat

Tali pusar yang terselip dan keluar lebih dahulu sebelum bayi dilahirkan disebut dengan prolaps tali pusat. Kondisi ini berbahaya karena bisa mengurangi aliran darah ke bayi.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tapi ketika mengalami hal ini, Moms bisa disarankan untuk menjalani operasi caesar.

7. Hamil kembar

Mengandung anak kembar ternyata bisa berbahaya, lho. Salah satu masalah yang bisa dihasilkan adalah kelahiran yang lama dan membahayakan Moms. 

Belum lagi dengan kondisi salah satu atau keduanya yang bisa mengalami sungsang. Oleh karena itu, caesar menjadi salah satu langkah aman untuk persalinan yang Moms jalani.

Apa saja bahaya dan risiko operasi caesar?

Kondisi di atas memang menggambarkan kalau operasi caesar merupakan langkah yang perlu diambil untuk mencegah komplikasi atau masalah kesehatan. Akan tetapi, prosedur ini juga ternyata memiliki risiko kesehatan, lho. 

Di antaranya adalah:

  • Infeksi
  • Perdarahan hebat
  • Pembekuan darah
  • Reaksi alergi terhadap anestesi
  • Potensi kerusakan pada organ seperti buli-buli atau usus
  • Si Kecil bisa cedera

Operasi caesar juga bisa merusak rahim dan membuat Mom kesulitan di persalinan berikutnya. Akan tetapi, seperti yang sudah disebutkan di atas, tidak sedikit juga peluang Moms melahirkan dengan lancar di persalinan berikutnya.

Demikianlah kapan waktu yang tepat untuk Moms melakukan operasi caesar. Selalu jaga kesehatan Moms dan si Kecil selama masa kehamilan, ya!

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline, diakses 18 November 2020. Reasons for a C-Section: Medical, Personal, or Other
  2. WebMD, diakses 18 November 2020. C-Section
  3. CDC, diakses 18 November 2020. Recent Trends in Cesarean Delivery in United States
  4. American Pregnancy Association, diakses 18 November 2020. Vaginal Birth After Cesarean: VBAC
    register-docotr