Kehamilan

Jenis Kelamin Janin Bisa Diprediksi dari Detak Jantung? Ini Penjelasannya!

December 17, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Banyak orang masih percaya bahwa detak jantung bisa membantu memprediksi jenis kelamin janin yang masih berada di dalam kandungan.

Anggapan itu adalah jika detak jantung lebih dari 140 bpm (beats per minute), maka jenis kelamin janin adalah perempuan. Sedangkan jika di bawahnya, berarti laki-laki.

Lalu, benarkah detak jantung bisa memprediksi jenis kelamin janin? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Sekilas tentang detak jantung janin

Jantung janin kemungkinan akan mulai berdetak pada minggu ke-6 usia kehamilan. Detak jantung tersebut bisa dimonitor dan diukur dengan gelombang ultrasound dari USG. Denyut per menit dimulai dengan lambat dan perlahan meningkat setiap harinya, 90 hingga 110 bpm.

Detak jantung janin akan mencapai periode puncaknya sekitar minggu ke-9, antara 140 dan 170 bpm, baik untuk janin laki-laki maupun perempuan.

Meski, menurut Verywell Family, terkadang detak jantung janin juga bisa mengikuti irama jantung dari ibu.

Baca juga: Persiapkan Semuanya, Ini Tanda-Tanda Bumil akan Melahirkan

Proses terbentuknya alat kelamin janin

Jenis kelamin ditentukan sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur. Ya, jenis kelamin janin ditentukan saat proses pembuahan, bahkan sebelum kehamilan diketahui. Kromosom X dan Y adalah komponen penting dalam proses pembentukan tersebut.

Pada banyak kasus, janin perempuan memiliki pola kromosom XX dari gen yang didapat dari ayah atau ibu. Sedangkan jenis kelamin laki-laki, terbentuk dari pola kromosom XY.

Mungkinkah jenis kelamin diprediksi dari detak jantung?

Mengutip dari Healthline, detak jantung janin tidak bisa digunakan untuk memprediksi jenis kelamin bayi di dalam kandungan.

Ada banyak penelitian yang telah membantah mitos bahwa jenis kelamin bayi bisa diprediksi dari detak jantung. Salah satunya adalah studi yang diterbitkan oleh Fetal Diagnosis and Therapy.

Para peneliti yang terlibat memeriksa 966 sonogram (gambar yang dihasilkan dari pemeriksaan ultrasonik) dari wanita hamil berusia di bawah 14 minggu. Kemudian, pemeriksaan berlanjut pada minggu ke-18 dan 24.

Hasilnya, ditemukan bahwa denyut jantung rata-rata untuk janin laki-laki pada trimester pertama adalah 154,9 bpm. Sedangkan untuk janin perempuan adalah 151,7 bpm.

Artinya, hampir tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung janin berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Dengan begitu, anggapan bahwa detak jantung bisa memprediksi jenis kelamin janin adalah anggapan yang tidak benar.

Kapan jenis kelamin janin bisa diketahui?

Dikutip dari Medical News Today, satu-satunya cara yang meyakinkan untuk mengetahui secara pasti jenis kelamin janin adalah menunggunya hingga proses persalinan. Prediksi tentang jenis kelamin janin biasanya dilakukan pada trimester kedua dan ketiga.

Alat kelamin janin tidak berkembang cepat pada masa-masa awal kehamilan. Baik pada janin laki-laki maupun perempuan, alat kelamin terlihat relatif sama pada empat hingga enam minggu. Perubahan mulai nampak pada usia antara 10 sampai 20 minggu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memeriksa jenis kelamin janin, di antaranya adalah:

1. Tes ultrasound (USG)

Pemeriksaan menggunakan gelombang suara (ultrasound)atau USG adalah salah satu metode yang sering digunakan untuk memprediksi jenis kelamin janin. Minggu ke-18 hingga 20 adalah periode yang tepat untuk melakukannya.

Sebelum pemeriksaan dijalankan, perut Moms akan diolesi gel sebagai konduktor alat pemindai. Tes tersebut bisa memeriksa kondisi bayi dari kepala hingga kaki, termasuk bagian alat kelamin. Teknologi itu juga bisa melihat plasenta, kadar cairan di sekitar janin, dan sistem tubuhnya.

Baca juga: USG Tak Sekadar untuk Periksa Kelamin Calon Bayi, Ini Manfaat Lainnya!

2. Uji genetik

Meski kurang populer, uji genetik bisa dipakai untuk memprediksi jenis kelamin janin. Dokter bisa memberi dua pilihan, yaitu amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban) atau pengambilan sampel dari plasenta bernama vili korionik (CVS).

Tes ini mencari kelainan genetik seperti DNA dari sel bebas. Hasilnya, jenis kelamin janin bisa terungkap. Tes CVS biasanya dilakukan antara minggu ke-10 hingga 13, sedangkan amniosentesis pada minggu ke-14 hingga 20.

Nah, itulah ulasan tentang detak jantung dan kaitannya dengan prediksi jenis kelamin janin. Sebelum melakukan tes untuk mengetahui jenis kelamin calon buah hati, bicarakan lebih dulu dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan yang tepat, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kehamilanmu bersama dokter kandungan terpercaya di Good Doctor. Akses layanannya 24/7 dengan download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 15 Desember 2020, Baby Heart Rate and Gender: Can It Predict the Sex of Your Baby?
  2. Medical News Today, diakses 15 Desember 2020, Can a baby’s heartbeat predict their sex?
  3. Verywell Family, diakses 15 Desember 2020, Normal Fetal Heart Rate During Pregnancy.
  4. Karger, diakses 15 Desember 2020, Gender-Related Differences in Fetal Heart Rate during First Trimester.

    register-docotr