Kehamilan

Benarkah Aman Melahirkan di Rumah?

October 23, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa ibu justru lebih menginginkan untuk melakukan persalinan di rumah. Banyak dari mereka yang memilih hal itu untuk menghindari suasana tegang saat di rumah sakit. Bagi kamu yang ingin melakukan cara ini, apakah metode melahirkan di rumah secara normal aman dilakukan? 

Amankah melahirkan normal di rumah? 

Melahirkan normal di rumah atau home birth merupakan salah satu metode persalinan yang tengah digandrungi oleh para ibu hamil.

Dilansir dari Parents, wanita yang boleh melahirkan di rumah biasanya diperuntukkan bagi yang memiliki tubuh dalam keadaan sehat dengan kehamilan berisiko rendah. 

Kehamilan berisiko rendah artinya kamu tidak memiliki kondisi medis kronis (seperti penyakit jantung atau hipertensi) atau komplikasi kehamilan (seperti preeklamsia, plasenta previa, atau diabetes gestasional).

The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menambahkan bahwa wanita tidak boleh melahirkan di rumah jika mereka mengandung bayi kembar, dan melahirkan melalui vagina setelah operasi caesar, atau jika bayi dalam kondisi posisi yang tidak tepat.

Jenis kehamilan ini meningkatkan risiko perlunya intervensi medis. Wanita dengan persalinan prematur (kurang dari 36-37 minggu), kehamilan post-term (lebih dari 41-42 minggu), dan usia ibu lanjut juga harus memilih untuk tidak melahirkan di rumah.

Manfaat melahirkan di rumah 

Dilansir dari laman Parents, berikut ini beberapa manfaat melahirkan di rumah:

  • Lebih sedikit risiko sang ibu terkena infeksi
  • Menurunkan risiko robekan vagina atau perineum 
  • Merasa lebih nyaman karena dikelilingi oleh keluarga dan teman
  • Kebebasan untuk melakukan hampir semua hal yang diinginkan, termasuk berjalan-jalan, mandi, memasak makanan, menonton TV, dll.
  • Kontrol lebih besar atas keputusan kelahiran 
  • Biaya yang tidak terlalu mahal 
  • Meningkatnya ikatan dengan bayi
  • Lebih banyak memiliki privasi

Risiko melahirkan di rumah 

Menurut ACOG, melahirkan di rumah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian perinatal lebih dari dua kali lipat (1-2 dari 1.000) dan peningkatan risiko tiga kali lipat dari kejang neonatal atau disfungsi neurologis serius (0,4-0,6 dalam 1.000).

Bahkan jika ada rencana darurat yang bagus, kamu bisa kehilangan waktu yang berharga dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sekitar 23 hingga 37 persen orang tua pertama kali mencoba melahirkan di rumah akhirnya dipindahkan ke rumah sakit.

Sebagian besar transportasi intrapartum ini karena kurangnya kemajuan dalam persalinan, status janin yang tidak meyakinkan, kebutuhan untuk menghilangkan rasa sakit, hipertensi, perdarahan, dan malposisi janin.

Wanita yang melahirkan di rumah juga lebih mungkin mengalami masalah seperti pendarahan post partum dan persalinan lama. Ada juga lebih sedikit pilihan untuk mengendalikan nyeri persalinan yang merupakan sesuatu yang mungkin diabaikan orang tua untuk pertama kalinya.

Baca juga: Jelang Persalinan, Ini Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Perlu Disiapkan

Persiapan melahirkan di rumah 

Jika kamu sudah yakin dengan keputusan untuk melahirkan di rumah dan kehamilanmu tergolong sehat, dokter kemungkinan akan memberikan izin untuk melahirkan secara normal.

Namun kamu juga harus tetap mempertimbangkan deretan risiko gagal dan berhasil melakukan persalinan di rumah. Pastinya, kamu mau yang terbaik untuk dirimu dan bayi, bukan?

Untuk itu, berikut berbagai persiapan melahirkan di rumah yang perlu kamu catat:

1. Cari info lebih rinci 

Temukan bidan yang tepat untuk membantu persalinan kamu selama di rumah. Pada dasarnya, mereka diajarkan untuk membantu proses kelahiran juga meminimalisir terjadinya komplikasi yang berpotensi muncul tiba-tiba.

2. Jangan terburu-buru, pilih bidan atau dokter berpengalaman

Ketika memilih bidan atau dokter yang akan membantu, sebaiknya kamu pun mengetahui rekam jejak bidan atau dokter tersebut dalam membantu proses melahirkan nantinya.

Perlu diingat bahwa sangat penting untuk memastikan praktisi tersebut memiliki asisten yang akan membantu pada proses melahirkan.

3. Buat rencana darurat

Dikutip dari Pregnancy Birth Baby, apabila kamu memilih bidan, bidan harus memiliki koneksi medis dengan seorang dokter atau rumah sakit. Hal ini merupakan salah satu cara jika proses melahirkan normal di rumah tidak berjalan seperti yang direncanakan.

6. Lakukan tes kesehatan 

Melahirkan normal di rumah cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang melahirkan di rumah sakit. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan cek dan tes kesehatan sebelum dan setelah melahirkan.

7. Pastikan perlengkapan komplit

Tidak seperti di rumah sakit, kamu perlu untuk menyiapkan beberapa perlengkapan untuk melahirkan di rumah. Hal ini dibutuhkan agar bidan juga dapat menjalani tugasnya semaksimal mungkin.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Parents.com (2020) diakses pada 21 Oktober 2020. Home Birth 101: A Beginner’s Guide for Parents
  2. Pregnancybirthbaby.org.au (2018) diakses pada 21 Oktober 2020. Home birth 
  3. Acog.org (2017) diakses pada 21 Oktober 2020. Planned Home Birth
    register-docotr