Kehamilan

Amankah Mengonsumsi Antasida untuk Ibu Hamil?

August 12, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika memiliki masalah dengan lambung, baik itu karena maag atau GERD, biasanya bisa langsung diatasi dengan antasida. Namun apakah diperbolehkan menggunakan antasida untuk ibu hamil?

Dilansir Healthline.com, mengonsumsi antasida untuk ibu hamil diperbolehkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Tips mengonsumsi antasida untuk ibu hamil

Agar tidak salah memilih antasida untuk ibu hamil, kamu perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini.

1. Mengandung kalsium karbonat atau magnesium

Antasida dengan kandungan kalsium karbonat atau magnesium adalah pilihan terbaik untuk ibu hamil. Di Amerika Serikat, antasida jenis ini dapat dibeli dengan merk dagang Tums atau Rolaids.

Keamanan antasida untuk ibu hamil didukung oleh pernyataan ahli, G. Thomas Ruiz, MD, OB/GYN. “Penggunaan Tums (antasida) selama masa kehamilan adalah hal yang sudah banyak dilakukan selama bertahun-tahun,” ungkapnya, seperti dilansir dari situs Healthline.com.

2. Perhatikan waktu penggunaan

Jika di poin pertama disebutkan antasida dengan kandungan magnesium aman untuk ibu hamil, namun ada hal yang perlu diperhatikan yakni waktu penggunaannya.

Ternyata, meskipun kandungan magnesium relatif aman untuk ibu hamil, tapi sebaiknya dihindari jika kehamilan telah memasuki trimester akhir. Karena magnesium dapat memengaruhi kontraksi menjelang waktu melahirkan.

3. Hindari kandungan natrium tinggi

Antasida memiliki berbagi kandungan, salah satunya adalah natrium tingkat tinggi. Sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi antasida jenis ini. Antasida dengan kandungan natrium tingkat tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan.

Penumpukan cairan pada jaringan menyebabkan pembengkakan pada tubuh ibu hamil. Atau dalam bahasa medis dikenal dengan istilah edema.

4. Hindari juga kandungan alumunium

Sebelum membeli produk antasida untuk ibu hamil pastikan membaca label pada kemasan. Pastikan antasida tidak mengandung aluminium. Umumnya pada label akan tertulis aluminium hidroksida atau aluminium karbonat. Kandungan ini dapat menyebabkan sembelit pada ibu hamil.

5. Terakhir hindari kandungan aspirin

Sebaiknya jauhi obat-obatan yang mengandung aspirin seperti Alka-Seltzer. Walaupun ada beberapa ibu hamil yang diperbolehkan mengonsumsi aspirin, namun penggunaannya tidak boleh sembarangan alias harus dengan resep dokter.

Aspirin dengan dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai risiko pada ibu hamil. Jika dikonsumsi pada trimester pertama, aspirin dosis tinggi dapat menimbulkan risiko keguguran dan cacat bawaan lahir pada bayi.

Sementara aspirin dosis tinggi pada trimester akhir dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah di jantung janin. Karena itu sebaiknya tidak sembarangan menggunakan obat dengan kandungan aspirin untuk ibu hamil.

Apakah ada obat asam lambung selain antasida untuk ibu hamil?

Kabar baiknya selain antasida, ada beberapa obat jenis lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah lambung. Dilansir dari Uofmhealth.org, obat-obatan berikut aman digunakan selama kehamilan.

  • Simetidin (Tagamet)
  • Ranitidin (Zantac)
  • Omeprazole (Prilosec)
  • Lansoprazole (Prevacid)

Meski dipercaya aman, ibu hamil bisa konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk memastikan keamanannya.

Mengatasi asam lambung dengan cara alami

Cara alami adalah cara yang bisa dicoba, sebelum ibu hamil memutuskan untuk minum obat-obatan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan tidak nyaman pada perut akibat asam lambung.

  • Makan dalam porsi kecil. Sebaiknya kurangi porsi, tapi lebih sering makan. Selain itu sebaiknya minum setelah makan, bukan di sela-sela waktu makan.
  • Makan perlahan. Cobalah untuk mengunyah dengan baik selama waktu makan.
  • Hindari makanan memicu gangguan asam lambung. Makanan berlemak, pedas, asam, atau minuman berkarbonasi dan berkafein sebaiknya tidak dikonsumsi untuk mencegah gangguan asam lambung.
  • Posisi membantu proses pencernaan. Setidaknya posisi tubuh tetap tegak selama satu jam setelah makan, karena ini membantu mendorong makanan untuk dicerna dan mencegah masalah pada lambung
  • Kunyah permen karet tanpa gula. Lakukan setelah makan, karena air liur yang meningkat dapat menetralkan asam yang naik kembali ke kerongkongan.
  • Tidur miring ke kiri. Jika miring ke kanan akan memengaruhi posisi yang menyebabkan tidak nyaman pada perut.
  • Jaga berat badan yang sehat. Berat badan berlebih berisiko memberi tekanan lebih pada perut, terlebih saat hamil. Sehingga meningkatkan risiko asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
  • Pilih makanan atau minuman yang bisa membantu meredakan asam lambung. Makanan atau minuman tersebut seperti yoghurt atau madu yang dicampur ke dalam segelas teh chamomile.

Jika masalah pada lambung tidak membaik atau semakin memburuk, sebaiknya ibu hamil segera mencari bantuan untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 10 Agustus 2020 Can You Take Tums While Pregnant?
  2. Healthline diakses 10 Agustus 2020 Heartburn, Acid Reflux, and GERD During Pregnancy 
  3. Mayoclinic  diakses 10 Agustus 2020 Is it safe to take aspirin during pregnancy?
  4. Uofmhealth.org diakses 10 Agustus 2020 Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) During Pregnancy 
    register-docotr