Kehamilan

3 Fakta Menarik soal Ibu Hamil dan Sex Toy, Boleh Dipakai Tidak Ya?

November 10, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sangat umum bagi wanita hamil untuk mengalami hasrat seksual yang naik turun. Kadang rasanya bersemangat, tak lama kemudian malah ingin berhenti berhubungan seks sama sekali.

Hal ini tanpa sadar sering membuat ibu hamil merasa stres dan tertekan. Untuk mengatasinya, Moms harus pintar-pintar mencari jalan keluar.

Salah satu yang paling sering terlintas di kepala adalah dengan menggunakan sex toy. Tapi apakah ini aman untuk digunakan selama masa kehamilan?

Baca juga: 6 Penyebab Wanita Sulit Orgasme saat Bercinta, Mau Tahu Apa Saja?

Mengapa beberapa ibu hamil ingin memakai mainan seks?

Saat hamil, ada fase di mana dorongan seks seorang wanita tiba-tiba naik turun secara drastis. Ini merupakan hal yang wajar, karena tubuh mengalami perubahan hormon yang mengakibatkan kondisi tersebut.

Namun situasi menjadi rumit, ketika dihadapkan dengan berbagai gejala kehamilan yang mengganggu. Misalnya mual di pagi hari, sakit punggung, sembelit, mulas, dan buang gas yang membuat aktivitas sehari-hari yang sebelumnya tampak sederhana menjadi sulit.

Apalagi seiring berlalunya waktu, Moms juga harus pintar-pintar mengatur posisi bayi yang semakin membesar. Tujuannya apa lagi kalau bukan agar bisa menikmati berbagai posisi seksual dengan nyaman.

Tak heran jika hal-hal di atas membuat sex toy dianggap bisa menjadi solusi, karena terlihat lebih nyaman untuk dipakai.

Apakah sex toy aman digunakan saat hamil?

Mainan seks yang banyak digunakan wanita adalah vibrator yang memiliki bentuk menyerupai penis. Sekilas hal ini sepertinya tidak memiliki dampak negatif apa-apa.

Mungkin yang ada di bayangan Moms adalah mengingat fungsinya tak jauh berbeda dengan penis, maka seharusnya mainan semacam ini tidak akan berbahaya jika digunakan selama kehamilan.

Namun ternyata pemakaian sex toy jenis tersebut pada ibu hamil sebaiknya dihindari karena beberapa alasan berikut ini.

Getaran vibrator bisa mengganggu bayi dalam kandungan

Seperti dilansir dalam Ohmymag, Gérard Leleu, seorang seksolog, pernah mengungkapan bahwa ada beberapa jenis mainan seks yang wajib dihindari oleh ibu hamil.

Salah satunya adalah yang memiliki fungsi menggetarkan klitoris seperti vibrator. Alasannya adalah karena getaran yang dipancarkan mainan seks tersebut berasal dari ultrasound yang sampai dengan saat ini belum diketahui secara pasti dampaknya terhadap janin.

Di sisi lain, suara bising yang ditimbulkan oleh vibrator juga dapat mengganggu lingkungan alami bayi di dalam rahim.

Teksturnya bisa menyebabkan iritasi

Mainan seks seperti vibrator biasanya memiliki bentuk, ukuran, dan tekstur yang lebih kasar dibandingkan penis pada umumnya.

Jika tidak pandai menggunakannya, vagina malah bisa menjadi iritasi dan membuat Moms merasa tidak nyaman.

Berisiko menyebabkan kontraksi

Menurut Parents, pada beberapa kasus, berhubungan seks dengan menggunakan vibrator saat hamil juga rawan menyebabkan kontraksi.

Misalnya, jika Moms berisiko mengalami persalinan prematur atau memiliki serviks yang tidak kompeten (serviks yang terbuka terlalu cepat), dan plasenta previa (di mana plasenta menutupi semua atau sebagian bukaan serviks).

Kondisi lain yang berisiko membuat kontraksi ringan juga umumnya menjadi pertimbangan dokter untuk melarang pemakaian vibrator selama kehamilan.

Baca juga: Semakin Canggih, Ini Dia Proses Bayi Tabung Embryoscopy dan PGS yang Perlu Diketahui!

Lalu bagaimana agar seks saat hamil tetap aman dan menyenangkan?

Ketimbang memakai mainan seks, ada baiknya Moms mencoba dulu beberapa tips berikut agar bisa berhubungan intim tanpa membahayakan bayi di dalam kandungan.

Cobalah pelumas berbahan dasar air

Ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan selama sesi intim dengan suami tanpa memberikan risiko kesehatan pada janin.

Olahraga

Moms juga bisa rutin berolahraga ringan untuk memperkuat otot dasar panggul dan kemampuan untuk orgasme. Beberapa jenis latihan yang disarankan adalah latihan pilates prenatal dan senam kegel.

Peka terhadap kondisi tubuh

Apabila Moms mengalami perdarahan vagina atau buang air kecil dengan sensasi panas, konsultasikan hal tersebut kepada dokter secepatnya, karena gejala ini dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar berhubungan seksual selama hamil? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Sex Toys During Pregnancy: A Good or Bad Idea? https://www.ohmymag.co.uk/health/should-you-use-sex-toys-when-during-pregnancy_art6878.html diakses pada 9 November 2020

Can I still use a vibrator now that I’m pregnant? https://www.parents.com/pregnancy/my-body/can-i-use-a-vibrator-while-pregnant/ diakses pada 9 November 2020

Products to Make Pregnancy Sex More Comfortable, https://www.whattoexpect.com/maternity-products/products-pregnancy-sex-more-comfortable/ diakses pada 9 November 2020

Is it safe to use sex toys during pregnancy?, https://www.babycenter.ca/x566461/is-it-safe-to-use-sex-toys-during-pregnancy diakses pada 9 November 2020

    register-docotr