Kehamilan

Ini Lho Penyebab Lamanya Proses Melahirkan dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Operasi Caesar

October 7, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Proses melahirkan merupakan pengalaman unik yang dirasakan oleh setiap calon ibu. Terkadang, berbeda kondisi janin, maka berbeda juga proses persalinannya.

Setiap Moms memiliki pengalamannya tersendiri. Seperti misalnya, ada yang mengalami proses melahirkan cukup cepat, namun ada juga yang berlangsung lama.

Baca Juga: Bumil, Biar Enggak Deg-degan Yuk Cari Tahu Bagaimana Proses Melahirkan

Durasi melahirkan normal

Situs kesehatan WebMD menulis proses melahirkan secara normal bisa memakan waktu sekitar 12 hingga 18 jam. Rentang waktu ini biasanya dialami oleh Moms yang baru pertama kali melahirkan.

Namun, apabila Moms sudah pernah melahirkan sebelumnya, biasanya durasi persalinan lebih cepat hingga setengah waktu tersebut.

Sedangkan apabila proses persalinan yang Moms alami melebihi waktu tersebut, atau bahkan lebih dari 20 jam, maka Moms mengalami proses melahirkan yang terlalu lama. Kondisi seperti ini dapat menimbulkan risiko yang cukup berbahaya bagi Moms dan bayi.

Penyebab proses melahirkan lama

Biasanya, proses melahirkan bisa ditentukan melalui beberapa tahapan persalinan.

Apabila Moms mengalami kondisi di mana serviks telah menipis dan terbuka dengan benar selama persalinan. Namun bayi tidak lahir setelah kira-kira 20 jam Moms mengalami kontraksi teratur, maka kemungkinan besar Moms masuk ke kategori melahirkan dalam waktu lama.

Berikut beberapa faktor yang mampu menjadi penyebab mengapa Moms melahirkan lama:

  • Bayinya sangat besar dan tidak bisa bergerak melalui jalan lahir
  • Posisi bayi tidak normal. Biasanya, kepala bayi menghadap ke bawah punggung
  • Jalan lahir terlalu kecil untuk dilalui bayi
  • Moms mengalami kontraksi yang sangat lemah
  • Melahirkan anak kembar.

Risiko apabila Moms melahirkan terlalu lama

Apabila Moms mengalami kondisi melahirkan yang terlalu lama, maka dikhawatirkan Moms dan bayi akan mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Gangguan psikologis seperti kekhawatiran, stres, atau ketakutan
  • Kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar
  • Bayi kekurangan oksigen di dalam kandungan
  • Bayi mengalami detak jantung yang tidak normal
  • Moms akan mengalami infeksi pada rahim atau ketuban yang biasa disebut korioamnionitis karena bakteri telah menginfeksi kantong dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Baca Juga: Persiapkan Semuanya, Ini Tanda-Tanda Bumil akan Melahirkan

Kapan dokter akan menentukan Moms butuh tindakan operasi caesar?

Saat Moms mengalami proses persalinan yang terlalu lama, maka sebelum dokter mengambil tindakan, Moms akan melewati beberapa pemeriksaan terlebih dahulu.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter mengambil keputusan apakah perlu dilakukan operasi atau tidak. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi:

  • Seberapa sering Moms mengalami kontraksi
  • Seberapa kuat Moms melakukan kontraksi.

Proses pemeriksaan

Saat proses pemeriksaan berlangsung, dokter mungkin akan memberikan Moms kateter tekanan intrauterine (Intrauterine Pressure Catheter Placement / IUPC). IUPC ini adalah monitor jerami kecil yang ditempatkan di dalam rahim di samping bayi.

IUPC tidak hanya memberi tahu dokter kapan kontraksi terjadi, tetapi juga seberapa kuat kekuatan kontraksi tersebut. Jika dokter merasa kontraksi tidak cukup kuat, pada titik ini dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk menambahkan pitcoin atau oksitosin.

Oksitosin merupakan obat untuk memperkuat dan mempercepat kontraksi. Setelah IUPC, kemungkinan dokter juga akan melakukan pemantauan janin elektronik (EFM) berkelanjutan untuk mengukur detak jantung bayi.

Apabila setelah melakukan beberapa tes tersebut proses persalinan masih terhenti, kemungkinan dokter baru akan memberikan rekomendasi untuk melakukan operasi caesar.

Operasi caesar

Dilansir laman americanpregnancy.org, operasi caesar merupakan pilihan yang paling sering direkomendasikan apabila Moms mengalami permasalahan saat melakukan proses melahirkan. Termasuk Moms mengalami proses melahirkan lama.

Apabila bayi mengalami posisi yang tidak normal dan dokter memaksa untuk memutarnya, risiko yang akan terjadi adalah kemungkinan bayi akan diputar ke arah yang salah. Operasi caesar dipercaya akan menghindarkan kondisi-kondisi yang tidak diinginkan seperti itu.

Prosedur operasi caesar dipercaya sebagai prosedur yang paling sering digunakan untuk mencegah komplikasi kelahiran yang lebih serius, dan umumnya dianggap sepadan dengan risikonya untuk menghindari masalah persalinan kritis lebih lanjut.

Demikianlah penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk operasi kalau Moms lama melahirkan. Terus jaga kesehatan fisik dan psikologis di masa kehamilan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. American Pregnancy Association. Diakses 6 Oktober 2020. Prolonged Labor: Failure To Progress
  2. Npr.org. Diakses 6 Oktober 2020. Doctors Urge Patience, And Longer Labor, To Reduce C-Sections
  3. 3.  WebMD Diakses 6 Oktober 2020. Prolonged Labor
    register-docotr