Kehamilan

Benarkah Kafein Bisa Mengurangi Kesuburan?

December 4, 2020 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Tanpa disadari saat ini banyak orang mengonsumsi kopi terutama di pagi hari. Namun apakah benar kafein dalam secangkir kopi mempengaruhi kesuburan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kafein bisa mengurangi kesuburan, mitos atau fakta?

Dilansir dari Very Well Family, selama kamu tidak mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi, kemungkinan kesuburan untuk hamil tidak akan terganggu.

Secangkir kopi pagi hari adalah tradisi dunia Barat. Oleh karena itu, banyak orang tertarik untuk meneliti kemungkinan hubungan antara kafein, kesuburan, dan tingkat keguguran.

Jika dilihat dari kandungannya, kafein merupakan senyawa yang dapat merangsang otak dan sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan mood dan kemampuan berkonsentrasi.

Selain itu, kafein juga dapat meringankan rasa lelah, membuat badan terasa energik, dan membuat tubuh dan pikiran tetap terjaga. 

Perlu kamu ketahui, dampak konsumsi kafein pada kesuburan masih menjadi perdebatan hangat para ahli. Hingga saat ini, belum ada penelitian secara signifikan membuktikan bahwa kafein dapat menurunkan tingkat kesuburan pada pria maupun wanita. 

Penelitian antara kafein dan kesuburan 

Melansir Very Well Family, ada penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan bisa membuat wanita sulit hamil.

Menurut penelitian tersebut, wanita yang mengonsumsi kopi lebih dari 1 cangkir dalam sehari memiliki peluang hamil lebih rendah daripada wanita yang hanya minum kopi 1 cangkir sehari atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

Tak hanya itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam dosis tinggi dapat menurunkan peluang keberhasilan program bayi tabung. 

Namun dari kedua penelitian ini, para peneliti masih belum mengetahui secara pasti apa kaitan antara asupan kafein yang berlebihan dengan penurunan tingkat kesuburan.

Baca juga: Gemar Minum Kopi? Pahami Dulu Efek Kafein Bagi Tubuh Kamu

Jumlah konsumsi kopi yang aman 

Melansir penjelasan Very Well Family, apabila kamu ingin meminum kafein secara aman, sebaiknya konsumsi kopi tidak lebih dari 200-300 mg kafein sehari (idealnya 100 mg). 

Namun saat ini orang-orang lebih sering meminum kopi dalam bentuk kemasan. Lalu bagaimana cara menghitungnya? Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk ukuran kopi:

  • Diseduh (8 oz.) = 95 sampai 200 mg
  • Varietas yang diseduh, satu porsi = 55 hingga 150 mg
  • Instan biasa (8 oz.) = 27 hingga 173 mg
  • Instan tanpa kafein (8 oz.) = 2 sampai 12 mg
  • Expresso (1 -2 oz.) = 47 sampai 75 mg

Itulah beberapa takaran jumlah asupan kopi yang sudah dalam bentuk kemasan.

Secara umum, terlalu banyak minum minuman berkafein diketahui dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti gelisah, gugup, insomnia, buang air kecil berlebihan, dehidrasi, masalah pada sistem pencernaan, otot berkedut, hingga aritmia. 

Oleh sebab itu, tak ada salahnya menjaga kesehatan tubuh agar tidak terlalu banyak mengonsumsi kopi ya. Apalagi bagi kamu yang ingin segera memiliki buah hati, kesehatan itu nomor satu. 

Jadi, pastikan kamu dan pasangan tidak minum minuman berkafein lebih dari 200 ml atau 1 cangkir dalam sehari. Sebagai pengganti, kamu bisa mencoba minuman tanpa kafein yang baik untuk kesehatan, misalnya seduhan jahe, atau teh daun raspberry merah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Verywellfamily.com (2020) diakses pada 3 Desember 2020. Does Caffeine Affect Fertility?
  2. Mayoclinic.org (2020) diakses pada 3 Desember 2020. Caffeine content for coffee, tea, soda and more 
    register-docotr