Kehamilan

Agar Tak Penasaran, Begini Bedanya Ciri Hamil Anak Perempuan dan Laki-Laki

August 11, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selain perkembangan kesehatannya, hal lain yang pasti ingin diketahui setiap ibu yang sedang hamil adalah jenis kelamin bayi. Apakah ciri hamil anak perempuan dan laki-laki bisa dibedakan?

Tetapi jika tidak, lantas bagaimana cara mengetahui jenis kelamin bayi dengan akurat? Yuk simak informasinya berikut ini!

Ciri hamil anak perempuan dan laki-laki

Di luar beragam teknologi yang tersedia, ada juga beberapa ciri hamil anak perempuan dan laki-laki yang bisa dilihat dari beberapa faktor di bawah ini:

Ciri hamil anak perempuan

Beberapa kondisi yang bisa menjadi pertanda kalau Moms hamil anak perempuan adalah sebagai berikut.

Mengalami hyperemesis gravidarum

Dilansir What to Expect, calon ibu yang merasa mual dan muntah berat di pagi hari diindikasikan mengalami kondisi hyperemesis gravidarum.

Meski efeknya bisa membuat Moms muntah, dehidrasi, bahkan mengalami penurunan berat badan yang drastis, bisa jadi ini adalah pertanda Moms akan memiliki bayi perempuan.

Alasannya adalah hormon kehamilan hCG yang dihasilkan ketika hamil anak perempuan lebih tinggi sehingga membuat Moms mengalami semua gangguan tersebut.

Lebih sering stres

Dikutip dari sebuah penelitian tahun 2012, perempuan yang sebelum hamil memiliki kadar hormon kortisol lebih banyak, cenderung akan melahirkan bayi perempuan ketimbang laki-laki.

Hal ini didukung oleh penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2013. Ketika terjadi gempa di Yunani, tingkat kelahiran bayi laki-laki menurun drastis.

Banyak ahli memperkirakan hal ini disebabkan tingkat stres yang dialami para calon ibu di daerah itu.

Posisi bayi cenderung sungsang

Jika dalam usia kehamilan lebih dari 32 minggu janin yang Moms kandung masih memposisikan dirinya dengan kepala di atas, besar kemungkinan Moms mengandung anak perempuan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan fakta bahwa dalam rentang tahun 1996 sampai 2011, semua bayi yang lahir dalam posisi sungsang singleton kebanyakan adalah perempuan.

Baca juga: Suhu Tubuh Bayi Mendadak Naik atau Turun, Apa yang Perlu Dilakukan Moms?

Ciri hamil anak laki-laki

Beberapa kondisi yang bisa menjadi pertanda kalau Moms hamil anak laki-laki adalah sebagai berikut:

Detak jantung bayi lebih rendah dari 140 kali per menit

Dilansir New Idea, jika detak jantung janin di 12 minggu pertamanya kurang dari 140 kali per menit maka kemungkinan besar bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki.

Meski begitu hal ini tidak bersifat pasti, karena pada beberapa kasus bayi berjenis kelamin perempuan pun dapat mengalami hal yang sama.

Lebih banyak makan selama hamil

Perempuan yang mengandung anak laki-laki cenderung makan 10 persen lebih banyak kalori dibandingkan dengan yang hamil anak perempuan.

Para ahli menyimpulkan penyebabnya adalah hormon testosteron yang diproduksi janin laki-laki mengirimkan sinyal pada Moms untuk makan dalam jumlah yang lebih banyak.

Secara tidak langsung ini juga menjadi alasan mengapa bayi laki-laki cenderung lahir dengan berat badan yang lebih besar daripada perempuan.

Mengidap diabetes gestational

Kondisi ini terjadi ketika Moms mengalami diabetes hanya di sepanjang masa kehamilan. Janin laki-laki cenderung menyebabkan perubahan metabolisme yang membuat kadar gula dalam tubuh Moms menjadi tinggi.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan

Selain melalui ciri-ciri tertentu, dewasa ini perkembangan teknologi yang begitu pesat telah memudahkan kita untuk mengetahui jenis kelamin bayi dengan cukup akurat. Beberapa cara yang umum dipakai adalah sebagai berikut:

Tes genetik melalui darah

Dilansir Today.com, tes ini dapat memprediksi jenis kelamin bayi melalui bagian kecil DNA janin yang terdapat dalam aliran darah Moms. Tingkat akurasinya adalah sekitar 95 sampai 99 persen.

Amniosintesis

Meski cukup efektif, namun prosedur ini tidak banyak direkomendasikan karena memiliki risiko menyebabkan keguguran.

Adapun cara pelaksanaannya adalah dengan menyuntikan jarum pada cairan di sekitar janin dan melihat kromosom penyusun jenis kelamin bayi.

Scan ultrasound

Ini merupakan metode yang paling banyak dipakai untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Caranya adalah dengan menggunakan gelombang frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar melalui scan pada rahim.

Untuk memberikan prediksi jenis kelamin yang cukup akurat, Moms dapat melakukan tes USG sejak usia kandungan 18 sampai 22 minggu.

Baca juga: Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan: Apa Saja Perbedaan dan Gejalanya?

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut kepada dokter profesional di layanan konsultasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

What are the signs of having a girl?, https://www.medicalnewstoday.com/articles/322368#eight-signs-of-having-a-girl diakses pada 5 Agustus 2020

19 ways to tell (or guess!) if you’re having a boy or girl, https://www.today.com/parents/how-tell-if-you-re-having-boy-or-girl-t130009 diakses pada 5 Agustus 2020

Boy or girl – 30 signs during pregnancy, https://www.madeformums.com/pregnancy/boy-or-girl-what-are-the-signs-during-pregnancy/ diakses pada 5 Agustus 2020

9 Scientific Hints to Predict the Sex of Your Baby, https://www.whattoexpect.com/pregnancy/predicting-sex-of-baby diakses pada 5 Agustus 2020

 

 

    register-docotr