Kehamilan

Harus Menggugurkan Kandungan, Apa itu Kehamilan Ektopik?

August 3, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Kabar kehamilan bagi sebagian orang malah menjadi hal yang menakutkan karena harus menggugurkan kandungan demi kesehatan sang ibu. Salah satunya adalah kehamilan ektopik dan seperti ini cara menggugurkan kehamilan ektopik yang aman. 

Apa itu kehamilan ektopik? 

Dilansir dari Women Help Women, hal dasar yang perlu kamu ketahui pada kehamilan yang sehat adalah begitu sel telur telah dibuahi oleh sperma lalu akan masuk melalui tuba falopii dan menempel pada lapisan rahim, sehingga dapat tumbuh di dalam rahim. 

Namun pada kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi justru malah menempel di tempat lain selain rahim, seperti tuba fallopi (juga disebut kehamilan tuba, jenis kehamilan ektopik yang paling umum) atau ovarium. 

Meskipun kondisi ini adalah situasi yang langka, tentu saja kasus tersebut adalah situasi yang mendesak. Saluran tuba dapat robek jika terlalu panjang. 

Parahnya jika pecah, dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi internal. Karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil tumbuh di luar rahim, tentu saja kehamilan ektopik ini tidak dapat dilanjutkan. 

Kehamilan ektopik ini juga disebut sebagai hamil di luar kandungan. Tentu saja ini merupakan kondisi yang membahayakan nyawa dan sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan.

Umumnya, tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kondisi kehamilan ini.

Tanda dan gejala kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik biasanya dimulai seperti kehamilan normal dengan gejala kehamilan seperti pada umumnya. 

Ultrasonografi dapat mendeteksi kehamilan ektopik setelah 6 minggu, tetapi tanda-tanda yang harus diwaspadai jika kamu mengalami kehamilan seperti ini.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala yang akan timbul melansir penjelasan dari laman Healthline

  • Nyeri panggul yang parah.
  • Nyeri bahu.
  • Pendarahan dan bercak pada vagina.
  • Pusing.
  • Pingsan. 
  • Tidak haid mual.
  • Muntah.

Jika mengalami beberapa gejala-gejala ini, kamu harus segera mencari perawatan medis. Tetapi perlu diingat bahwa ini juga bisa menjadi gejala kista ovarium atau kondisi lainnya. 

Biasanya untuk menghindari adanya komplikasi akibat kehamilan ektopik, dokter menyarankan untuk melakukan pengguguran kandungan. 

Komplikasi tersebut bisa disebabkan karena terjadinya tuba falopi yang pecah sehingga menyebabkan pendarahan berat, syok, bahkan hingga kematian.

Baca juga: Mitos-mitos Seputar Kehamilan yang Masih Dipercaya, Cek Faktanya!

Cara menggugurkan kehamilan ektopik

Perawatan untuk kehamilan ektopik adalah suntikan metotreksat yaitu dengan mengakhiri kehamilan agar menghentikan pertumbuhan sel telur yang dibuahi (ini tidak merusak tuba falopi). 

Bisa juga dengan operasi laparoskopi yang dapat menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi atau dalam tuba perlu dihapus.

Perlu kamu ketahui bahwa ada dua cara menggugurkan kehamilan ektopik, yaitu laparotomi (bedah terbuka) atau laparoskopi (minim invasif). Perbedaan terbesar dari keduanya adalah panjang sayatan. 

Jika kamu menggunakan cara laparotomi atau bedah terbuka, hal itu berarti dokter akan melakukan sayatan secara vertikal pada linea alba yang dibuat untuk menjangkau rongga perut.

Namun berbeda dengan cara laparoskopi, dokter justru akan membuat beberapa sayatan kecil untuk memasukkan berbagai macam alat bedah. 

Pada umumnya banyak orang lebih memilih metode laparoskopi. Hal itu karena telah terbukti dalam banyak studi bahwa cara ini mengurangi agar kamu tidak banyak kehilangan darah dan adhesi serta juga akan mempercepat pemulihan. 

Laparotomi sendiri sebenarnya hanya dianjurkan untuk kasus darurat, misalnya kehamilan ektopik pecah atau terjadi pendarahan berat. 

Cara tersebut juga bisa dilakukan bagi kamu yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik atau tidak memungkinkan untuk melakukan metode laparoskopi. 

Salah satu contohnya adalah ketika pasien yang pernah menjalani bedah panggul dan diperkirakan memiliki adhesi tebal.

Setelah rongga perut dibuka, kehamilan ektopik akan dicari dan tuba falopi dilepaskan dari struktur sekitarnya. Lalu, dokter bedah dapat melakukan salpingostomi atau salpingektomi.

Cara salpingostomi, dokter hanya akan mengangkat embrio saja. Namun dengan melakukan cara salpingektomi dokter akan mengangkat suatu bagian atau seluruh bagian tuba falopi. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 30 Juli 2020. Ectopic Pregnancy
  2. Womenhelp.org (2019) diakses 30 Juli 2020. What is an ectopic pregnancy (and what does it have to do with abortion pills)?
  3. Mayoclinic.org (2020) diakses 30 Juli 2020. Ectopic pregnancy
  4. Webmd.com (2018) diakses 30 Juli 2020. What’s the Treatment for Ectopic Pregnancy?
    register-docotr