Kehamilan

Ingin Hamil Lagi Setelah Keguguran? Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

July 22, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Apa yang kamu rasakan saat hamil lagi setelah keguguran? Mungkin kamu sempat merasa cemas atau bingung apakah kondisi seperti ini akan berisiko. Jawabannya, tentu saja tidak.

Banyak wanita yang pernah mengalami keguguran tetapi selanjutnya bisa melahirkan bayi secara normal. Hamil lagi setelah keguguran adalah hal wajar. Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk memastikan kehamilan kamu tetap sehat.

Apa penyebab keguguran?

Keguguran adalah kehilangan kehamilan dengan meninggalnya bayi yang masih berada di dalam rahim. Pada umumnya, keguguran terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu. 

Banyak wanita mengalami keguguran karena janin tidak berkembang secara normal. Masalah dengan kromosom bayi mempengaruhi sekitar 50 persen dari kehidupan bayi. Sebagian besar masalah kromosom terjadi secara kebetulan ketika embrio membelah dan tumbuh.

Terkadang, kondisi kesehatan seperti diabetes yang tidak terkontrol dengan baik juga dapat menyebabkan keguguran. Kemudian masalah dengan uterus atau leher rahim, masalah kesehatan ibu, dan infeksi dalam rahim. 

Beberapa kasus keguguran terjadi secara tiba-tiba dan tanpa gejala. Di mana keguguran baru dirasakan ketika ada darah mengalir keluar dari vagina.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat hamil lagi setelah keguguran?

Moms, keguguran pasti memberikan efek traumatis. Meski demikian, bukan berarti rasa trauma itu bisa dibiarkan selama masa kehamilan. Yang terpenting adalah mempersiapkan diri agar kehamilan mendatang tetap bisa berjalan normal. 

Berikut ini hal yang perlu dipahami jika kamu hamil lagi setelah keguguran:

Waktu yang tepat untuk hamil lagi 

Wajar untuk merasa emosi karena kehilangan calon bayi akibat keguguran. Namun, kamu dan pasangan tak boleh menyalahkan diri sendiri dan sedih berkepanjangan.

Secara fisik sebetulnya setiap wanita bisa segera hamil lagi setelah keguguran. Tetapi, proses kehamilan juga harus disertai mental dan emosi yang stabil. Jadi, kamu harus menunggu sampai fisik dan mentalmu sudah cukup kuat.

Menurut sebuah studi, hamil dalam waktu 3 bulan setelah keguguran lebih baik daripada menunda terlalu lama. Sebab, kehamilan sebelumnya membuat tubuh menjadi lebih kuat dan siap menerima kehamilan berikutnya.

Jika kamu pernah mengalami keguguran lebih dari satu kali, ada baiknya konsultasikan dengan dokter. Tanyakan kapan waktu yang tepat bagi kamu untuk hamil lagi. Dokter akan memberikan perawatan supaya kamu bisa hamil dengan resiko yang rendah.

Persiapan untuk hamil lagi setelah keguguran

Jika kamu ingin segera hamil lagi setelah keguguran, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan medis. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk melihat penyebab keguguran, tetapi juga untuk melihat kondisi kesehatan rahim.

Kondisi rahim setelah keguguran mungkin berbeda dengan kondisi normal. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mempersiapkan kesehatan rahim sebelum hamil lagi. Salah satunya dengan menyiapkan rahim yang sehat. 

Ada sejumlah tes yang bisa kamu ikuti untuk memeriksa kesehatan rahim, yaitu:

1. Tes darah

Sampel darah akan diambil untuk mengetahui penyebab keguguran. Dengan menguji sampel darah, dokter akan menganalisis apakah ada gangguan hormon atau tidak. 

Tes darah biasanya dilakukan di awal pemeriksaan. Langkah ini diikuti dengan tes lain untuk memastikan penanganan selanjutnya.

2. Ultrasonografi

Metode pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah di dalam rongga rahim.

Ultrasonografi dilakukan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar rahim. Dokter akan menempatkan alat ultrasonografi di atas perut dan di dalam vagina. 

3. Histeroskopi

Pemeriksaan ini dilakukan melalui serviks ke dalam rahim. Tujuannya untuk mendiagnosis dan mengobati masalah rahim yang teridentifikasi.

4. Histerosalpingografi

Saat melakukan tes ini, dokter akan memasang tabung tipis melalui vagina dan leher rahim. Lalu, melepaskan cairan kontras cair ke dalam rahim dan saluran tuba. Cairan itu melacak bentuk rongga rahim dan tuba falopi untuk memberi gambaran kondisi rahim.

Pemeriksaan ini memberikan informasi tentang kondisi internal rahim dan segala penghalang di tuba falopi.

Emosi yang mungkin dialami dalam kehamilan berikutnya

Saat kamu hamil lagi setelah keguguran, emosi kami akan campur aduk antara merasa senang dan juga cemas. Tapi, perlu kamu ketahui, kehamilan berikutnya bisa menjadi proses penyembuhan dari rasa kehilangan yang kamu rasakan.

Selama kehamilan emosi kamu akan turun naik di tiap bulannya, karena merasa takut keguguran kembali terjadi. Jika perasaan seperti itu datang, jangan ragu untuk bicarakan dengan orang-orang terdekat.

Atau jika kamu mengalami kesulitan untuk mengatasinya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan bantuan.

Bagaimana jika mengalami keguguran lagi?

Jika mengalami keguguran lagi, pastikan kamu dan pasangan berkonsultasi dengan dokter. Ini adalah langkah yang tepat untuk mencegah keguguran di masa depan. Selain itu, dokter juga akan memberikan penanganan terbaik untuk kesehatan rahim.

Untuk meningkatkan kemungkinan hamil lagi setelah keguguran, seks tidak dianjurkan selama dua minggu setelah keguguran. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi dan memberi kesempatan rahim berovulasi. 

Selain itu, kamu juga harus menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya keguguran lagi. Minumlah vitamin atau suplemen asam folat, batasi konsumsi kafein, hindari minum alkohol. Kemudian hindari juga merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Penyebab keguguran memang terkadang tak dapat diketahui, tetapi kita bisa mencegahnya dengan menyiapkan rahim yang sehat. Jika kamu pernah mengalami keguguran, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 16/07/20. Pregnancy After Miscarriage: Answers to Your Questions

ACOG (2016). Diakses pada 16/07/20. Repeated Miscarriages

Web MD (2010). Diakses pada 16/07/20. Study: No Need to Delay Pregnancy After Miscarriage

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 16/07/20. Pregnancy after miscarriage: What you need to know

    register-docotr